Inter Milan Naik ke Puncak Usai Menang 2-0 di Markas Venezia
Fukushimask.com – Inter Milan membawa pulang tiga poin penting dari Stadion Luigi Penzo setelah menundukkan Venezia dengan skor 2-0 pada pekan kesembilan Liga Italia 2026/27, Kamis WIB. Kemenangan yang baru benar-benar terkunci menjelang pertandingan berakhir itu mengembalikan tim besutan Cristian Chivu ke posisi teratas klasemen sementara.
Tambahan poin tersebut membuat Inter mengoleksi 25 poin. Raihan mereka sama dengan Lazio, tetapi Inter berada di atas karena memiliki produktivitas gol yang lebih baik. Posisi puncak ini memperlihatkan betapa ketatnya persaingan di papan atas, karena selisih penentu tidak hanya ditentukan oleh jumlah kemenangan, melainkan juga catatan gol sepanjang musim.
Bagi Venezia, hasil di kandang sendiri semakin memperberat situasi mereka. Tim tuan rumah tetap berada di dasar klasemen setelah hanya mampu meraih satu kemenangan dalam delapan laga awal. Meski demikian, Venezia tidak menyerah begitu saja saat menghadapi salah satu tim teratas kompetisi dan sempat memberikan tekanan serius, terutama pada babak pertama.
Venezia Mengancam Sejak Awal
Venezia memulai pertandingan dengan berani. Mereka bahkan sempat merayakan gol pada menit kesembilan ketika Lion Lauberbach membobol gawang Inter. Namun, wasit kemudian meninjau kejadian tersebut melalui Video Assistant Referee atau VAR dan membatalkan gol itu.
Keputusan tersebut tidak langsung mengendurkan ancaman Venezia. Lauberbach kembali menjadi pusat perhatian tidak lama sesudahnya. Penyerang asal Jerman itu mendapatkan peluang berikutnya, tetapi usahanya hanya mengenai mistar gawang. Momen tersebut menjadi salah satu tanda bahwa Inter tidak menjalani laga yang mudah di laguna Venezia.
Inter sendiri kesulitan membangun ritme pada 45 menit pertama. Tim tamu belum dapat menciptakan ancaman yang cukup berbahaya untuk memecah pertahanan lawan. Pertandingan pun memasuki jeda dengan skor tetap 0-0, sebuah hasil yang mencerminkan perlawanan disiplin dari Venezia serta belum maksimalnya permainan Inter pada fase awal laga.
Dua Gol Penentu di Akhir Laga
Kebuntuan akhirnya terpecahkan melalui gol bunuh diri Matias Moreno. Gol tersebut memberi Inter keunggulan yang mereka butuhkan setelah pertandingan berjalan ketat dalam waktu lama. Venezia, yang sebelumnya mampu menjaga organisasi permainan dan menciptakan beberapa kesempatan, harus menghadapi tekanan lebih besar setelah tertinggal.
Pada penghujung laga, Redouane Halhal juga mencatatkan gol bunuh diri yang memastikan kemenangan 2-0 untuk Inter. Dua gol tersebut menjadi pembeda pada pertandingan yang sebelumnya tidak banyak memberi ruang bagi Inter untuk tampil leluasa.
Skor akhir tidak sepenuhnya menggambarkan kesulitan yang dialami Inter di sepanjang duel. Venezia menunjukkan bahwa tim di papan bawah pun dapat menyulitkan pemuncak klasemen ketika bermain dengan agresif dan berani mengambil peluang. Gol yang dianulir serta tembakan Lauberbach ke mistar menjadi rangkaian peringatan bagi Inter sebelum mereka akhirnya menemukan jalan menuju kemenangan.
Bagi pasukan Cristian Chivu, kemenangan ini bernilai lebih dari sekadar hasil tandang. Inter mampu tetap memperoleh poin penuh saat permainan mereka tidak berjalan mulus sejak awal. Kemampuan menjaga kesabaran hingga akhir pertandingan membantu mereka mengambil alih posisi teratas, terutama ketika persaingan dengan Lazio masih sangat rapat.
Untuk Venezia, kekalahan ini meninggalkan pekerjaan besar. Penampilan kompetitif pada awal pertandingan belum cukup untuk menghasilkan poin, sementara posisi mereka di dasar klasemen menuntut perbaikan hasil secepatnya. Mereka perlu mengubah momen-momen menjanjikan menjadi gol yang sah dan menjaga konsentrasi hingga peluit akhir jika ingin keluar dari tekanan di awal musim.
Susunan Pemain
Venezia tampil dengan formasi 3-5-2: Filip Stankovic; Redouane Halhal, Matias Moreno, Juan Jesus; Antoine Hainaut, Kike Perez, Simon Sohm, Helgason, Mazzocchi; Lion Lauberbach dan Akor Adams. Kike Perez digantikan Gianluca Busio pada menit ke-61, sedangkan Helgason dan Lauberbach keluar pada menit ke-68 untuk digantikan Basic serta Yeboah. Haps masuk menggantikan Mazzocchi pada menit ke-76.
Inter juga menggunakan pola 3-5-2 dengan Ivan Provedel; Yann Aurel Bisseck, Alessandro Bastoni, Carlos Augusto; Diouf, Petar Sucic, Aleksandar Stankovic, Piotr Zielinski, Federico Dimarco; Marcus Thuram dan Ange-Yoan Bonny. Inter melakukan tiga pergantian saat jeda dengan memasukkan Manuel Akanji, Nicolo Barella, dan Hakan Calhanoglu untuk Bisseck, Sucic, serta Stankovic. Pio Esposito menggantikan Bonny pada menit ke-65, sementara Spence masuk menggantikan Thuram pada menit ke-86.
Dengan 25 poin dan keunggulan produktivitas gol atas Lazio, Inter kini kembali memimpin klasemen sementara Liga Italia. Venezia, di sisi lain, harus segera menemukan konsistensi setelah awal musim yang membuat mereka tertinggal di dasar tabel.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Inter Milan kembali ke puncak klasemen?
Inter Milan kembali ke puncak klasemen is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Inter Milan kembali ke puncak klasemen matter?
Inter Milan kembali ke puncak klasemen matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

