Agenda Utama: Wapres janji cari solusi sejahterakan guru honorer di SD Kaniti Kupang

Wapres Janji Cari Solusi Sejahterakan Guru Honorer di SD Kaniti Kupang

Kunjungan ke SD Inpres Kaniti Jadi Momentum Perbaikan Kesejahteraan Pendidik

Jakarta – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyatakan komitmen untuk mencari solusi meningkatkan kesejahteraan guru honorer serta tenaga pengajar PPPK di SD Inpres Kaniti, Kupang, Nusa Tenggara Timur. Janji tersebut diucapkan langsung kepada para guru saat ia melakukan kunjungan ke sekolah yang baru saja selesai direnovasi. “Saya paham bahwa masih ada banyak tantangan saat ini, tetapi kita terus berupaya menemukan solusi, khususnya untuk PPPK dan guru kontrak,” ujarnya sebagaimana dilaporkan oleh siaran resmi Sekretariat Wakil Presiden, yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

“Makanya, kemarin kami mengirimkan perwakilan dari Kemendagri dan Kemenkeu untuk berdiskusi panjang dengan Pak Gubernur. Intinya adalah jangan sampai ada yang dirumahkan,” sambung Gibran.

Dalam kunjungannya, Gibran juga menekankan koordinasi pemerintah pusat dengan daerah untuk memastikan tidak ada guru yang terdampak. Menurutnya, meski berbeda status kepegawaian, para pendidik memiliki tujuan yang sama, yaitu mencerdaskan generasi muda, termasuk siswa SD Kaniti.

Kepala Sekolah SD Inpres Kaniti, Yuliana Nenabu, mengapresiasi upaya pemerintah yang telah memperbaiki kondisi bangunan sekolah. Sebelumnya, tempat belajar-mengajar di sana tergolong kurang memadai. “Kami sampaikan keluhan kami, kalau bisa (guru) PPPK jangan dirumahkan, karena di sini ada 10 orang. Jika 10 orang terpaksa dipecat, pendidikan di SD Kaniti pasti mengalami gangguan besar,” ujarnya kepada Wapres Gibran.

Kunjungan Gibran ke SD Kaniti pada Senin lalu merupakan yang kedua setelah pertemuan sebelumnya di bulan Mei 2025. Pada pertemuan pertama, ia menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah kepada guru dan siswa. Proyek revitalisasi SD Kaniti merupakan tindak lanjut perintah Presiden Prabowo Subianto, dengan masa renovasi mencakup 90 hari kerja, mulai 1 Oktober hingga 29 Desember 2025.

Perbaikan dilakukan dengan membangun dan memperbaiki 11 ruang kelas lama, tiga ruang baru, satu ruang administrasi, satu rumah dinas guru, serta satu unit toilet. Usai meninjau hasil renovasi, Gibran juga bersemangat menekankan pentingnya keberlanjutan pembelajaran. “Sekarang ruang kelas sudah bagus, dibangun dengan baik. Anak-anak harus semangat belajar, jangan sampai ada tembok yang dicorat-coret,” katanya kepada para siswa yang didampingi oleh guru.

SD Inpres Kaniti kini melayani 420 siswa dalam 16 rombongan belajar, didukung oleh 25 guru dan dua tenaga kependidikan.