Senam Kreasi Jadi Ruang Solidaritas untuk Warga NTT
Fukushimask.com – Semangat berolahraga dan kepedulian sosial dipadukan dalam kegiatan “Gerak Peduli NTT – Ikan Nae di Pante” yang diselenggarakan Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia (FOKBI) bersama Kementerian Pariwisata di Jakarta, Minggu. Kegiatan hibrida tersebut diarahkan untuk menghimpun bantuan bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur yang terdampak musibah.
Acara ini berlangsung dalam rangka peringatan Hari Pariwisata Sedunia atau World Tourism Day. Peserta mengikuti senam kreasi Nusantara dengan iringan musik sasando, sambil membuka ruang donasi bagi masyarakat yang ingin ikut membantu. Perpaduan olahraga, budaya, dan aksi kemanusiaan menjadi inti dari kegiatan tersebut.
Sebanyak 250 orang hadir langsung dari Jakarta, Bogor, dan Tangerang. Kegiatan juga tersambung secara daring dengan perwakilan dari 11 provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, serta Jambi.
Donasi Awal Rp25 Juta
Penggalangan dana dimulai dengan penyerahan bantuan simbolis senilai Rp25 juta dari Yayasan Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) kepada panitia. Ketua Umum FOKBI Sapta Nirwandar menyampaikan bahwa kegiatan ini dimaksudkan sebagai kesempatan untuk menunjukkan perhatian kepada warga NTT di tengah suasana olahraga bersama.
“Di tengah-tengah kegembiraan, kita tetap peduli, tetap kita bagi kasih kepada saudara-saudara kita di NTT yang terkena musibah,” kata Sapta.
FOKBI membuka penghimpunan dana selama sepekan berikutnya. Kontribusi dapat diberikan melalui QRIS maupun secara tunai, dengan sifat sukarela dan terbuka bagi anggota FOKBI di berbagai daerah serta masyarakat umum.
Sapta menegaskan bahwa nilai bantuan tidak menjadi ukuran utama dalam gerakan tersebut. Partisipasi dalam nominal kecil maupun besar tetap dipandang sebagai bentuk empati terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
“Mulai dengan Rp25 juta, mungkin berakhir tidak tahu berapa nanti terserah. Nanti dengan QRIS dari seluruh anggota FOKBI, kecil boleh Rp50 ribu, Rp100 ribu, dan juga tidak menolak kalau Rp50 juta. Yang penting kan bukan jumlah, tentu ekspresi kepeduliannya,” ujar Sapta.
Pembayaran digital memberi kesempatan bagi peserta yang mengikuti kegiatan dari luar Jakarta untuk turut mendukung aksi ini. Dengan keterlibatan jaringan FOKBI lintas provinsi, donasi tidak hanya bergantung pada peserta yang hadir secara fisik di lokasi acara.
Penyaluran Diprioritaskan ke Wilayah yang Minim Bantuan
Seluruh dana yang terkumpul direncanakan disalurkan dalam waktu paling cepat satu hingga dua pekan ke depan. Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, FOKBI akan berkomunikasi langsung dengan bupati di wilayah tujuan penyaluran.
Pemilihan daerah penerima bantuan akan mempertimbangkan kebutuhan di lokasi yang belum banyak memperoleh dukungan. Sapta menyebut sejumlah kawasan di NTT, termasuk Manggarai dan Bajawa, sebagai gambaran wilayah yang nantinya akan dipertimbangkan sebelum keputusan penyaluran dibuat.
“Kita akan serahkan ke salah satu daerah di NTT. Ada Manggarai, ada Bajawa, ada macam-macam. Tapi nanti kita pilih yang belum terlalu banyak dibantu,” kata Sapta menambahkan.
Langkah tersebut mencerminkan upaya agar dana yang terkumpul dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih besar. Koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam menentukan lokasi dan bentuk bantuan yang relevan dengan kondisi setempat.
Pariwisata Didorong Hadir dalam Respons Kemanusiaan
Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Manajemen Krisis, Fajar Hutomo, hadir mewakili Menteri Pariwisata dalam kegiatan ini. Ia menilai sektor pariwisata memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar memperkenalkan destinasi, terutama ketika terjadi krisis kemanusiaan di suatu daerah.
“Ketika saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur sedang mengalami musibah, pariwisata hadir bukan hanya dengan promosi, tetapi dengan empati dan aksi nyata,” tutur Fajar.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong pengembangan wisata olahraga atau sport tourism yang berakar pada budaya lokal. Kegiatan seperti senam kreasi Nusantara dapat menjadi atraksi yang mendorong gaya hidup sehat, sekaligus memperkuat hubungan sosial masyarakat di kawasan wisata.
Penggunaan musik sasando dalam kegiatan ini menambah unsur budaya Nusa Tenggara Timur pada aksi solidaritas tersebut. Kehadiran unsur seni daerah bukan hanya memberi warna pada acara, tetapi juga menghubungkan peserta dengan daerah yang menjadi tujuan penggalangan bantuan.
“Gerak Peduli NTT – Ikan Nae di Pante” memperlihatkan bahwa peringatan Hari Pariwisata Sedunia dapat diisi melalui kegiatan yang melampaui perayaan semata. Ketika olahraga, budaya, dan gotong royong dipertemukan, ruang publik dapat menjadi sarana untuk menggerakkan kepedulian bagi masyarakat yang sedang membutuhkan dukungan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is FOKBI dan Kemenpar galang donasi bencana?
FOKBI dan Kemenpar galang donasi bencana is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does FOKBI dan Kemenpar galang donasi bencana matter?
FOKBI dan Kemenpar galang donasi bencana matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

