AS sita 2,7 ton kokain dari 3 kapal di lepas pantai Kolombia

AS Sita 2,7 Ton Kokain dari Tiga Kapal di Laut Kolombia

AS sita 2 7 ton kokain – Pada hari Kamis (14/5), Penjaga Pantai AS mengungkapkan telah menyita lebih dari 6.000 pon (2,7 ton) kokain bernilai hampir 46 juta dolar AS, sekitar Rp808,8 miliar, dari tiga kapal yang beroperasi di dekat pantai Kolombia. Operasi ini dilakukan oleh awak kapal Penjaga Pantai Tahoma, yang secara bersamaan menangkap tiga kapal tersebut. Penjaga Pantai AS menyatakan bahwa pencegatan ini terjadi sekitar 90 mil (144,8 kilometer) dari Cartagena, Kolombia, dan berhasil mengamankan barang bukti seberat 6.085 pon (2,76 ton) kokain.

Operasi di Laut Kolombia: Strategi dan Hasil

Menurut pernyataan resmi Penjaga Pantai AS, operasi penyitaan tersebut menghasilkan 2,3 juta dosis kokain yang berpotensi mematikan. Banyak dari dosis ini tidak akan mencapai jalanan Amerika, sehingga memiliki dampak signifikan dalam mengurangi pasokan narkoba ilegal. Dalam operasi ini, Penjaga Pantai menggunakan dua kapal kecil dan satu helikopter untuk menjalankan tugas. Dua dari tiga kapal langsung berhenti setelah diberi perintah, sementara kapal ketiga menolak mengikuti instruksi, sehingga petugas harus mengambil tindakan tegas.

Kapal ketiga yang membangkang itu menjadi sasaran tembakan dari awak udara Penjaga Pantai. Taktik penindakan ini termasuk penggunaan senjata penembak jitu yang diarahkan ke mesin kapal. Akibatnya, sejumlah awak kapal melompat ke laut untuk menyelamatkan diri. Petugas kemudian melemparkan beberapa alat pelampung pribadi ke laut, memastikan tidak ada korban luka selama operasi berlangsung.

Statistik Penyitaan Narkoba di Laut: 80 Persen Tersita di Jalur Laut

Dalam pernyataan yang sama, Penjaga Pantai AS menekankan bahwa 80 persen dari total pencegatan narkotika yang menuju Amerika terjadi di jalur laut. Fakta ini menunjukkan pentingnya operasi laut dalam upaya memerangi perdagangan narkoba ilegal. Tahun ini, AS terus memperkuat kehadiran di laut untuk memastikan barang-barang terlarang tidak sampai ke wilayah pesisir negara-negara tujuan.

Berdasarkan data dari Komando Selatan AS (SOUTHCOM), operasi serupa juga dilakukan pada 4 Mei. Pada hari itu, pasukan AS menyerang sebuah kapal yang diduga mengangkut tersangka teroris narkoba di Laut Karibia. Serangan ini menewaskan dua orang, menunjukkan tingkat intensitas tindakan pemerintah dalam memerangi ancaman narkoba. Kebijakan tersebut terus berlanjut, dengan beberapa operasi di lepas pantai Venezuela dalam 2025, di mana militer digunakan untuk menghancurkan kapal-kapal yang membawa barang bukti narkoba.

Kritik Terhadap Serangan di Laut Karibia

Langkah tegas yang diambil oleh AS, terutama dalam operasi di Laut Karibia, menuai kritik dari sejumlah anggota parlemen. Mereka menilai bahwa pemerintahan Donald Trump seharusnya memberikan penjelasan lebih rinci terkait serangan-serangan tersebut. Meski operasi berhasil mengamankan narkoba, kritikus mengkhawatirkan dampak dari penggunaan kekuatan militer di wilayah laut yang menjadi jalur perdagangan internasional.

Para anggota dewan mempertanyakan apakah penggunaan tembakan dan tindakan pencegatan yang berlebihan merugikan pihak ketiga, terutama kapal-kapal yang melintasi jalur perdagangan. Beberapa menyebutkan bahwa kebijakan ini perlu diimbangi dengan upaya diplomatik untuk mengurangi produksi narkoba di Kolombia. Namun, pihak Penjaga Pantai menegaskan bahwa tindakan ini penting untuk melindungi keamanan nasional AS dan mengurangi bahaya penggunaan narkoba di wilayah pesisir.

Konteks Penyitaan: Peran Penjaga Pantai dalam Pertahanan Wilayah Laut

Kapal-kapal yang diduga digunakan untuk penyelundupan sering kali menjadi target operasi Penjaga Pantai AS. Dalam beberapa tahun terakhir, negara ini meningkatkan kemampuan operasional di laut untuk memastikan barang bukti narkoba tidak lolos ke pasar internasional. Selain itu, penggunaan helikopter dan kapal kecil memberikan keuntungan dalam mengamankan area yang luas dan sulit dijangkau.

Kapal yang ditangkap ini kemungkinan besar merupakan bagian dari jaringan pengiriman narkoba yang mengandalkan jalur laut sebagai media transportasi. Kolombia, sebagai salah satu penghasil kokain terbesar dunia, sering kali menjadi pangkalan utama bagi barang-barang terlarang yang dikirim ke Amerika Serikat. Penjaga Pantai AS menjelaskan bahwa penyitaan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memerangi perdagangan narkoba ilegal.

Pernyataan Resmi Penjaga Pantai AS

Pada 8 Mei, awak kapal Penjaga Pantai Tahoma secara bersamaan mencegat tiga kapal yang diduga digunakan untuk penyelundupan dan membawa sekitar 6.085 pon (2,76 ton) kokain senilai hampir 45,8 juta dolar AS, sekitar 90 mil (144,8 kilometer) dari Cartagena, Kolombia. Penyitaan ini mewakili 2,3 juta dosis kokain yang berpotensi mematikan dan tidak akan sampai ke jalanan Amerika. Operasi tersebut melibatkan dua kapal kecil dan satu helikopter, dengan taktik udara diterapkan pada kapal ketiga yang menolak mengikuti perintah. Setelah beberapa temb