Jalan HM Joyo Martono Bekasi Masih Berlubang Jelang Mudik – Warga Khawatir Picu Kecelakaan
Jalan HM Joyo Martono Bekasi Masih Berlubang Jelang Mudik, Warga Khawatir Picu Kecelakaan
Dalam persiapan arus mudik Lebaran 2026, sejumlah bagian dari Jalan HM Joyo Martono, Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi, masih dalam kondisi tidak sempurna. Hal ini memicu kecemasan warga dan pengguna jalan. Peninjauan oleh Kompas.com di lokasi pada Minggu (15/3/2026) menunjukkan bahwa di beberapa titik jalan terdapat lubang dengan ukuran beragam.
Pengendara Motor Kecelakaan di Jalan Berlubang
Rudi (34), seorang pengemudi sepeda motor, menceritakan pengalaman hampir terjatuh saat melewati ruas jalan tersebut di malam hari. Ia menjelaskan bahwa lubang di tengah jalan sering kali sulit terlihat, terutama jika cahaya lampu kendaraan dari arah berlawanan menyilaukan.
“Kalau malam agak bahaya, ya. Apalagi kalau lampu kendaraan dari arah berlawanan silau. Lubangnya kadang enggak kelihatan,” kata Rudi saat ditemui Kompas.com di lokasi.
Menurut Rudi, kerusakan jalan di wilayah tersebut telah terjadi cukup lama. Meski beberapa kali diperbaiki, hasilnya dinilai belum tahan lama. Ia menginginkan perbaikan yang lebih menyeluruh agar keamanan pengguna jalan meningkat.
“Setahu saya jalan di sini sudah sering diperbaiki. Tapi kayaknya kalau cuma tambal sulam enggak akan mempan,” ujarnya.
Warga Sekitar Khawatir Kecelakaan Meningkat
Rodiah (42), warga sekitar, menuturkan bahwa ia sering mengamati pengendara sepeda motor memperlambat laju kendaraan untuk menghindari lubang. Ia menambahkan, beberapa pengemudi terkadang mendadak mengerem ketika menyadari adanya celah di permukaan jalan.
“Kadang pengendara motor suka kaget karena lubangnya di tengah jalan. Pernah juga ada yang jatuh terpental karena saking kencengnya,” ujar Rodiah.
Situasi ini menjadi semakin berisiko saat hujan turun, karena genangan air bisa menutupi lubang dan mengurangi kesadaran pengemudi. Selain itu, kondisi penerangan jalan yang kurang memadai juga memperparah risiko.
Perbaikan Jalan Tidak Sekadar Tambal Sulam
Inayah (45), warga yang pernah mengalami insiden kecelakaan di ruas tersebut, menjelaskan bahwa ia sudah berusaha memperlambat laju kendaraan. Namun, lubang yang dalam dan sulit terlihat membuat kecelakaan tetap bisa terjadi.
“Kadang kita sudah pelan, tapi lubangnya dalam dan enggak kelihatan. Apalagi kalau hujan, lubangnya ketutup air,” ujarnya.
Inayah berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan permanen untuk memastikan jalur tersebut lebih aman. Ia juga menyoroti situasi saat lalu lintas padat, di mana pengemudi saling berebut jalur yang dianggap lebih mulus.
“Kalau lagi macet, kendaraan biasanya berebut cari jalan yang enggak berlubang. Kadang malah jadi saling serobot,” tambah Inayah.
Jalan HM Joyo Martono menjadi jalur utama yang menghubungkan Bekasi Timur dengan wilayah lain di Kota Bekasi. Setiap hari, jalan ini dilalui berbagai jenis kendaraan dengan intensitas tinggi. Jika tidak segera diperbaiki, risiko kecelakaan lalu lintas diperkirakan meningkat pesat menjelang Lebaran.
Sebelumnya, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi memastikan perbaikan jalan yang menjadi jalur mudik Lebaran 2026 telah selesai. Sub Koordinator Pemeliharaan Jalan DBMSDA, Ridwan Muarief, mengatakan pekerjaan ditargetkan rampung. Namun, kondisi yang kembali rusak membuat warga tetap waspada.
