Pemkab Bantul Optimis Capai Omzet Rp2,3 Miliar di Bantul Creative Expo 2026
Fukushimask.com – Yogyakarta — Pemerintah Kabupaten Bantul telah menetapkan sasaran ambisius untuk penyelenggaraan Bantul Creative Expo 2026. Acara yang dijadwalkan berlangsung selama sembilan hari, tepatnya pada tanggal 1 hingga 9 Agustus 2026 di kawasan Stadion Sultan Agung ini, diharapkan mampu menghasilkan omzet mencapai Rp2,3 miliar. Pencapaian ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui event berskala besar.
Target Kunjungan dan Proyeksi Ekonomi
Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Agus Budi Raharja, menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan jumlah kunjungan mencapai sekitar 12.200 orang per hari. Dengan demikian, total pengunjung selama seluruh rangkaian acara diperkirakan mencapai 110.000 orang. Angka ini menunjukkan konsistensi dengan capaian tahun sebelumnya, sekaligus mencerminkan kepercayaan publik terhadap kualitas acara.
“Target tersebut linier dengan capaian tahun lalu, apalagi tahun ini penyelenggaraan tidak bertepatan dengan musim hujan sehingga diharapkan tidak ada kendala cuaca, selama sembilan hari kami menargetkan sekitar 110.000 pengunjung,” jelas Sekda Bantul.
Dari proyeksi jumlah pengunjung tersebut, Pemkab Bantul memperkirakan perputaran transaksi ekonomi akan mencapai sekitar Rp263 juta setiap harinya. Angka ini menjadi indikator penting bagi para pelaku usaha yang berpartisipasi dalam expo untuk memaksimalkan potensi penjualan mereka.
“Target omzet selama sembilan hari penyelenggaraan sebesar Rp2,3 miliar,” tambahnya dengan penuh keyakinan.
Perbandingan dengan Capaian 2025
Menurut Agus, penentuan target tahun ini tidak dilakukan secara sembarangan. Angka-angka tersebut disusun berdasarkan analisis mendalam terhadap capaian Bantul Creative Expo 2025 yang lalu. Acara tahun sebelumnya digelar selama delapan hari dengan jumlah pengunjung mencapai 97.593 orang, atau rata-rata sekitar 12.100 pengunjung per harinya. Secara ekonomi, omzet tahun lalu mencapai sekitar Rp2,1 miliar atau setara dengan Rp262,86 juta per hari.
Kenaikan target omzet sebesar Rp200 juta dari tahun sebelumnya menunjukkan adanya pertumbuhan yang signifikan. Faktor-faktor seperti peningkatan jumlah stand, diversifikasi produk UMKM, dan sinergi dengan event lain menjadi pendorong utama proyeksi positif ini.
Sinergi dengan Mataram Culture Fest
Salah satu faktor yang membuat Agus optimis terhadap tercapainya target adalah kolaborasi dengan Mataram Culture Fest. Event budaya ini akan berlangsung pada tanggal 1 dan 2 Agustus di lokasi yang sama, yaitu Stadion Sultan Agung. Kehadiran kedua acara secara bersamaan diyakini akan menarik lebih banyak pengunjung dan menciptakan suasana yang lebih meriah.
“Ini akan lebih ramai karena Mataram Culture Fest digelar di panggung yang sama pada 1 dan 2 Agustus,” paparnya.
Sinergi ini tidak hanya menguntungkan dari sisi jumlah pengunjung, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi para pelaku seni dan budaya. Mereka dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan karya-karya mereka kepada audiens yang lebih luas.
Keterlibatan UMKM dan Instansi Pemerintah
Dalam expo tahun ini, akan hadir sebanyak 62 stand dari instansi-instansi di lingkungan Pemkab Bantul. Selain itu, 100 stand dari pelaku UMKM juga akan berpartisipasi dengan berbagai jenis produk. Kategori yang akan dipamerkan meliputi kerajinan tangan, kuliner khas, fesyen, otomotif, serta kebutuhan rumah tangga lainnya.
“Akan ada 100 stand UMKM dan 62 stand dari pemerintah yang dikelola oleh panitia,” ujarnya.
Kolaborasi antara instansi pemerintah dan pelaku UMKM ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan sekaligus menjadi sarana promosi yang efektif. Bagi pelaku seni, budaya, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Bantul, expo ini merupakan kesempatan berharga untuk memperluas jaringan dan pasar.
Dampak Jangka Panjang bagi Bantul
Selain meningkatkan perputaran ekonomi lokal, penyelenggaraan Bantul Creative Expo 2026 juga diharapkan mampu mendorong sektor pariwisata. Acara ini memberikan ruang bagi para pelaku UMKM untuk mempromosikan karya serta produk kreatif mereka kepada pengunjung dari berbagai daerah.
“Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi agar mereka memiliki panggung untuk menampilkan kreativitasnya,” tegas Agus.
Pemkab Bantul berharap expo ini dapat menjadi ajang promosi, inovasi, dan kolaborasi berbagai elemen masyarakat. Lebih dari itu, acara ini juga mendukung upaya Bantul menuju visi sebagai kota kreatif dunia. Dengan terus mengembangkan potensi ekonomi kreatif, Bantul diharapkan dapat menjadi destinasi unggulan yang menarik minat wisatawan dan investor.

