Bisnis

Meeting Results: Apkasi dorong perdagangan antardaerah perkuat ketahanan ekonomi

Apkasi Dorong Perdagangan Antardaerah Perkuat Ketahanan Ekonomi Meeting Results - Dalam upayanya meningkatkan daya tahan perekonomian nasional, Asosiasi

Desk Bisnis
Published July 5, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Apkasi Dorong Perdagangan Antardaerah Perkuat Ketahanan Ekonomi

Meeting Results – Dalam upayanya meningkatkan daya tahan perekonomian nasional, Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) menekankan pentingnya pengembangan perdagangan antar daerah. Perkembangan ini dianggap sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada pasar eksternal dan memperkuat ekonomi lokal. Ketua Umum Apkasi, Bursah Zarnubi, menyatakan bahwa optimasi pasar domestik harus menjadi prioritas, terutama dalam kondisi ketidakpastian perekonomian global yang terus berlangsung.

Strategi Utama yang Diterapkan

Bursah menekankan beberapa aspek kunci dalam penguatan perdagangan antar daerah. Pertama, memperbaiki konektivitas antarkabupaten agar alur distribusi barang lebih efisien. Kedua, memangkas rantai pasok untuk mengurangi biaya dan waktu pengiriman. Ketiga, mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah agar nilai tambah bisa tinggal di wilayah produksi. “Pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dapat tercapai jika daerah-daerah saling terhubung melalui perdagangan internal,” ujar Bursah dalam pernyataan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu.

Menurut Bursah, kolaborasi antar daerah adalah kunci untuk menjaga ketersediaan pangan dan mengendalikan inflasi di tingkat lokal. Ia menambahkan bahwa daerah yang memiliki surplus produksi harus terus berhubungan dengan wilayah yang membutuhkan pasokan. “Dengan pola ini, ekonomi nasional akan lebih stabil karena barang yang dibutuhkan bisa didapatkan secara langsung dari sumber produksi,” tuturnya. Contoh nyata, menurutnya, adalah ketergantungan daerah-daerah pada komoditas pertanian, perkebunan, dan perikanan yang jika diintegrasikan akan menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kuat.

Kebutuhan Pasar dan Potensi Daerah

Bursah menyebutkan bahwa keberhasilan penguatan perdagangan antar daerah bergantung pada sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan calon investor. “Kerja sama yang terjalin secara langsung akan memastikan transaksi nyata dan hilirisasi yang berkelanjutan,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya bergantung pada sektor ekstraktif atau penjualan komoditas mentah. “Industri pengolahan perlu tumbuh dekat dengan sentra produksi agar mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan warga,” katanya.

Sebagai contoh, Bursah mengambil kasus Kabupaten Lahat yang memiliki produksi kopi sekitar 300.000 ton per tahun. Ia berharap komoditas ini dapat dikembangkan melalui industri hilir agar nilai tambahnya tinggal di daerah asal. “Dengan mengolah kopi di Lahat, masyarakat bisa mendapatkan pekerjaan dan ekonomi kabupaten akan semakin kuat,” jelasnya. Kebutuhan ini menunjukkan bahwa daerah-daerah dengan komoditas unggulan perlu membangun kerja sama yang lebih intensif dengan pihak-pihak yang siap memanfaatkan potensi tersebut.

Upaya Apkasi dalam Membangun Jaringan Ekonomi

Direktur Eksekutif Apkasi, Sarman Simanjorang, menjelaskan bahwa penguatan perdagangan antar daerah dilakukan melalui konsep supply meeting demand. Ini berarti mempertemukan kebutuhan pasar dengan kapasitas produksi daerah. “Kerja sama seperti ini akan memastikan komoditas yang dihasilkan bisa langsung mencapai konsumen yang membutuhkan,” kata Sarman.

