Lintas Kota

New Policy: Pemprov DKI siap bekali pengemudi ojol tentang keselamatan berkendara

Pemprov DKI Perkenalkan Program Pelatihan untuk Pengemudi Ojol New Policy - Jakarta, Kamis – Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah merancang program pelatihan

Desk Lintas Kota
Published July 2, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Pemprov DKI Perkenalkan Program Pelatihan untuk Pengemudi Ojol

New Policy – Jakarta, Kamis – Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah merancang program pelatihan khusus bagi para pengemudi ojek online (ojol) untuk meningkatkan kesadaran akan keselamatan berkendara, etika lalu lintas, serta standar pelayanan kepada pengguna. Program ini diberi nama “Ojol Pelopor” dan bertujuan mengubah peran para pengemudi ojol menjadi pemandu keselamatan dalam sistem transportasi ibu kota. “Tujuan dari program ini adalah membangun kesadaran pengemudi ojol sebagai duta keselamatan lalu lintas,” jelas Edy Sufa’at, Kepala Unit Pengelola Sistem Pengendalian Lalu Lintas Dinas Perhubungan DKI, dalam siniar yang diselenggarakan Pemprov DKI Jakarta.

Model Pelatihan yang Adaptif

Program “Ojol Pelopor” mengambil konsep dari pelatihan “Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas” yang sebelumnya dilaksanakan untuk siswa. Namun, adaptaasi ini disesuaikan dengan dinamika pengemudi ojol yang berbeda. “Pelatihan ini mencakup seleksi peserta, pembekalan intensif, dan kampanye keselamatan untuk membentuk model yang lebih efektif,” tambah Edy. Proses seleksi akan memastikan para pengemudi yang terpilih memiliki kesadaran tinggi terhadap prinsip keselamatan dan tanggung jawab sosial.

Edy menekankan bahwa program ini dirancang untuk menciptakan perubahan positif dalam lingkungan sosial. “Ojol Pelopor memungkinkan para pengemudi menjadi teladan dalam komunitas mereka, terutama karena mereka aktif berinteraksi langsung dengan masyarakat sehari-hari,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa program ini akan dilaksanakan secara rutin, sehingga masyarakat bisa merasakan manfaat dari tindakan yang dilakukan para pengemudi ojol.

Berdasarkan data yang diperoleh pada tahun 2025, jumlah pengemudi ojol aktif dan semi aktif di Jakarta mencapai 200 ribu hingga 300 ribu orang. Dinas Perhubungan DKI mencatat bahwa kehadiran para pengemudi ojol telah memberikan dampak signifikan terhadap mobilitas warga. Terutama dalam menyediakan layanan yang menghubungkan antar titik akhir perjalanan, seperti first mile dan last mile. Layanan ini sangat penting untuk memudahkan akses masyarakat ke angkutan umum, terutama di area-area yang sulit dicapai dengan kendaraan umum tradisional.

Dengan berbagai peran yang kompleks, pengemudi ojol dianggap memiliki posisi strategis dalam menjaga kestabilan sistem transportasi Jakarta. Mereka menjadi bagian dari ekosistem yang dinamis, yang berinteraksi langsung dengan pengguna sehari-hari. “Pengemudi ojol sangat berpengaruh dalam membangun lingkungan jalan yang aman dan tertib,” kata Edy. Oleh karena itu, Dinas Perhubungan DKI Jakarta berupaya memperkuat keberadaan mereka melalui pelatihan yang lebih terarah.

Etika dan Pelayanan sebagai Fokus Utama

Program “Ojol Pelopor” tidak hanya menekankan pada keselamatan berkendara, tetapi juga mengajarkan etika berlalu lintas dan pelayanan kepada pelanggan. Edy menyebutkan bahwa para pengemudi ojol diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan mereka, seperti menjaga kebersihan kendaraan, mematuhi aturan lalu lintas, serta memberikan pengalaman berkendara yang nyaman bagi pengguna. “Ini adalah langkah penting untuk mewujudkan transportasi yang lebih humanis,” ujarnya.

Pelatihan ini juga mencakup pemahaman tentang mekanisme transportasi perkotaan, termasuk pengelolaan alur lalu lintas dan peningkatan kesadaran akan peran masyarakat dalam penggunaan layanan ojol. Edy menambahkan bahwa para pengemudi akan diajarkan cara mengoptimalkan titik jemput (pick-up point) yang tersedia, sehingga meminimalkan kemacetan dan meningkatkan efisiensi perjalanan. “Dengan mematuhi titik jemput, pengemudi bisa mengurangi kepadatan lalu lintas,” katanya.

Berdasarkan pengamatan, Dinas Perhubungan DKI Jakarta menilai bahwa tingkat aktivitas pengemudi ojol di jalan sangat tinggi. Dengan kondisi ini, mereka memegang peran penting dalam memastikan aksesibilitas transportasi bagi seluruh lapisan masyarakat. Edy menekankan bahwa selain menjadi pengemudi, para peserta program ini juga diharapkan menjadi “duta” dalam membentuk budaya berkendara yang lebih baik.

Kemitraan untuk Perbaikan Transportasi

Dinas Perhubungan DKI Jakarta menawarkan program ini sebagai bagian dari upaya bersama dalam mendorong perubahan positif. “Kami mengajak para pengemudi ojol untuk bekerja sama membangun budaya lalu lintas yang lebih baik,” kata Edy. Ia menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas, seperti menghindari kecepatan berlebihan, menggunakan helm dengan benar, dan menghormati kepentingan pengguna lain.

Program “Ojol Pelopor” juga menggabungkan aspek pendidikan dan sosialisasi. Dengan melibatkan para pengemudi dalam proses pelatihan, Dinas Perhubungan DKI berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih harmonis antara pengemudi, pengguna, dan pengelola transportasi. “Insya Allah, program ini akan berjalan secara berkala, sehingga terus-menerus memberikan dampak positif,” ujarnya.

Edy menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya bermanfaat bagi pengemudi ojol, tetapi juga membantu masyarakat dalam memahami dinamika transportasi modern. “Dengan kesadaran yang baik, pengguna bisa lebih bijak dalam memilih layanan ojol,” tambahnya. Diharapkan, keberadaan para pengemudi ojol yang terlatih akan meningkatkan kualitas layanan secara keseluruhan, sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan dan kesalahan pengemudi.

Dalam masa depan, Dinas Perhubungan DKI berencana memperluas program ini ke berbagai wilayah. “Kami ingin semua pengemudi ojol memiliki kesempatan untuk terlibat dalam program ini, sehingga menciptakan efek domino positif dalam lingkungan lalu lintas,” kata Edy. Ia juga berharap program ini bisa menjadi contoh bagi kota-kota lain yang sedang menghadapi tantangan serupa dalam mengelola transportasi perkotaan.

Leave a Comment