Pemkot Semarang gerak cepat penanganan pascabanjir Ngaliyan-Tugu

Pemkot Semarang Gerak Cepat Penanganan Pascabanjir Ngaliyan-Tugu

Pemkot Semarang gerak cepat penanganan pascabanjir – Semarang – Pemerintah Kota Semarang (Pemkot Semarang) langsung mengambil tindakan darurat setelah banjir melanda wilayah Kecamatan Tugu dan Ngaliyan, Jumat (15/5) malam. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menegaskan bahwa seluruh jajaran dinas terkait telah diberi instruksi untuk segera turun ke lapangan guna memastikan bantuan kepada warga yang terdampak. Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa upaya penanganan dilakukan secara serentak guna mengurangi dampak luapan air dan mempercepat pemulihan.

Korban dan Langkah Darurat

Banjir yang terjadi mengakibatkan kerugian signifikan, terutama di Kelurahan Mangkang Kulon. Menurut laporan terkini, sebanyak 313 kepala keluarga terkena dampak langsung dari air yang meluap dari Sungai Plumbon. Salah satu insiden yang menimbulkan kekhawatiran adalah hilangnya seorang lansia, Maryam (70 tahun), yang dilaporkan hanyut akibat jebolnya tanggul di daerah tersebut. Kejadian ini memicu perhatian serius dari Pemkot Semarang, yang langsung menyusun strategi darurat untuk mengendalikan situasi.

“Meskipun Sungai Plumbon secara teknis berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Pemkot Semarang tidak akan tinggal diam dan segera mengambil langkah darurat,” kata Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti.

Dalam upaya mengatasi kejadian ini, Pemkot Semarang bersinergi dengan BBWS Pemali Juana untuk melakukan penguatan tanggul menggunakan ribuan karung pasir (sand bag) dan trucuk bambu sebagai penahan sementara. Selain itu, personel khusus telah dikerahkan untuk menambal tanggul agar warga merasa lebih aman, terutama jika terjadi hujan susulan di wilayah hulu yang merupakan sumber luapan air.

Kerusakan Infrastruktur dan Koordinasi

Menurut laporan, banjir juga menyebabkan jebolnya tanggul di RT 01 RW 01 sepanjang 40 meter, yang memperparah kondisi di pemukiman warga sekitar. Kondisi ini mengakibatkan genangan air di beberapa titik, menyulitkan mobilitas masyarakat. Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang segera melakukan pembersihan material lumpur pekat yang menghalangi akses jalan di kawasan Silayur, Ngaliyan. Langkah ini diambil secara cepat dengan menggunakan truk tangki air dan alat berat guna memastikan jalur utama antara Semarang dan Boja tetap bisa dilalui.

Agustina menjelaskan bahwa intensitas hujan yang tinggi di wilayah hulu Ungaran Timur dan Ngaliyan menjadi penyebab utama luapan air di Sungai Silandak serta Sungai Plumbon. Curah hujan yang melampaui kapasitas saluran air tersebut mengakibatkan aliran yang tidak terkendali, mengancam keamanan warga. Dengan respons cepat, Pemkot Semarang berharap bisa meminimalisir risiko terhadap masyarakat sekitar.

Upaya Pemulihan dan Pengawasan

Langkah darurat yang diambil meliputi pembersihan sungai, pengangkatan material, serta penguatan embankmen di daerah rawan. Wali Kota menyebutkan bahwa koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk memetakan titik-titik kritis yang rentan terjadi luapan di Semarang Barat. “Kami berkomitmen untuk mendampingi seluruh warga terdampak hingga situasi kembali kondusif dan aktivitas ekonomi berjalan normal,” pungkasnya.

Dalam pernyataannya, Agustina menekankan bahwa kecepatan dalam respons sangat penting untuk menghindari eskalasi kerusakan. Pemkot Semarang telah mengalokasikan sumber daya yang cukup untuk melakukan tindakan pencegahan dan mitigasi. Selain itu, pihaknya juga berupaya memastikan komunikasi yang efektif dengan masyarakat, melalui penyebaran informasi peringatan dini tentang potensi cuaca ekstrem.

“Kita akan kerahkan personel untuk melakukan penambalan tanggul sementara agar warga merasa aman jika terjadi hujan susulan di wilayah hulu,” tambah Wali Kota.

Pembersihan material lumpur di jalur Silayur, Ngaliyan, menjadi salah satu fokus utama. DPU Kota Semarang menggunakan alat berat dan truk tangki air untuk mengangkat lumpur yang menumpuk, sehingga akses ke area vital bisa segera diperbaiki. Pemkot juga berupaya mengoptimalkan penggunaan sumber daya, termasuk memobilisasi tim khusus untuk memantau kondisi secara real-time.

Dalam upaya mempercepat pemulihan, Pemkot Semarang memperkuat kerja sama dengan BBWS untuk memastikan tanggul yang ambrol bisa diperbaiki secara permanen. Selain itu, dinas terkait berkoordinasi dengan dinas lain, seperti Dinas Sosial dan Dinas Pangan, untuk menyediakan bantuan logistik kepada warga yang terdampak. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap peringatan dini cuaca ekstrem, termasuk hujan deras dan angin kencang, yang bisa memicu kembali kejadian serupa.

Pelajaran dan Mitigasi untuk Masa Depan

Agustina juga menyoroti pentingnya persiapan lebih dini untuk menghadapi bencana alam serupa. “Kita perlu melakukan evaluasi terhadap sistem drainase dan infrastruktur sungai di Semarang untuk meminimalisir risiko yang bisa terjadi di masa depan,” katanya. Ia menambahkan bahwa masyarakat dihimbau untuk tidak lengah dan tetap memantau peringatan dini dari instansi terkait, seperti BMKG dan Dinas Perhubungan.

Terlepas dari upaya darurat, Pemkot Semarang juga berencana melakukan peningkatan kualitas sistem drainase di daerah rawan banjir. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi kemungkinan terulangnya bencana serupa. “Pemkot akan melibatkan masyarakat dalam proses pemantauan, termasuk membangun kesadaran akan pentingnya kesiapan menghadapi cuaca ekstrem,” ujarnya.

Kondisi sekarang ditangani secara terpadu, dengan penekanan pada kecepatan dan efisiensi. Pemkot Semarang tidak hanya f