Sarman menyoroti sejumlah kabupaten yang memiliki potensi besar dalam ekspor komoditas unggulan. Contohnya, Kabupaten Banyuasin yang menghasilkan beras, kelapa dalam, dan udang. Kabupaten Gorontalo dan Brebes juga disebut sebagai daerah dengan produk pertanian yang menjanjikan. “Dengan membangun jaringan ekonomi yang terpadu, daerah-daerah bisa memperkuat posisi mereka dalam pasar nasional,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Kabupaten Deli Serdang, sebagai wilayah penyangga Kota Medan, memiliki keunggulan dalam sektor pertanian dan perkebunan yang bisa dimanfaatkan untuk menjaga ketersediaan bahan pangan.

Kerja Sama Daerah dalam Forum Bisnis

Salah satu inisiatif Apkasi dalam mendorong kolaborasi antar daerah adalah melalui Forum Bisnis Daerah (Forbisda) 2026. Forum ini digelar bersama Kadin Indonesia di Deli Serdang, Sumatera Utara, dan menjadi platform untuk menjajaki kesepakatan perdagangan. Dalam forum tersebut, pihak pemerintah kabupaten dipertemukan langsung dengan pelaku usaha nasional, dengan tujuan mempercepat pemasaran dan hilirisasi komoditas unggulan.

Sarman menyebutkan bahwa Forbisda 2026 berhasil menciptakan beberapa kerja sama strategis. Contohnya, Deli Serdang dan Simalungun berkomitmen untuk mendukung pengendalian inflasi, sementara Simalungun dan Langkat berupaya meningkatkan perdagangan regional. “Kesepakatan seperti ini menunjukkan bahwa daerah-daerah bisa berkolaborasi tanpa harus bergantung pada pasar luar negeri,” ujarnya. Selain itu, forum tersebut juga menjadi ajang untuk menegaskan kebutuhan distribusi pangan yang lebih cepat.

Salah satu contoh nyata kerja sama yang muncul adalah antara pelaku usaha di Sumatera Utara dengan Kabupaten Brebes untuk pengembangan komoditas bawang merah. Sarman menjelaskan bahwa pertemuan langsung antara produsen dan pembeli memastikan pasokan komoditas tetap stabil dan harga tidak terlalu fluktuatif. “Dengan memperpendek rantai pasok, biaya distribusi bisa ditekan, dan masyarakat mendapatkan akses lebih baik ke barang-barang pokok,” katanya.

Potensi dan Tantangan yang Dihadapi

Sarman menambahkan bahwa Apkasi terus memperluas jaringan kerja sama antar daerah untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih terpadu. Ia menilai bahwa inisiatif seperti Forbisda 2026 menjadi langkah penting dalam mendorong integrasi pasar domestik. “Ketahanan ekonomi nasional akan tercapai jika semua kabupaten berperan aktif dalam perdagangan internal,” ujarnya.

Tantangan utama, menurut Sarman, adalah kesenjangan informasi antara produsen dan konsumen, serta kurangnya keterlibatan dunia usaha dalam penguatan pasar lokal. Untuk mengatasi ini, Apkasi mengusulkan adanya penguatan infrastruktur logistik dan pengembangan kebijakan yang mendukung pertukaran barang antar daerah. “Kabupaten harus menjadi pusat pengembangan ekonomi, bukan hanya penyangga perusahaan besar,” katanya.

Dalam rangka mendorong keterlibatan dunia usaha, Sarman menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan perusahaan-perusahaan lokal. “Dengan menggandeng pelaku usaha, daerah bisa mempercepat proses hilirisasi dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” jelasnya. Ia juga menekankan bahwa pendekatan ini akan memastikan keberlanjutan ekonomi daerah dalam jangka panjang.

Kesimpulan dan Harapan Masa Depan

Bursah Zarnubi mengharapkan bahwa pendekatan perdagangan antar daerah akan menjadi fondasi utama dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional. “Kabupaten harus berperan dalam menciptakan ekosistem yang mandiri dan saling menguntungkan,” katanya.

Leave a Comment