Kebijakan Baru: Paspor Gate jadi ujian integritas dan regulasi Liga Belanda

Paspor Gate jadi Ujian Integritas dan Regulasi Liga Belanda

Beberapa waktu terakhir, sepak bola Belanda terlibat dalam kontroversi besar. Polemik ini tidak terkait dengan ketidakberhasilan timnas mereka meraih tiket ke Piala Dunia 2026—karena kini mereka sudah pasti berpartisipasi—melainkan karena kasus yang dikenal sebagai paspor gate. Isu muncul setelah sejumlah pemain Liga Belanda ditemukan memiliki status kependudukan yang tidak jelas.

Banyak dari mereka diduga menggunakan paspor yang tidak sah, sementara lainnya status legal mereka belum sepenuhnya diterima oleh Dinas Imigrasi dan Naturalisasi (IND) Belanda. Situasi ini menimbulkan tekanan pada klub, KNVB, dan operator liga Eredivisie CV. Mereka kini harus memastikan kelayakan pemain dalam kompetisi sambil menghadapi peraturan imigrasi yang ketat.

Kasus Protes dari NAC Breda

Insiden terpicu setelah NAC Breda mengajukan keberatan kepada KNVB. Klub itu meragukan keabsahan pemain Go Ahead Eagles, Dean James, setelah tim mereka kalah 0-6 dalam laga 15 Maret lalu. Meski protes tersebut muncul, otoritas liga memutuskan hasil pertandingan tidak akan direvisi.

Dinas Imigrasi Belanda mengungkapkan daftar 25 pemain yang bermasalah dengan izin kerja. Dari jumlah tersebut, tiga pemain Indonesia terlibat: Justin Hubner (Fortuna Sittard), Nathan Tjoe-A-On (Willem II), dan Tim Geypens (FC Emmen). Tiga pemain timnas lainnya—Maarten Paes (Ajax Amsterdam), Miliano Jonathans (Excelsior), serta Mees Hilgers (FC Twente)—tidak termasuk dalam daftar tersebut.

“Pemain non Eropa wajib mengajukan izin kembali masuk atau izin tinggal humaniter, khusus bagi mantan warga Belanda,” tegas Jan de Jong, direktur Eredivisie CV.

Kebijakan Belanda terhadap kewarganegaraan ganda cenderung ketat, namun praktiknya banyak pemain memiliki latar belakang diaspora dari Suriname, Cape Verde, atau Curacao. Hal ini menciptakan ruang interpretasi yang ambigu dalam sistem hukum.