Tiga gol menit-menit terakhir antar Madrid tekuk Roma 4-3

1 hour ago  ·  4 min read
By Patricia Hernandez - fukushimask.com
1000071528

Real Madrid Bangkit Dramatis, Roma Takluk 4-3 di Olimpico

Fukushimask.com – Real Madrid menciptakan kebangkitan luar biasa untuk membawa pulang kemenangan 4-3 dari markas AS Roma di Stadion Olimpico, Kamis dini hari WIB. Sempat tertinggal dua gol hingga memasuki fase akhir pertandingan, tim tamu mencetak tiga gol dalam rentang waktu singkat dan membalikkan situasi secara dramatis.

Hasil tersebut memberi Real Madrid tambahan tiga poin dan menempatkan mereka di posisi kedelapan klasemen Liga Champions dengan koleksi enam poin. Roma, yang sebelumnya berada di ambang kemenangan penting di hadapan pendukung sendiri, berada di urutan ke-25 dengan satu poin.

Roma Menekan Sejak Awal

Permainan agresif Roma sudah terlihat sejak menit-menit pembuka. Pada menit kelima, Mario Hermoso mencoba menguji Thibaut Courtois lewat tendangan melengkung, tetapi kiper Real Madrid itu masih mampu menepis bola.

Tekanan tuan rumah berlanjut. Paulo Dybala hampir membuat Roma unggul pada menit ke-14, namun sepakan pemain Argentina tersebut melintas tipis di sisi kiri gawang Madrid. Peluang itu menjadi peringatan awal bagi lini belakang tim tamu yang menghadapi serangan cepat Roma.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-20. Matias Soule mengirim umpan terobosan yang dimanfaatkan Marten de Roon dengan penyelesaian tenang. Gol tersebut membawa Roma memimpin 1-0 dan membuat atmosfer Olimpico semakin bergemuruh.

Madrid tidak membutuhkan waktu lama untuk merespons. Lima menit setelah gol De Roon, Yan Diomande memberikan bola kepada Kylian Mbappe. Penyerang asal Prancis itu melepaskan tendangan keras yang sempat mengenai kaki Gianluca Mancini, sehingga arah bola berubah dan mengecoh Pierluigi Gollini. Kedudukan pun kembali seimbang, 1-1.

Tim tamu sempat mendapatkan kesempatan untuk berbalik unggul pada menit ke-31. Marc Cucurella menerima ruang untuk melepaskan tembakan mendatar, tetapi bola bergerak tipis melewati tiang kiri gawang Roma. Babak pertama berakhir tanpa tambahan gol.

Malen Membawa Roma Menjauh

Selepas turun minum, Roma kembali menemukan ritme menyerangnya. Rodrigo Mora mengirim bola terobosan pada menit ke-51 dan Donyell Malen menuntaskannya untuk membawa tim ibu kota Italia unggul 2-1.

Enam menit kemudian, Malen kembali menjadi pembeda. Ia menerima umpan terobosan dari Soule, bergerak menuju area berbahaya, lalu menaklukkan Courtois. Gol keduanya malam itu membuat Roma menjauh dengan skor 3-1.

Keunggulan dua gol memberi Roma posisi yang sangat menguntungkan. Madrid sempat mengira mereka memperkecil selisih pada menit ke-67 melalui Mbappe, tetapi wasit Francois Letexier membatalkan gol itu karena offside. Dalam situasi tersebut, Roma tampak mampu menjaga keunggulan hingga laga memasuki 20 menit terakhir.

Tiga Gol Penentu pada Akhir Laga

Namun, pertandingan berubah total pada menit ke-83. Dalam kemelut di depan gawang Roma setelah sundulan Endrick, Carlos Espi berhasil menyambar bola dan mengirimkannya ke dalam gawang. Wasit sempat meninjau kejadian itu sebelum akhirnya mengesahkan gol yang memperkecil ketertinggalan Madrid menjadi 2-3.

Gol tersebut menghidupkan kembali keyakinan skuad Madrid. Dua menit berselang, Arda Guler mengirim sepak pojok ke kotak penalti dan Endrick menyundul bola ke arah gawang. Gollini tidak dapat menghentikannya, membuat skor berubah menjadi 3-3.

Drama belum selesai. Saat pertandingan memasuki menit ke-90, Madrid kembali memperoleh sepak pojok. Guler sekali lagi menjadi pengirim bola, sementara Antonio Rudiger memenangkan duel udara dan menanduk bola untuk memastikan kemenangan 4-3 bagi tim tamu.

Kebangkitan ini menunjukkan betapa menentukan situasi bola mati dan ketenangan pada menit-menit akhir dalam laga berintensitas tinggi. Roma sempat tampil efektif melalui permainan langsung serta pergerakan Malen dan Soule, tetapi gagal mempertahankan konsentrasi ketika Madrid meningkatkan tekanan.

Susunan Pemain

AS Roma tampil dengan formasi 3-4-1-2: Gollini; Mancini (Balerdi 63′), N’Dicka, Hermoso (Koulierakis 81′); Molina, De Roon, Kone (Pisilli 17′), Wesley Franca; Soule (Pellegrini 63′); Dybala (Mora 46′), Malen.

Real Madrid menggunakan susunan 4-2-3-1: Courtois; Dumfries (Guler 59′), Rudiger, Konate, Cucurella (Carreras 78′); Valverde, Tchouameni (Bernardo Silva 70′); Diomande (Espi 78′), Vinicius Junior (Endrick 59′), Bellingham; Mbappe.

Masuknya Guler, Endrick, dan Espi terbukti berpengaruh besar bagi perubahan permainan Madrid. Ketiganya terlibat langsung dalam rangkaian gol penutup yang mengubah kekalahan menjadi kemenangan. Bagi Roma, hasil ini menjadi pukulan berat setelah mereka dua kali memiliki keunggulan dan sempat unggul 3-1 pada babak kedua.

Frequently Asked Questions

What is Tiga gol menit menit terakhir antar?

Tiga gol menit menit terakhir antar is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Tiga gol menit menit terakhir antar matter?

Tiga gol menit menit terakhir antar matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

More from this category

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *