Minibus terbakar di Kembangan Jakbar – petugas temukan jeriken berisi bensin
Minibus terbakar di Kembangan Jakbar, petugas temukan jeriken berisi bensin
Minibus terbakar di Kembangan Jakbar – Jakarta, Sabtu malam — Sebuah minibus dengan nomor polisi B 1342 CKV mengalami kebakaran di Jalan Kembangan Raya, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat. Peristiwa tersebut terjadi saat kendaraan berwarna putih itu sedang berhenti di depan sebuah rumah toko (ruko). Api yang membara mengguncang perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas, dengan sejumlah pengendara berhenti untuk mengamati proses pemadaman. Meski belum ada penjelasan pasti tentang asal-usul api, beberapa saksi menyebutkan bahwa kejadian tersebut memicu reaksi cepat dari para warga sekitar.
Pengendara tak tahu penyebab kebakaran
Seorang warga setempat, Fauzan, mengungkapkan bahwa ia tidak mengetahui secara pasti bagaimana kebakaran terjadi. Menurut Fauzan, saat tiba di lokasi, api sudah membesar dan warga sekitar berteriak meminta bantuan. “Saya tidak tahu awalnya bagaimana. Sampai sini sudah terbakar. Damkar juga sudah mulai memadamkannya,” ujarnya kepada wartawan di lokasi kejadian. Fauzan menambahkan bahwa api terlihat cukup cepat menyebar, hampir mengancam bangunan di sekitar ruko yang menjadi tempat parkir kendaraan tersebut.
“Enggak tahu juga awalnya bagaimana. Sampai sini sudah kebakar. Damkar juga tadi sudah mulai padamkan,” kata Fauzan kepada wartawan di lokasi.
Di lokasi, petugas pemadam kebakaran dari Sektor Kembangan tiba dengan cepat untuk mengatasi kebakaran. Karena ditemukan adanya bahan mudah terbakar di dalam kendaraan, para petugas memilih menggunakan cairan busa atau foam untuk memadamkan kobaran api. Dalam proses ini, mereka juga memastikan keamanan sekitar dan mencegah penyebaran api ke area lain. Diperkirakan, pemadaman memakan waktu sekitar 30 menit sebelum api benar-benar dijinakkan.
Penggunaan jeriken bensin jadi perhatian
Kepala Sektor Pemadam Kebakaran Kembangan, Hasan, mengungkapkan bahwa petugas menemukan sejumlah jeriken berisi bensin di dalam kendaraan yang terbakar. Menurutnya, kendaraan tersebut diduga digunakan untuk mengangkut bahan bakar minyak (BBM). “Di dalam kendaraan terdapat beberapa jeriken bensin. Namun, belum diketahui jenis bensin yang dibawa,” jelas Hasan. Ia menambahkan bahwa adanya jeriken bensin memperlihatkan kemungkinan besar kebakaran disebabkan oleh kebocoran bahan bakar yang terjadi selama kendaraan berada di dekat bangunan ruko.
Dalam pengamatan awal, api diduga berasal dari kantong bensin yang terletak di bagian belakang minibus. Petugas memperhatikan bahwa bahan bakar tersebut bisa melepaskan api dengan cepat, terutama karena kondisi cuaca yang kering pada malam hari. “Kendaraan itu sedang parkir di dekat bangunan. Bensin yang terdapat di dalam jeriken bisa menyebar ke sekitar jika tidak segera dipadamkan,” kata Hasan. Ia menekankan bahwa penanganan kebakaran dilakukan dengan hati-hati agar tidak menimbulkan risiko lebih besar bagi warga maupun lingkungan sekitar.
Langkah pencegahan dan kerja sama dengan warga
Pada saat kebakaran terjadi, para petugas tidak hanya fokus pada pemadaman, tetapi juga mengumpulkan informasi dari warga sekitar. Dalam proses ini, sejumlah saksi seperti Fauzan memberikan keterangan mengenai kondisi awal kebakaran. Hasan menjelaskan bahwa para petugas langsung memeriksa kendaraan untuk menemukan sumber api. “Api muncul dari area belakang minibus. Kami menyelidiki apakah ada sumber lain yang memicu api, seperti kabel terbakar atau alat elektronik,” katanya.
Sebagai langkah pencegahan, petugas juga memberi peringatan kepada warga di sekitar untuk menjauh dari area yang berpotensi meledak. Karena bensin merupakan bahan yang mudah bereaksi dengan api, para petugas memastikan bahwa tidak ada warga yang terkena dampak langsung dari kebakaran. “Kami menggunakan foam karena bahan bakar di dalam kendaraan cukup banyak. Foam bisa mencegah api merambat ke bagian lain yang lebih rentan terbakar,” jelas Hasan. Dengan bantuan warga yang berada di sekitar, pemadaman berjalan lancar meski membutuhkan waktu beberapa puluh menit.
Kebakaran berdampak pada lalu lintas
Karena kebakaran memakan waktu sekitar 30 menit, arus lalu lintas di sekitar Jalan Kembangan Raya sempat terganggu. Pihak kepolisian mengambil langkah untuk menutup sementara jalur dari arah Puri Kembangan menuju Kantor Wali Kota Jakarta Barat. “Kami mengatur lalu lintas agar kendaraan lain tidak terjebak dalam keadaan darurat,” kata petugas lalu lintas setempat. Keputusan ini diambil karena api mengancam lalu lintas dan mungkin menyebabkan kecelakaan tambahan.
Hasan juga menyebutkan bahwa pihak kepolisian dan petugas pemadam kerja sama dalam menangani kebakaran tersebut. “Polisi sudah mengerahkan anggota untuk mengawasi sekitar dan mencegah kecelakaan lain,” ujarnya. Dalam proses penyelidikan, para petugas memeriksa sumber api, serta mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan untuk menentukan penyebab kebakaran. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih memeriksa keterangan dari saksi dan menyelidiki keberadaan pemilik minibus tersebut.
Penyebab kebakaran masih dalam investigasi
Pengemudi minibus atau pemilik kendaraan belum diketahui secara pasti. Menurut Hasan, kepolisian sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui apakah kebakaran terjadi karena kebocoran bensin, korsleting listrik, atau faktor lain. “Kami juga memeriksa apakah ada saksi mata yang melihat kejadian tersebut sejak awal,” katanya. Selain itu, para petugas juga mengecek kendaraan untuk melihat apakah ada bekas percikan api atau penumpukan bahan bakar yang bisa menjadi penyebab.
Hasan menekankan bahwa minibus yang terbakar berpotensi menyebarkan api ke sekitar karena adanya jeriken bensin di dalamnya. “Kebakaran ini bisa terjadi karena penyimpanan bensin yang tidak aman. Kami mengingatkan warga untuk tidak menyimpan bahan bakar dalam jumlah besar di dekat bangunan,” katanya. Ia berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi masyarakat sekitar agar lebih waspada terhadap risiko kebakaran di lingkungan mereka.
Sementara itu, warga sekitar mengungkapkan kekagetan mereka saat melihat api membesar dari minibus yang sebelumnya terlihat hanya sebagai kendaraan biasa. “Saya dan warga lainnya tidak menyangka bahwa minibus itu bisa terbak
