Internasional

Latest Program: China miliki delapan dari 10 pelabuhan teratas di dunia berdasarkan throughput kargo

dari 10 pelabuhan teratas di dunia berdasarkan throughput kargo Latest Program - Dalam tahun 2025, China menguasai delapan dari sepuluh pelabuhan terbesar

Desk Internasional
Published July 1, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

China miliki delapan dari 10 pelabuhan teratas di dunia berdasarkan throughput kargo

Latest Program – Dalam tahun 2025, China menguasai delapan dari sepuluh pelabuhan terbesar secara global, menurut data throughput kargo. Pernyataan ini disampaikan oleh seorang pejabat transportasi pada Selasa (30/6) dalam sebuah konferensi pers. Angka tersebut mencerminkan dominasi negara ini dalam sektor logistik internasional, di mana pelabuhan-pelabuhan di Tiongkok menjadi pusat distribusi barang yang kritis bagi ekonomi dunia.

Perkembangan daya tahan dan kapasitas pelabuhan

Dalam tahun 2025, throughput kargo di pelabuhan China mencapai 18,3 miliar ton, sementara volume peti kemas mencapai 354 juta TEU (twenty-foot equivalent unit), dan armada pelayaran milik Tiongkok mencapai kapasitas 490 juta tonase bobot mati (deadweight tonnage/DWT). Seluruh data ini menempati peringkat pertama di dunia, menurut Wakil Menteri Transportasi Tiongkok Li Xinghu. Menurut Li, pelabuhan-pelabuhan Tiongkok secara rata-rata menangani lebih dari 50 juta ton kargo setiap hari, serta sekitar 970.000 TEU peti kemas dalam sehari. Jumlah kapal yang mendarat dan berangkat mencapai sekitar 98.200 per hari, termasuk 1.236 kapal internasional.

“Tiongkok telah mencapai keunggulan signifikan dalam kapasitas pelabuhan, dengan angka-angka yang menunjukkan konsistensi dalam pertumbuhan,” ujar Li Xinghu. “Selama periode Rencana Lima Tahun ke-14 (2021-2025), kita berkomitmen untuk memperkuat infrastruktur logistik dan meningkatkan efisiensi sistem transportasi nasional.”

Volume angkutan barang melalui jalur perairan Tiongkok mencapai hampir 15 triliun ton-kilometer pada tahun tersebut, yang menjadi kontribusi dominan terhadap sistem transportasi nasional. Jumlah ini mencerminkan kemampuan Tiongkok dalam menghubungkan berbagai daerah dan menjadi bagian integral dari rantai pasok global. Dengan daya tahan yang tinggi, pelabuhan-pelabuhan di negara ini mampu menangani volume besar kebutuhan ekspor dan impor, mendukung pertumbuhan ekonomi yang dinamis.

Pengembangan infrastruktur selama Rencana Lima Tahun ke-14

Dalam rangka meningkatkan kapasitas operasional, Tiongkok menambah 469 dermaga baru selama periode Rencana Lima Tahun ke-14, yang mampu melayani kapal dengan bobot mati 10.000 ton atau lebih. Dengan adanya dermaga-dermaga ini, jumlah total dermaga yang memiliki kapasitas tersebut mencapai 3.061 unit. Selain itu, pemerintah Tiongkok juga mengembangkan 2.500 kilometer jalur air kelas tinggi, sehingga total panjang jalur air tercatat mencapai 18.500 kilometer.

Kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi transportasi laut telah mendorong Tiongkok membangun infrastruktur yang lebih modern, termasuk peningkatan kapasitas dan kecepatan pengelolaan barang. Pernyataan ini memperkuat posisi Tiongkok sebagai negara paling berpengaruh dalam perdagangan internasional, dengan kemampuan mengatur alur logistik yang kompleks dan skala besar. Angka-angka ini juga menunjukkan keterlibatan Tiongkok dalam menangani tantangan global, seperti kenaikan permintaan barang dan kebutuhan untuk mempercepat pengiriman.

Pelabuhan otomatis dan teknologi pengelolaan modern

Li Xinghu menambahkan bahwa hingga 2025, Tiongkok telah mengoperasikan 60 terminal terotomatisasi di seluruh wilayah negara, termasuk 30 terminal peti kemas yang menggunakan teknologi otomatis. Penggunaan teknologi ini mempercepat proses pemuatan dan penurunan barang, mengurangi kesalahan manusia, dan meningkatkan keandalan operasional pelabuhan. Selain itu, terminal otomatis juga membantu mengoptimalkan penggunaan sumber daya, seperti tenaga kerja dan energi, dalam rangka mencapai target pertumbuhan ekonomi.

Adopsi teknologi otomatis tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga menunjukkan komitmen Tiongkok untuk memimpin dalam inovasi transportasi. Dengan meningkatkan kapasitas teknologi dan infrastruktur, pelabuhan-pelabuhan Tiongkok dapat menyesuaikan diri dengan dinamika ekonomi global yang terus berubah. Kontribusi pelabuhan otomatis ini diharapkan menjadi pendorong utama dalam menurunkan biaya logistik dan mempercepat waktu pengiriman barang ke berbagai pasar.

Dalam konteks lebih luas, keberhasilan Tiongkok dalam mengembangkan pelabuhan terotomatis dan meningkatkan throughput kargo menunjukkan bahwa negara ini terus berupaya untuk menjadi pusat logistik utama di Asia dan dunia. Dominasi ini juga didukung oleh investasi besar dalam pembangunan pelabuhan baru, pemeliharaan infrastruktur lama, serta penerapan standar internasional. Dengan demikian, Tiongkok tidak hanya membangun kapasitas fisik, tetapi juga membangun sistem yang lebih terpadu dan efektif.

Pengembangan pelabuhan dan jaringan air di Tiongkok tidak terlepas dari strategi ekonomi jangka panjang negara tersebut. Dalam Rencana Lima Tahun ke-14, prioritas utama adalah meningkatkan keterhubungan antar daerah serta memperkuat peran pelabuhan sebagai pintu masuk dan keluar barang. Hasilnya, Tiongkok berhasil menyelesaikan proyek-proyek besar yang melibatkan pembangunan dermaga dan pengelolaan jalur air, sehingga menciptakan ekosistem transportasi yang lebih solid.

Sebagai contoh, peningkatan jalur air kelas tinggi menjadi 18.500 kilometer menunjukkan kemajuan signifikan dalam menghubungkan berbagai daerah secara efisien. Dengan jalur ini, transportasi laut menjadi lebih cepat dan terjangkau, meningkatkan daya saing Tiongkok dalam perdagangan internasional. Selain itu, jumlah terminal otomatis yang mencapai 60 unit menunjukkan bagaimana Tiongkok mengadopsi teknologi modern untuk meningkatkan produktivitas

Leave a Comment