Pembahasan Penting: Prabowo jelaskan alasan kumpulkan menteri hingga eselon I di Istana
Prabowo Jelaskan Alasan Kumpulkan Menteri Hingga Eselon I di Istana
Jakarta – Pada hari Rabu, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sekitar 800 pejabat, yang meliputi menteri hingga eselon I kementerian/lembaga, tokoh TNI, Polri, Kejaksaan Agung, serta direksi BUMN di halaman tengah Istana Kepresidenan RI. Acara ini berlangsung dalam kerangka Rapat Kerja Pemerintah, di mana Presiden memberikan arahan kepada para pejabat negara.
Pembukaan Rapat Kerja
Dalam pembukaan rapat, Prabowo menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat komunikasi dan mengemukakan panduan strategis. “Rapat kerja ini menjadi kesempatan bagiku untuk menyampaikan arahan kebijakan, karena sudah lebih dari satu tahun kita menjalankan tugas sebagai pemerintahan yang diamanatkan oleh rakyat sejak Oktober 2024,” ujarnya.
“Alhamdulillah, pemerintahan yang saya pimpin bersama para pejabat sudah berjalan selama 1,5 tahun, dan kita mampu mengendalikan arah perkembangan serta kebijakan nasional,” tambah Prabowo.
Penekanan pada Kinerja Pemerintahan
Selama sesi pertama, Presiden menyoroti kemampuan pemerintahan dalam menghadapi dinamika geopolitik global yang penuh ketidakpastian. Ia yakin bahwa pemerintahannya berhasil melewati berbagai tantangan, dengan hasil yang dapat diukur secara matematis dan terlihat secara nyata di lapangan.
“Kita telah membuktikan bahwa pemerintahan kita efektif, handal, dan mampu menjalankan tugas bernegara dengan benar dan baik,” kata Prabowo.
Ancaman yang Diingatkan
Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga mengingatkan para birokrat tentang berbagai ancaman yang mengintai. Ancaman utama yang disebutkan antara lain krisis pangan, energi, dan air. Selain itu, ia memperingatkan tentang risiko yang muncul dari perkembangan teknologi, khususnya berita palsu dan konten hasil manipulasi AI, seperti deepfake.
Penampilan Presiden
Rapat kerja pemerintah hari ini dimulai sekitar pukul 14.00 WIB. Dalam penampilannya, Presiden mengenakan atasan safari putih beserta kopiah hitam. Mayoritas peserta mengenakan pakaian serupa, sementara para petinggi TNI menggunakan seragam sesuai pangkat masing-masing.
