Program Terbaru: Pemprov Kaltim-OIKN dan Pemkab Kukar sepakat ubah sampah jadi listrik
Pemprov Kaltim-OIKN dan Pemkab Kukar Sepakat Ubah Sampah Jadi Listrik
Tenggarong, Kaltim (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dan Pemerintah Provinsi Kaltim telah menandatangani kesepakatan untuk mengubah pengelolaan sampah menjadi energi listrik. Tujuan utamanya adalah mengurangi dampak lingkungan, mengelola limbah secara efektif, serta mendorong penggunaan energi terbarukan.
Upaya Meningkatkan Kesehatan Masyarakat
“Kami melihat ini sebagai langkah penting untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pendekatan lingkungan yang berkelanjutan,” tutur Bupati Kukar Aulia Rahman Basri di Tenggarong, Minggu.
Komitmen terhadap pengelolaan sirkular sampah bukan hanya untuk menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga untuk menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar di sektor daur ulang. Prinsip pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang diterapkan agar limbah diminimalkan sekaligus menumbuhkan peluang kerja baru.
Persetujuan Kerja Sama dan Lokasi Proyek
Kerja sama pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL) telah ditandatangani di Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH Jakarta, Jumat (10/4). Selain komitmen dari para pemimpin daerah, lokasi proyek dipilih karena volume sampah di Samarinda dan Balikpapan yang cukup besar. Pemkab Kukar bertugas menyediakan bahan baku dari area perbatasan.
Proyek Strategis di Samarinda dan Balikpapan
Dalam perjanjian, objek pengolahan sampah menjadi listrik akan dibangun di Kota Samarinda (Samarinda Raya) dan Kota Balikpapan (Balikpapan Raya). Pemkot Balikpapan serta Pemprov Kaltim turut terlibat dalam kerja sama ini. Diperkirakan, produksi sampah di Samarinda mencapai 600-660 ton per hari pada 2025, sedangkan di Balikpapan sekitar 550 ton per hari. Kukar, di sisi lain, hanya menghasilkan sekitar 354 ton per hari.
Kemitraan dengan Masyarakat
Bupati Kukar menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pilah sampah. Melalui komunitas bank sampah di desa dan kelurahan, kesadaran akan tanggung jawab lingkungan semakin ditingkatkan. Proyek ini diharapkan bisa menjadi contoh integrasi antara kebijakan pemerintah dan aksi bersama warga.
