Yang Dibahas: Pindad siapkan teknologi “smokeless” atasi darurat sampah Bantargebang

Pindad siapkan teknologi “smokeless” atasi darurat sampah Bantargebang

Bandung, Jawa Barat

PT Pindad dan sejumlah menteri dari Kabinet Merah Putih sedang mengembangkan pendekatan terpusat dalam pengelolaan sampah untuk mengatasi situasi kritis di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi. Strategi ini melibatkan penguatan teknologi pengolahan sampah hingga ke tingkat kelurahan, termasuk penggunaan teknologi “smokeless” yang diharapkan bisa mengurangi masalah penyimpanan sampah.

Dalam rapat koordinasi terbatas (Rakortas) yang diadakan akhir pekan lalu, para pembuat kebijakan dan pengelola teknologi membahas rencana ini. Hadir dalam pertemuan tersebut adalah Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq. Direktur Utama PT Pindad Sigit P Santosa turut serta dalam diskusi tersebut.

“Penyelesaian masalah pengelolaan sampah Bantargebang harus dimulai dari sumber dan hulu sampai ke hilir. Hulu mengacu pada penghentian alur pasokan sampah, sementara hilir fokus pada pengurangan volume gunungan serta peningkatan area hijau,” jelas Brian Yuliarto.

“Krisis sampah Bantargebang bisa teratasi jika desentralisasi sudah berjalan lancar. Teknologi pengolahan yang lebih canggih, seperti TPS3A, diharapkan bisa diterapkan secara lokal tanpa bergantung pada TPA besar,” tambah Hanif Faisol.

Sigit P Santosa menegaskan bahwa PT Pindad telah menyiapkan beberapa solusi pengelolaan sampah, seperti Hydrothermal Carbonization (HTC), autothermix, dan teknologi plasma. Alat pembakar sampah tanpa asap (Stungta Pindad) menjadi salah satu inovasi yang menonjol. “Presiden menekankan pentingnya desentralisasi, sehingga teknologi ini akan diuji coba di tingkat kelurahan dan kecamatan. Pilot project pertama di DKI Jakarta dan Bandung, setelah selesai, akan diterapkan di daerah lain,” ujarnya.