Pemkot Makassar kurasi potensi investasi daerah untuk IGS 2026
Pemkot Makassar kurasi potensi investasi daerah untuk IGS 2026
Pemkot Makassar kurasi potensi investasi daerah – Kota Makassar, yang berada di provinsi Sulawesi Selatan, tengah berupaya memperkuat daya tariknya sebagai lokasi investasi menarik melalui penyusunan profil daerah yang lebih menarik dan terstruktur. Fokus utama Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam persiapan acara Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 melibatkan pengorganisasian data potensi ekonomi dan kelembagaan lokal yang dapat dipresentasikan kepada calon investor asing. Acara ini direncanakan berlangsung pada 23 hingga 25 Juni 2026, dengan harapan menjadi platform strategis untuk mendorong kerja sama ekonomi antarbangsa.
Proses Kurasi Profil Potensi Investasi
Dalam upayanya, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Makassar, yang dipimpin Mario Said, tengah melakukan penyusunan profil yang lebih komprehensif. Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa potensi investasi yang ditampilkan mampu menggambarkan kemampuan kota ini dalam menyediakan lingkungan bisnis yang mendukung pertumbuhan sektor usaha. “Kita sedang fokus pada pengembangan profil yang lebih profesional dan berkelanjutan,” kata Mario Said saat diwawancara Rabu lalu. Ia menjelaskan bahwa selain memperlihatkan sektor-sektor utama, pihaknya juga menyiapkan presentasi tentang pelaku usaha lokal yang potensial untuk dikembangkan.
“Ini juga akan melalui proses kurasi bersama Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), untuk memastikan perusahaan yang ditampilkan benar-benar siap menjalin kerja sama internasional,” jelas Mario Said.
Persiapan ini tidak hanya mencakup aspek teknis seperti data statistik ekonomi, tetapi juga melibatkan evaluasi kelayakan perusahaan yang akan dipromosikan. Dengan demikian, setiap profil yang disusun dirancang untuk menjadi alat persuasif yang menarik minat investor dari luar negeri. Pemkot Makassar juga mengupayakan kejelasan tentang kebijakan pemerintah dalam penanaman modal, termasuk fasilitas dan insentif yang bisa diberikan kepada pengusaha asing.
Target Pelaku Usaha Lokal
Di samping perusahaan besar, Pemkot Makassar juga memperhatikan peran perusahaan-perusahaan menengah dan kecil. Penekanan pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi bagian penting dari strategi ini, karena sektor tersebut dikenal sebagai tulang punggung perekonomian lokal. Mario Said mengatakan bahwa UMKM serta perusahaan swasta akan menjadi fokus utama dalam promosi. “Kita ingin menunjukkan bahwa Makassar tidak hanya memiliki potensi pada industri besar, tetapi juga kreativitas dan inovasi dari usaha kecil,” tuturnya.
Kurasi yang dilakukan menuntut proses seleksi ketat untuk memastikan bahwa setiap perusahaan yang dipilih memiliki rekam jejak yang baik dan kemampuan untuk berkompetisi secara nasional maupun internasional. Selain itu, profil usaha tersebut juga harus menggambarkan nilai tambah yang bisa diperoleh dari investasi di kota ini. Contohnya, Makassar dikenal sebagai pusat industri pangan dan pariwisata, yang bisa menjadi poin kunci dalam promosi.
Dalam konteks IGS 2026, yang merupakan seri acara yang melibatkan kerja sama pemerintah dengan sektor swasta untuk memperkenalkan industri kuliner dan pertanian kepada dunia internasional, Makassar ingin menunjukkan kesiapan daerahnya sebagai tempat investasi yang dinamis. Pemkot Makassar berharap bahwa melalui acara ini, kelebihan kota seperti sumber daya manusia, infrastruktur, dan akses ke pasar nasional bisa lebih dikenal. “Kita ingin membangun kesan bahwa Makassar tidak hanya terkenal dengan keindahan alamnya, tetapi juga kemampuan dalam mengembangkan usaha yang berkelanjutan,” tambah Mario Said.
Kemitraan dengan Kemenlu
Kolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri menjadi langkah penting dalam memastikan profil yang disusun dapat menarik minat investor asing. Dengan kehadiran Kemenlu, Pemkot Makassar berharap dapat memberikan penjelasan yang lebih akurat tentang tantangan dan peluang dalam sektor penanaman modal. “Kerja sama ini membantu memperkuat presentasi kita dengan data yang lebih menyeluruh dan memenuhi standar internasional,” ujarnya.
Persiapan ini juga melibatkan evaluasi terhadap potensi daerah, seperti ketersediaan bahan baku, kemudahan pengurusan izin, dan kemampuan daerah dalam memenuhi standar kebersihan dan kualitas produk. Mario Said menekankan bahwa pemilihan perusahaan yang dipromosikan tidak hanya berdasarkan ukuran, tetapi juga berdasarkan kelayakan untuk berkembang dalam skala nasional dan internasional. “Kita ingin memastikan bahwa setiap perusahaan yang ditampilkan memiliki kapasitas untuk tumbuh dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian Makassar,” jelasnya.
Sebagai bagian dari penyusunan profil, DPMPTSP Kota Makassar juga melakukan survey terhadap sektor-sektor yang berpotensi menjadi fokus investasi. Dari hasil survei tersebut, beberapa bidang seperti pertanian, kuliner, dan logistik menjadi prioritas. Mario Said menjelaskan bahwa keberhasilan IGS 2026 bergantung pada keselarasan antara data yang disajikan dengan harapan dari para investor. “Kita ingin menunjukkan bahwa Makassar mampu menjadi destinasi investasi yang menarik, baik dari segi regulasi maupun kelembagaan,” tuturnya.
Kelancaran acara IGS 2026 diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan investor asing ke Kota Makassar. Dengan promosi yang lebih sistematis, Pemkot Makassar berupaya menjawab tantangan-tantangan yang sering dihadapi oleh daerah lain dalam menarik minat dari luar negeri. Mario Said yakin bahwa melalui kolaborasi yang lebih kuat, Makassar dapat menjadi contoh sukses dalam penanaman modal di daerah yang beragam. “Kita ingin menunjukkan bahwa keberagaman Makassar bukanlah hambatan, tetapi justru menjadi keunggulan dalam menarik berbagai jenis investor,” pungkasnya.
Dalam jangka panjang, pemkot berharap bahwa kegiatan seperti IGS 2026 bisa memperkuat ekosistem bisnis lokal, termasuk memberikan ruang bagi UMKM untuk berkembang melalui kerja sama dengan pengusaha besar. Pemkot Makassar juga berencana untuk memanfaatkan keberhasilan ini sebagai langkah awal menuju peningkatan kualitas pelayanan investasi yang lebih optimal. “Kita akan terus memperbaiki sistem dan memastikan bahwa Makassar tetap menjadi pilihan utama bagi investor,” tegas Mario Said.
