Lifestyle

New Policy: Menbud kunjungi kediaman Mohammad Hatta di Sumbar

Menbud Kunjungi Kediaman Mohammad Hatta di Sumbar New Policy - Menteri Kebudayaan Indonesia, Fadli Zon, melakukan kunjungan ke tempat kelahiran Mohammad Hatta

Desk Lifestyle
Published June 21, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Menbud Kunjungi Kediaman Mohammad Hatta di Sumbar

New Policy – Menteri Kebudayaan Indonesia, Fadli Zon, melakukan kunjungan ke tempat kelahiran Mohammad Hatta di Bukittinggi, Sumatra Barat. Tujuan utamanya adalah untuk memperkuat pemahaman tentang ide-ide ekonomi kerakyatan yang diusung oleh Bung Hatta. Konsep ini, menurut Menbud, tetap menjadi fondasi utama dalam upaya pembangunan nasional. Dalam kunjungan tersebut, ia menekankan pentingnya menggali kembali kontribusi Hatta yang masih relevan hingga saat ini.

Kediaman Bung Hatta, yang merupakan lokasi lahirnya proklamator kemerdekaan Indonesia, menjadi pusat perhatian selama kunjungan. Fadli Zon mengungkapkan bahwa sosok ini dianggap sebagai figur yang memiliki integritas tinggi, disiplin, dan konsistensi dalam menegakkan prinsip kejujuran. Selain itu, ia menyebutkan bahwa Hatta adalah salah satu pemikir besar bangsa yang berperan penting dalam menyusun Undang-Undang Dasar 1945, terutama dalam Pasal 33.

“Karena itu, saya menganggap Bung Hatta sebagai Bapak Ekonomi Kerakyatan. Ekonomi yang tercantum dalam konstitusi kita adalah ekonomi kerakyatan yang saat ini juga sedang dilaksanakan oleh Bapak Presiden Prabowo melalui berbagai kebijakan seperti koperasi dan Danantara,” kata Fadli Zon melalui keterangan resminya, Minggu.

Pasal 33 UUD 1945, menurut Menbud, menyatakan bahwa sektor produksi yang menguasai kebutuhan masyarakat harus dikuasai oleh negara. Hal ini sejalan dengan prinsip bahwa sumber daya alam harus dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Ia menegaskan bahwa pemerintah saat ini sedang berupaya merealisasikan amanat konstitusi tersebut dengan berbagai langkah seperti menutup kebocoran ekonomi, termasuk menghindari praktik under invoicing dan transfer pricing.

Dalam wawancara terpisah, Fadli Zon menjelaskan bahwa sistem ekonomi Indonesia bukanlah ekonomi kapitalis atau liberal, melainkan ekonomi kerakyatan yang menekankan peran negara dan koperasi sebagai pilar utama. Menurutnya, konstitusi tidak hanya menjadi dasar politik, tetapi juga menjalankan fungsi ekonomi yang berpijak pada kesejahteraan masyarakat. “Itulah salah satu buah pemikiran Bung Hatta yang dituangkan ke dalam konstitusi kita. Karena itu, konstitusi kita bukan hanya merupakan konstitusi politik, tetapi juga konstitusi ekonomi,” ujarnya.

Pemikiran Hatta dalam Konteks Pembangunan

Kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan untuk meninjau secara langsung tempat bersejarah yang memiliki nilai budaya dan sejarah tinggi. Fadli Zon berharap pengembangan Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta dapat dilakukan dengan lebih intensif agar menjadi sumber pembelajaran dan inspirasi bagi generasi mendatang. Ia menekankan bahwa kajian yang lebih mendalam tentang kehidupan Hatta, berdasarkan sumber yang valid, diperlukan untuk memperkaya narasi sejarah.

Menbud menjelaskan bahwa pemikiran Hatta tentang ekonomi kerakyatan tetap relevan di tengah dinamika ekonomi modern. Ia menyoroti bahwa konsep ini tidak hanya mencakup pengelolaan sumber daya alam, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam perekonomian. Pemerintah, menurutnya, memiliki tanggung jawab untuk menerapkan kebijakan yang menjunjung nilai-nilai yang diusung Hatta. “Kami percaya bahwa pemikiran Bung Hatta masih bisa menjadi panduan dalam membangun bangsa yang lebih adil dan makmur,” tambahnya.

Kegiatan dan Peserta Kunjungan

Sejumlah pejabat Kementerian Kebudayaan, budayawan, serta tokoh daerah turut serta dalam kunjungan tersebut. Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyatakan bahwa pemerintah daerah siap mendukung pengembangan Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta. “Kita berharap tempat ini bisa menjadi pusat edukasi sejarah yang menarik dan menginspirasi masyarakat,” katanya.

Taufiq Ismail, seorang budayawan, mengungkapkan bahwa kehadiran Menbud memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenang peran Hatta dalam membangun bangsa. Ia menyoroti bahwa keberadaan museum ini juga menjadi pengingat akan semangat perjuangan kemerdekaan yang masih hidup dalam masyarakat. Selain itu, keterlibatan tokoh-tokoh lokal diharapkan dapat memperkaya pengelolaan dan promosi tempat sejarah tersebut.

Fadli Zon menyebutkan bahwa kunjungan ini bukan hanya sekadar penghormatan, tetapi juga untuk menegaskan kembali komitmen bangsa dalam mengimplementasikan prinsip ekonomi kerakyatan. Ia menegaskan bahwa kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah, seperti pengembangan koperasi dan program Danantara, merupakan bentuk nyata dari amanat konstitusi. “Kita harus memastikan bahwa ide-ide Hatta tidak hanya tercatat dalam sejarah, tetapi juga hidup kembali dalam kebijakan-kebijakan yang kita lakukan,” ujarnya.

Kunjungan ke Bukittinggi ini juga menjadi ajang untuk menggali potensi sejarah dalam membangun identitas nasional. Dengan meninjau tempat kelahiran Bung Hatta, Menbud menginginkan bahwa pengunjung dapat merasakan atmosfer politik dan ekonomi yang mendorong perubahan bangsa. “Sejarah tidak hanya tentang masa lampau, tetapi juga tentang masa depan yang ingin kita wujudkan,” kata Fadli Zon.

Leave a Comment