Nezar: AI dan “blockchain” bisa cegah kebocoran perdagangan nasional

2 days ago  ·  3 min read
By Robert Davis - fukushimask.com
khrisna-edit-1784846333-c129f8ee02

Integrasi Kecerdasan Buatan dan Blockchain untuk Mencegah Kebocoran Perdagangan Nasional

Fukushimask.com – Nezar – Jakarta — Dalam sebuah pernyataan resmi yang dikonfirmasi di ibu kota pada hari Kamis, Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, mengungkapkan pandangannya mengenai potensi teknologi modern dalam memperbaiki sistem perdagangan Indonesia. Ia meyakini bahwa kombinasi antara kecerdasan artifisial atau AI dengan teknologi blockchain dapat menjadi solusi efektif untuk mengurangi kebocoran yang terjadi dalam rantai perdagangan nasional. Menurut pejabat tersebut, proses digitalisasi yang mencakup seluruh lini dari hulu hingga hilir memberikan kesempatan bagi pemerintah serta para pelaku usaha untuk mengidentifikasi lokasi-lokasi kehilangan nilai, meningkatkan efisiensi operasional, dan menekan kemungkinan terjadinya kecurangan.

Sebelumnya, Nezar menyampaikan pandangannya tersebut saat menerima kunjungan dari perwakilan Blockchain, Robotics, and Artificial Intelligence Network (BRAIN) yang berasal dari Universitas IPB. Pertemuan berlangsung di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital yang berlokasi di Jakarta Pusat. Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa blockchain memiliki kemampuan untuk menciptakan sistem pencatatan transaksi yang transparan dan sulit untuk dimanipulasi oleh pihak tertentu. Sementara itu, AI dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti memprediksi permintaan pasar, mengoptimalkan proses produksi, serta meningkatkan efisiensi distribusi barang ke konsumen.

“Kalau bisa dibuat satu sistem perdagangan yang pencatatannya lebih akurat, kita bisa mencegah kebocoran. Produksinya juga bisa lebih baik karena kita dapat mendeteksi titik-titik kehilangan sehingga optimasi bisa dilakukan,” jelas Nezar.

Menurut penjelasan Nezar, selama ini setiap kali terjadi perpindahan data, pembayaran, maupun logistik dalam rantai perdagangan selalu menimbulkan biaya tambahan yang tidak sedikit. Oleh karena itu, digitalisasi secara menyeluruh dari hulu hingga hilir menjadi sangat penting agar proses bisnis dapat berlangsung lebih efisien. Ia menambahkan bahwa setiap perpindahan moda transportasi atau platform selalu menghasilkan biaya baru. Karena alasan inilah, arah pengembangan saat ini menuju sistem yang seamless atau end-to-end, sehingga proses bisnis menjadi lebih efisien tanpa hambatan yang berarti.

Nezar menilai bahwa pendekatan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong transformasi digital sektor produktif, khususnya di bidang agroindustri yang merupakan salah satu kekuatan ekonomi nasional. Ia menyampaikan bahwa hal ini sangat bagus dan sesuai dengan misi yang dijalankan oleh IPB. Teknologi dapat membantu sistem perdagangan menjadi lebih baik, pencatatannya lebih akurat, dan berbagai potensi fraud dapat ditekan secara signifikan.

“Setiap perpindahan moda ada cost. Pindah ke platform lain, ada cost lagi. Karena itu sekarang arahnya adalah sistem yang seamless, end-to-end, sehingga proses bisnis menjadi lebih efisien,” tuturnya.

Lebih lanjut, Nezar mengapresiasi perhatian yang diberikan oleh kalangan akademisi terhadap perkembangan teknologi mutakhir, termasuk quantum computing dan blockchain. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi menjadi sangat penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pengembangan inovasi yang mendukung kebutuhan nasional. Ia menekankan bahwa kita harus terus memasang mata dan telinga terhadap perkembangan teknologi yang ada.

“Kita harus terus memasang mata dan telinga terhadap perkembangan teknologi. Yang paling penting adalah bagaimana solusi-solusi digital yang dikembangkan benar-benar dapat dimanfaatkan untuk mendukung program-program strategis nasional,” pungkas Nezar.

Dengan adanya integrasi teknologi ini, diharapkan Indonesia dapat meningkatkan daya saing di kancah global. Digitalisasi yang komprehensif akan memungkinkan pemerintah untuk memantau setiap tahap dalam rantai perdagangan secara real-time. Hal ini akan mengurangi kemungkinan terjadinya kebocoran yang selama ini menjadi masalah serius dalam sistem perdagangan nasional. Selain itu, transparansi yang dihasilkan oleh blockchain akan memberikan kepercayaan bagi para investor dan pelaku usaha untuk berinvestasi lebih besar di sektor-sektor produktif.

Universitas IPB melalui jaringan BRAIN-nya telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam mengembangkan teknologi yang relevan dengan kebutuhan Indonesia. Kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan pemerintah dapat menghasilkan inovasi yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, diharapkan teknologi AI dan blockchain dapat diimplementasikan secara luas di berbagai sektor ekonomi nasional.

MORE FROM THIS CATEGORY