Usulan Trump: Kanada Harus Menanggung Dampak Asap Kebakaran Hutan Lewat Tarif
Trump minta Kanada tanggung biaya asap – Washington – Dalam sebuah pernyataan yang menarik perhatian dunia internasional, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada hari Jumat tanggal 17 Juli mengajukan gagasan baru. Ia mengusulkan agar biaya pencemaran udara yang disebabkan oleh kebakaran hutan di Kanada dimasukkan ke dalam tarif impor yang saat ini dibebankan kepada negara tersebut. Langkah ini dianggap sebagai cara untuk membebankan tanggung jawab lebih besar kepada Kanada atas dampak lingkungan yang dirasakan oleh warga Amerika Serikat.
Sampai saat ini, data dari Pusat Penanganan Kebakaran Hutan Antar-Lembaga Kanada (CIFFC) menunjukkan adanya 888 titik api yang masih aktif membakar hutan di berbagai wilayah Kanada. Angka ini mencerminkan skala masalah yang cukup besar dan terus berkembang. Lebih jauh lagi, sejak awal tahun 2026, tercatat lebih dari 3.600 kejadian kebakaran hutan telah terjadi di seluruh wilayah Kanada. Luas total area yang telah hangus terbakar mencapai angka 2,8 juta hektare, sebuah besaran yang sangat signifikan dan berdampak luas.
Kami meminta Kanada bertanggung jawab karena mereka tidak merawat hutan dan semak belukarnya dengan baik. Akibatnya, Amerika Serikat terus-menerus diterpa udara yang kotor, tercemar, dan tidak sehat, dengan kualitas yang berbahaya serta sama sekali tidak dapat diterima.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Trump melalui platform media sosial miliknya, Truth Social. Ia menilai bahwa kondisi pencemaran udara ini bukan sekadar bencana alam biasa, melainkan bentuk kelalaian yang disengaja oleh pemerintah Kanada. Menurut Trump, peristiwa tahunan ini telah merugikan Amerika Serikat hingga mencapai miliaran dolar AS setiap tahunnya. Ia menambahkan bahwa biaya akibat pencemaran tersebut seharusnya sudah ditambahkan ke dalam tarif yang saat ini dibayar oleh Kanada kepada Amerika Serikat.
Dampak Langsung Terhadap Washington D.C.
Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kanada tidak hanya berdampak pada wilayah tersebut, tetapi juga telah merembet hingga ke negara tetangga. Ibu Kota Amerika Serikat, Washington D.C., pada hari Jumat pagi diselimuti kabut asap yang sangat pekat. Hal ini sebagaimana dilaporkan oleh koresponden kantor berita RIA Novosti yang berada di lokasi. Pemerintah Kota Washington telah segera mengumumkan peringatan kualitas udara dengan kategori merah sebagai tanda bahaya.
Masyarakat yang termasuk dalam kelompok rentan, seperti anak-anak dan lansia, serta warga yang memiliki riwayat penyakit jantung atau paru-paru, diimbau untuk menghindari aktivitas fisik yang lama atau berat di luar ruangan. Kondisi udara di Washington dan wilayah sekitarnya, termasuk Maryland serta Virginia, pada Kamis malam masih terpantau normal. Namun, kabut asap tebal mulai menyelimuti wilayah tersebut sebelum fajar pada hari Jumat, mengubah panorama kota secara drastis.
Ini adalah kelalaian yang disengaja dan telah menjadi kejadian tahunan yang merugikan Amerika Serikat hingga miliaran dolar AS. Biaya akibat pencemaran ini sudah seharusnya ditambahkan ke dalam tarif yang saat ini dibayar oleh Kanada.
Suhu Panas Memperparah Situasi
Situasi pencemaran udara ini diperparah oleh gelombang suhu panas yang melanda wilayah tersebut. Suhu udara di Washington diperkirakan mencapai 97 derajat Fahrenheit atau sekitar 36 derajat Celsius pada hari Jumat. Kombinasi antara suhu tinggi dan kualitas udara yang buruk meningkatkan risiko kesehatan bagi masyarakat yang terpapar.
Trump juga mengungkapkan bahwa ia akan berbicara dengan Perdana Menteri Kanada Mark Carney pada hari yang sama. Pembicaraan tersebut bertujuan untuk membahas langkah-langkah konkret yang akan diambil oleh pemerintah Kanada dalam menangani persoalan kebakaran hutan dan dampaknya terhadap Amerika Serikat. Selain Washington, kabut asap akibat kebakaran hutan Kanada sebelumnya telah menutupi langit kota New York dan Boston. Sementara itu, kualitas udara di Chicago dilaporkan terus memburuk seiring berjalannya waktu.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi kedua negara tentang pentingnya kerja sama dalam menangani isu lingkungan yang melintasi batas-batas negara. Dampak dari kebakaran hutan tidak lagi bersifat lokal, melainkan regional dan bahkan global. Masyarakat internasional diharapkan dapat lebih peduli terhadap pengelolaan hutan yang berkelanjutan untuk mencegah bencana serupa di masa depan.
Sumber informasi untuk artikel ini berasal dari Sputnik/RIA Novosti-OANA, yang melaporkan perkembangan terbaru mengenai situasi kebakaran hutan di Kanada dan respons dari pemerintahan Amerika Serikat.
