Mengatasi Masalah: PPSU pakai AI soal parkir liar, Legislator: Tindakan buruk
PPSU Gunakan AI untuk Laporan Parkir Liar, Legislator: Tindakan yang Kurang Baik
Jakarta, Selasa – Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Kevin Wu mengkritik penggunaan kecerdasan buatan atau AI dalam pengelolaan laporan parkir liar melalui aplikasi Jakarta Kini (JAKI). Menurutnya, teknologi tersebut seharusnya menjadi alat memudahkan, bukan justru menciptakan kebingungan bagi masyarakat.
“Teknologi harusnya dijadikan kemudahan, bukan untuk mengelabui masyarakat,” ujarnya saat menanggapi aksi petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang mengunggah foto hasil AI dalam laporan penindasan parkir liar.
Kevin menganggap tindakan PPSU sebagai bentuk kebijakan yang tidak tepat, serta mengkhawatirkan dampaknya sebagai contoh buruk. Ia menekankan perlunya tindakan tegas agar petugas lain tidak mengikuti langkah serupa. “Saya merasa prihatin dan sangat disayangkan ada penggunaan teknologi yang seharusnya bisa produktif bagi pekerjaan tetapi disalahgunakan seperti ini,” tambahnya.
Langkah Gubernur DKI untuk Mendalami Kasus
Selain itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta jajaran untuk mencari pelaku pembuatan dan pengunggahan foto hasil AI dalam laporan tersebut. “Kalau menyalahkan ke PPSU juga nggak bisa, PPSU-nya pasti bukan orang yang melakukan atau memanipulasi tentang AI-nya. Yang saya minta untuk didalami, dicari siapa yang melakukan kemudian meng-upload-nya,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa.
Walaupun Lurah Kalisari sudah meminta maaf, inspektorat tetap harus menyelidiki insiden tersebut. Pramono menegaskan bahwa ia ingin memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Kevin juga menyoroti penggunaan teknologi sebagai sarana penting yang harus dikelola secara tepat. Ia berharap Pemprov DKI Jakarta bisa mengambil pelajaran dari kejadian ini dan memperbaiki cara penggunaan AI dalam layanan publik.
