Special Plan: Unhas Luncurkan Aplikasi Sea-to-Table untuk UMKM Pesisir
Special Plan – Makassar kembali mencatatkan sejarah dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir melalui peluncuran platform digital inovatif yang dikembangkan oleh tim pengabdian Universitas Hasanuddin. Aplikasi “Sea-to-Table” ini hadir sebagai terobosan yang menghubungkan langsung produk-produk kuliner laut dari Pulau Barrang Caddi, Makassar, Sulawesi Selatan, dengan konsumen modern secara praktis. Melalui Special Plan ini, ekosistem usaha yang tercipta tidak hanya menyediakan ruang pemasaran online, tetapi juga mempertemukan potensi lokal, pelaku UMKM, dan peluang pasar dalam satu rantai nilai yang saling memperkuat.
Potensi Besar Masyarakat Pesisir yang Perlu Dimaksimalkan
Prof Dr Seniwati, Ketua Tim Pengabdian Unhas, menjelaskan bahwa masyarakat pesisir memiliki modal utama yang sangat berharga dalam mengembangkan usaha berbasis hasil laut. Dalam keterangannya di Makassar pada hari Kamis, beliau menekankan bahwa kekayaan sumber daya laut serta keterampilan tradisional dalam mengolah hasil perikanan menjadi berbagai produk bernilai jual tinggi merupakan aset yang belum tergarap secara optimal. Special Plan menjadi katalisator untuk memaksimalkan potensi tersebut melalui pendekatan yang tepat.
Masyarakat pesisir sebenarnya memiliki modal utama berupa sumber daya laut yang melimpah dan keterampilan mengolah hasil perikanan menjadi produk yang bernilai jual.
Tantangan terbesar yang dihadapi komunitas ini bukanlah pada ketersediaan bahan baku atau keahlian mengolah, melainkan pada kemampuan bersaing di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin mengandalkan teknologi digital. Transformasi ini menuntut adanya pendekatan baru yang mampu menjembatani kesenjangan antara tradisi dan modernitas, sekaligus memastikan bahwa masyarakat pesisir tidak tertinggal dalam era digitalisasi.
Pendekatan Holistik dalam Pemberdayaan Komunitas
Sebelum memperkenalkan platform digital Sea-to-Table, tim pengabdian Unhas melakukan serangkaian persiapan komprehensif. Masyarakat terlebih dahulu dibekali dengan berbagai keterampilan yang menjadi fondasi penting bagi pengembangan usaha mereka ke depan. Mulai dari strategi pemasaran yang efektif, teknik penentuan harga yang kompetitif, hingga penguatan merek atau branding agar produk mereka lebih mudah dikenali oleh konsumen. Melalui Special Plan, setiap aspek pemberdayaan dirancang secara terintegrasi.
Selain aspek pemasaran, teknik pengemasan produk juga menjadi perhatian utama. Pengemasan yang menarik dan fungsional dapat meningkatkan daya tarik produk di mata konsumen modern. Peningkatan kualitas olahan hasil laut juga dilakukan secara bertahap agar produk yang dihasilkan memenuhi standar yang diharapkan oleh pasar. Tidak ketinggalan, pemanfaatan media sosial dan marketplace sebagai media promosi menjadi salah satu komponen kunci dalam strategi digital yang diterapkan.
Transformasi Digital yang Beriringan dengan Peningkatan Kapasitas SDM
Pendekatan yang dirancang oleh tim Unhas ini memiliki filosofi bahwa transformasi digital tidak boleh berjalan sendiri, melainkan harus beriringan dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan potensi usaha mereka secara optimal. Platform Sea-to-Table menjadi wujud nyata dari upaya tersebut, di mana teknologi digital digunakan sebagai alat untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir Pulau Barrang Caddi.
Inisiatif ini juga membuka peluang bagi UMKM lokal untuk berkembang lebih pesat dengan memanfaatkan infrastruktur digital yang tersedia. Melalui platform ini, produk-produk khas pesisir dapat diakses oleh konsumen di berbagai wilayah tanpa harus melalui perantara yang banyak, sehingga nilai tambah yang diperoleh oleh produsen menjadi lebih besar. Hal ini sejalan dengan visi Unhas untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan ekonomi masyarakat melalui pendekatan berbasis komunitas yang berkelanjutan dan inklusif. Special Plan menjadi bukti nyata bahwa pemberdayaan masyarakat pesisir dapat dilakukan secara efektif melalui sinergi antara teknologi dan potensi lokal.
