Agenda Utama: Perang Iran Belum Kelar, Israel Mau Caplok Wilayah Negara Arab Ini

Perang Iran Belum Kelar, Israel Mau Caplok Wilayah Negara Arab Ini

Dubai, CNBC Indonesia – Pemerintah Lebanon mengambil langkah tegas dengan mengusir duta besar Iran, Mohammad Reza Shibani, menyatakan posisi tersebut sebagai persona non grata. Tindakan ini menunjukkan perubahan besar dalam pengaruh Iran yang berlangsung selama puluhan tahun. Sementara itu, Israel mengungkap rencana mengambil alih area selatan Lebanon untuk menciptakan “zona penyangga defensif,” yang diperkuat oleh pernyataan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz.

Menurut Katz, pasukan Israel akan “mengendalikan jembatan-jembatan yang tersisa dan zona keamanan hingga Litani,” merujuk pada Sungai Litani yang bermuara ke Laut Mediterania sekitar 30 kilometer di utara perbatasan Israel. Ia menegaskan bahwa semua jembatan di atas Sungai Litani, yang digunakan Hizbullah untuk memindahkan pasukan dan senjata, “telah diledakkan dan IDF akan mengendalikan jembatan yang tersisa.”

“Pasukan kami akan memastikan dominasi di wilayah itu, termasuk pengendalian jembatan yang tersisa,” kata Katz.

Sementara itu, Menteri Keuangan sayap kanan Israel, Bezalel Smotrich, menegaskan bahwa Israel harus “menerapkan kedaulatan” di selatan Lebanon. Pernyataan ini dianggap mencerminkan ambisi ekspansionis dan memicu kekhawatiran di dalam maupun luar negeri. Hizbullah, kelompok bersenjata yang didukung Iran, menganggap langkah tersebut sebagai “ancaman eksistensial” bagi Lebanon.

Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, menyerukan Hizbullah untuk berhenti menyerang Israel. Ia menyatakan bahwa respons terhadap kepemimpinan Iran “tidak terkait langsung dengan kita.” Namun, Hizbullah mengecam keputusan tersebut sebagai upaya memperkuat posisi Israel dan memperburuk perselisihan internal di Lebanon.

Situasi makin rumit setelah Israel melanjutkan serangan udara terhadap Iran. Netanyahu, Perdana Menteri Israel, menegaskan akan mempertahankan operasi militer terhadap Teheran, menyebut “masih banyak lagi yang akan datang.” Tiga pejabat Israel menyatakan bahwa Iran kurang mungkin menerima tuntutan AS dalam negosiasi baru.

“Kita akan terus menyerang sampai Iran mundur,” tegas Netanyahu.

Dalam pernyataan terpisah, Korps Garda Revolusi Islam Iran mengancam akan meluncurkan serangan rudal dan drone besar-besaran di wilayah Israel utara dan dekat Gaza, jika Israel tidak berhenti menyerang Lebanon serta Palestina.

(luc/luc) Add as a preferred source on Google [Gambas:Video CNBC] Next Article Timteng Panas Lagi! Israel Bombardir Negara Arab, Makan Korban Jiwa