Special Plan: BPDP terus promosikan produk UMKM sawit diterima pasar internasional
BPDP terus promosikan produk UMKM sawit diterima pasar internasional
Special Plan – Jakarta – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), yang berstatus sebagai Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan, tetap berupaya untuk memperkenalkan secara berkelanjutan berbagai inovasi dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang menggunakan bahan baku kelapa sawit. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menjelaskan bahwa salah satu strategi yang diterapkan adalah mengajak UMKM lokal untuk berpartisipasi dalam acara pameran internasional seperti PALMEX Jakarta 2026. Acara tersebut, kata Helmi, menjadi momentum penting untuk mewujudkan sinergi antara BPDP dengan peserta pameran lainnya yang berasal dari sekitar 30 negara di dunia, terutama dalam bidang teknologi industri kelapa sawit.
Upaya BPDP dalam Mendorong Pemasyarakatan Produk UMKM Sawit
Dalam wawancaranya di Jakarta, Jumat, Helmi menyatakan bahwa BPDP berkomitmen untuk memperkuat peran strategis sektor kelapa sawit sebagai salah satu aktor utama pembangunan ekonomi. Dengan memfasilitasi hilirisasi sawit di tingkat UMKM dan pemberdayaan koperasi petani, BPDP bertujuan mendorong pertumbuhan industri yang lebih berkelanjutan. “Kami terus berupaya membangun jaringan kolaborasi antara mitra BPDP dan peserta pameran internasional guna mewujudkan inovasi yang selaras dengan kebutuhan pasar global,” tambah Helmi.
“Sebagai salah satu aktor utama pembangunan sektor sawit, kami terus memperkuat peran strategis sektor ini terutama dengan menggerakkan hilirisasi sawit skala UMKM dan Pemberdayaan UMKM serta Koperasi Petani Komoditas Perkebunan,” katanya.
Inovasi Produk Ramah Lingkungan dari UMKM Mitra BPDP
Sebagai bagian dari upaya tersebut, BPDP menghadirkan sejumlah inovasi berbasis lingkungan yang dikembangkan oleh UMKM mitra. Produk-produk ini, seperti pupuk cair organik yang berasal dari limbah cair kelapa sawit, biodegradable mulsa, fungisida alami, bio baby bag yang dirancang untuk proses perawatan tanaman, kompos, serta biochar dari cangkang sawit, menunjukkan komitmen BPDP dalam mengubah sisa-sisa industri menjadi bahan baku bernilai tambah.
“Keikutsertaan kami dalam kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan produk-produk inovatif yang dihasilkan oleh UMKM mitra BPDP agar bisa dikenal secara luas dan melakukan ekspansi produk pada skala internasional,” katanya.
Pameran di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran menjadi ajang pengenalan produk-produk unggulan tersebut. Helmi menekankan bahwa inovasi ini bukan hanya menguntungkan ekonomi lokal, tetapi juga membantu mengurangi dampak lingkungan dari produksi kelapa sawit. “Dengan memanfaatkan limbah sawit, kita bisa menciptakan solusi yang lebih ramah bumi sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi UMKM,” jelas Helmi.
Pameran di Gedung SMESCO Indonesia sebagai Platform Penguatan UKMK
Selain berpartisipasi dalam kegiatan PALMEX Jakarta 2026, dukungan BPDP terhadap pengembangan produk turunan kelapa sawit juga diwujudkan melalui kehadiran Roemah Perkebunan BPDP di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta. Di sana, berbagai produk hasil inovasi dari UMKM dan mitra binaan BPDP dipamerkan, seperti batik yang terbuat dari bahan sawit, kerajinan dari lidi kelapa sawit, hingga dekorasi rumah yang ramah lingkungan. “BPDP selalu memberikan peluang nyata bagi pelaku UKMK untuk mengembangkan produk turunan sawit,” katanya.
Kehadiran BPDP di SMESCO Indonesia tidak hanya menunjukkan kepercayaan terhadap kualitas produk UMKM, tetapi juga membuka peluang kerja sama dengan pelaku industri lain. Helmi menambahkan bahwa pameran ini menjadi sarana untuk menarik minat investor dan pihak-pihak yang ingin memperluas pasar produk sawit. “Kolaborasi ini diharapkan mendorong pertumbuhan sektor sawit yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” terangnya.
BPDP juga fokus pada penguatan ekosistem UMKM melalui pemberdayaan koperasi petani. Upaya ini bertujuan mengintegrasikan kegiatan produksi sawit dengan kebutuhan pasar yang semakin dinamis. “Dengan menekankan inovasi dan keberlanjutan, kita bisa menciptakan produk yang diminati oleh konsumen internasional sekaligus mendukung perekonomian daerah,” kata Helmi.
Potensi Ekspor Produk Sawit dari UMKM
Menurut Helmi, potensi ekspor produk sawit dari UMKM sangat besar jika didukung dengan strategi pemasaran yang tepat. Ia mencontohkan bahwa produk inovatif seperti pupuk cair organik dan biochar tidak hanya diminati di dalam negeri, tetapi juga menunjukkan daya tarik di pasar internasional. “Produk-produk ini bisa menjadi jembatan untuk UMKM Indonesia menembus pasar global dengan harga kompetitif dan kualitas tinggi,” tambahnya.
Dalam konteks globalisasi, BPDP berperan sebagai pemandu bagi UMKM dalam membangun jaringan distribusi dan meningkatkan daya saing. Helmi menekankan bahwa keikutsertaan UMKM dalam pameran internasional seperti PALMEX Jakarta
