Komitmen kemitraan jangka panjang Indonesia dengan China tetap kuat

2 hours ago  ·  3 min read
By Sandra Jones - fukushimask.com
IMG_4374

Indonesia Memperkuat Hubungan Strategis dengan Tiongkok Lewat Investasi dan Inovasi

Fukushimask.com – Jakarta — Menteri Investasi dan Industri Hilir Indonesia, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa Indonesia tidak hanya membuka pintu bagi perusahaan-perusahaan Tiongkok untuk berinvestasi, tetapi juga mengajak mereka untuk membangun bersama. Kolaborasi ini bertujuan menciptakan rantai pasokan yang lebih kokoh, mengembangkan sumber daya manusia, memajukan teknologi, serta melayani pasar regional dan global dari Indonesia.

“Peluangnya sangat besar, arahnya sudah jelas, dan komitmen kami terhadap kemitraan jangka panjang tetap kuat,” ujar Rosan dalam wawancara dengan Xinhua. Ia menegaskan bahwa Tiongkok merupakan mitra utama yang terus didiversifikasi agar hubungan tetap tangguh menghadapi dinamika global.

Evolusi Hubungan Bilateral dari Perdagangan ke Integrasi Industri

Rosan menjelaskan bahwa Tiongkok telah menjadi mitra dagang terbesar Indonesia selama 13 tahun berturut-turut. Selain itu, negara tersebut secara konsisten masuk dalam tiga besar sumber investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) bagi Indonesia. Hubungan bilateral kedua negara telah berkembang signifikan dari sekadar perdagangan komoditas mentah menuju integrasi industri yang nyata.

Integrasi ini mencakup hilirisasi mineral, rantai pasokan baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV), infrastruktur digital, dan energi terbarukan. “Kerja sama kami juga berkontribusi terhadap ketahanan rantai pasokan di kawasan,” tambah Rosan. Seiring perusahaan global mendiversifikasi produksi dan sumber pasokan, Indonesia dan Tiongkok memiliki peluang membangun kemitraan yang lebih seimbang dan berorientasi pada teknologi di bidang manufaktur canggih, infrastruktur digital, serta industri masa depan.

Inisiatif Dua Negara, Taman Kembar dan Transformasi Digital

Inisiatif “Dua Negara, Taman Kembar” (Two Countries, Twin Parks/TCTP) di bawah kerangka kerja Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra (Belt and Road Initiative/BRI) terus berkembang dari konsep menjadi implementasi nyata. Rosan menekankan bahwa inisiatif ini membangun ekosistem industri terpadu, bukan sekadar kumpulan proyek yang berdiri sendiri.

“Inisiatif tersebut juga menghubungkan investasi, manufaktur, logistik, pengembangan keterampilan, serta akses pasar di kedua negara, sehingga memudahkan perusahaan dari berbagai skala untuk berpartisipasi dalam rantai nilai regional,” jelas Rosan.

Menurut Rosan, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menciptakan permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap pusat data, infrastruktur cloud, elektronik canggih, dan pasokan listrik yang andal. Indonesia berada pada posisi yang tepat untuk berpartisipasi dalam transformasi ini karena memiliki pasar digital yang besar, potensi energi terbarukan yang melimpah, kawasan industri yang kompetitif, serta lokasi strategis di jantung ASEAN.

Integrasi Regional Melalui Kerjasama Ekonomi

Sejak mulai berlaku bagi Indonesia pada 2023, Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP) telah memperkuat integrasi regional. Hal ini dilakukan melalui peningkatan akses pasar, penyederhanaan prosedur kepabeanan, dan penetapan aturan asal barang (rules of origin) yang seragam. Langkah ini meningkatkan konektivitas rantai pasokan sekaligus mendorong keterlibatan perusahaan-perusahaan Indonesia ke dalam rantai nilai regional.

“Kami memandang Peningkatan Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN-Tiongkok (ASEAN-China Free Trade Area/ACFTA) 3.0, yang ditandatangani pada Oktober 2025, sebagai langkah alami berikutnya. Kesepakatan itu memperdalam kerja sama ASEAN-Tiongkok di bidang-bidang yang akan menentukan dekade mendatang, yakni ekonomi digital, ekonomi hijau, ketahanan rantai pasokan, standar, serta usaha kecil dan menengah,” papar Rosan.

Rosan menambahkan bahwa bagi Indonesia, ACFTA 3.0 merupakan peluang untuk menarik investasi berkualitas, meningkatkan daya saing industri, serta mendukung pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. Ia juga menyambut baik para investor Tiongkok untuk berpartisipasi dalam transisi digital dan pengembangan industri AI di Indonesia, mengingat potensi besar yang dimiliki negara ini dalam sektor-sektor tersebut.

Frequently Asked Questions

What is Komitmen kemitraan jangka panjang Indonesia?

Komitmen kemitraan jangka panjang Indonesia is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Komitmen kemitraan jangka panjang Indonesia matter?

Komitmen kemitraan jangka panjang Indonesia matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

MORE FROM THIS CATEGORY

671ebecf-1967-42df-975b-c7a79c802c80

Menanti efek Patimban

Menanti efek Patimban menjadi salah satu topik hangat dalam dunia infrastruktur dan logistik Indonesia. Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, telah