Respons Cepat PDIP untuk Korban Gempa Flores: Rismaharini dan Ribka Tjiptaning Turun ke Lapangan
Fukushimask.com – Ketika gempa berkekuatan magnitudo 7,5 mengguncang kawasan Flores di Nusa Tenggara Timur, respons partai politik terbesar di Indonesia berlangsung dalam hitungan jam. Megawati Soekarnoputri, sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan, segera mengeluarkan instruksi untuk mengerahkan seluruh potensi organisasi dalam membantu para korban bencana alam tersebut. Instruksi ini mencakup mobilisasi Badan Penanggulangan Bencana atau yang dikenal dengan sebutan Baguna, serta tim relawan kesehatan yang tersebar di berbagai wilayah.
Langkah konkret ini diinisiasi setelah Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, mendarat di Bandar Udara Raja Sisingamangaraja XII di Silangit pada hari Sabtu. Tepat setelah pesawatnya menyentuh landasan pacu, Hasto menerima panggilan telepon langsung dari Megawati. Dalam percakapan tersebut, Ketua Umum menyampaikan rasa prihatin yang mendalam dan meminta agar seluruh jajaran partai segera bergerak untuk mengonsolidasikan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Flores yang tertimpa musibah.
Mobilisasi Tim di Lapangan
Menindaklanjuti arahan dari Megawati, pergerakan armada tanggap bencana dipimpin secara langsung oleh Tri Rismaharini yang menjabat sebagai Kepala Baguna PDI Perjuangan. Rismaharini tidak bekerja sendirian, melainkan didampingi oleh Ribka Tjiptaning yang memiliki peran krusial dalam mengoordinasikan seluruh tim relawan kesehatan. Keduanya memastikan bahwa bantuan tidak hanya berupa logistik, tetapi juga layanan medis bagi para korban.
Hari ini Ibu Tri Rismaharini memimpin langsung operasi Baguna di lapangan, didampingi Ibu Ribka Tjiptaning yang mengerahkan seluruh relawan kesehatan. Seluruh jajaran DPD dan DPC PDI Perjuangan se-Nusa Tenggara Timur diinstruksikan segera mengambil langkah darurat mitigasi bencana, mendirikan dapur umum, serta memberikan pertolongan pertama kepada masyarakat yang menjadi korban.
Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok rentan, khususnya ibu-ibu dan anak-anak balita. Megawati menyadari bahwa kebutuhan mereka berbeda dari kebutuhan umum. Asupan makanan untuk balita, obat-obatan, hingga kebutuhan khusus perempuan menjadi prioritas dalam daftar bantuan yang disiapkan. Megawati bahkan menyiapkan daftar khusus kebutuhan tanggap darurat yang langsung diserahkan kepada Rismaharini untuk segera ditindaklanjuti.
Silosilaturahmi di Samosir dan Doa untuk NTT
Sebelum fokus sepenuhnya pada penanganan bencana, Hasto Kristiyanto sebenarnya memiliki agenda lain di Silangit. Ia akan melakukan peletakan batu pertama pembangunan kantor DPC PDIP Kabupaten Samosir. Agenda ini dihadiri oleh Djarot Saiful Hidayat, Ketua DPP PDIP, serta ratusan tokoh masyarakat dan agama. Di hadapan para hadirin, Hasto mengajak semua peserta untuk melakukan hening cipta dan mendoakan korban gempa di NTT.
Djarot Saiful Hidayat kemudian membuka Forum Silaturahmi Kebangsaan di Kabupaten Samosir. Acara ini dilaksanakan setelah peletakan batu pertama selesai. Dalam sambutannya, Djarot menceritakan bagaimana Hasto Kristiyanto seketika menunda seluruh agenda santai di bandara. Alih-alih menikmati secangkir kopi, Sekretaris Jenderal langsung menelpon pengurus DPP dan daerah untuk mengecek laporan serta menggalang bantuan.
Pak Sekjen begitu mendarat langsung menerima arahan dari Ibu Ketua Umum terkait gempa di NTT. Beliau bahkan tidak jadi menikmati kopi, tapi langsung menelpon pengurus DPP dan daerah untuk mengecek laporan serta menggalang bantuan. Inilah tradisi politik kemanusiaan yang konsisten diajarkan oleh PDI Perjuangan. Politik itu bukan sekadar berebut kekuasaan atau mempertahankan kekuasaan dengan merekayasa aturan, melainkan bagaimana kita hadir secara cepat membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah dan mengurus kemanusiaan.
Filosofi Politik Kemanusiaan dan Persatuan Bangsa
Djarot juga mengulas kembali sejarah pemikiran Bung Karno yang selalu mengambil inspirasi dari rakyat kecil. Tokoh-tokoh seperti Mbok Sarinah dan Pak Marhaen menjadi fondasi lahirnya ajaran Pancasila dan ideologi pembebasan rakyat terpinggirkan. Dalam konteks saat ini, keberadaan para tokoh agama dalam forum silaturahmi ini menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan bangsa dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
Menurut Djarot, Indonesia adalah satu bangsa yang tidak boleh terpecah oleh egoisme agama atau etnis. Saling menghormati dan menghargai satu sama lain menjadi kunci untuk memperkuat persaudaraan. Melalui Silaturahmi Kebangsaan yang dimulai dari Samosir, para hadirin diajak untuk merawat toleransi dan terus bergotong royong membela rakyat kecil.
Baguna sebagai badan khusus penanggulangan bencana menjadikan PDI Perjuangan selalu siap sedia diterjunkan dalam setiap kondisi darurat di seluruh pelosok Tanah Air. Komitmen partai untuk selalu menyatu dan menangis-tertawa bersama rakyat tercermin dalam respons cepat ini. Dalam silaturahmi tersebut, hadir juga jajaran PDIP Sumatera Utara yang dipimpin oleh Rapidin Simbolon sebagai Ketua dan Sutarto sebagai Sekretaris. Hasto dan Djarot juga didampingi oleh Johanes Oberlin Tobing dalam rangkaian acara tersebut.
Gempa di Flores bukan hanya bencana alam, tetapi juga ujian solidaritas. Dengan mengerahkan seluruh potensi organisasi, PDIP menunjukkan bahwa politik kemanusiaan bukan sekadar wacana, melainkan praktik nyata yang harus dilakukan setiap saat. Bantuan yang dikirimkan tidak hanya berupa barang, tetapi juga kehadiran dan kepedulian yang tulus dari para pemimpin partai kepada masyarakat yang membutuhkan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is PDIP kerahkan Baguna dan relawan kesehatan?
PDIP kerahkan Baguna dan relawan kesehatan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does PDIP kerahkan Baguna dan relawan kesehatan matter?
PDIP kerahkan Baguna dan relawan kesehatan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

