Wings Air batal terbang ke dua bandara di NTT dampak erupsi Lewotolok

2 hours ago  ·  4 min read
By Robert Davis - fukushimask.com
WhatsApp-Image-2026-09-07-at-17.09.41

Erupsi Lewotolok Lumpuhkan Akses Udara ke Lembata dan Flores Timur

Fukushimask.com – Abu vulkanik yang terlempar dari puncak Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, memaksa penghentian total layanan penerbangan komersial ke dua bandara di kawasan tersebut pada Selasa, 8 September 2026. Maskapai Wings Air, yang mengoperasikan rute-rute penghubung antar-pulau di wilayah timur Indonesia, mengumumkan pembatalan seluruh jadwal keberangkatan dan kedatangan yang menyentuh wilayah terdampak. Keputusan ini diambil setelah otoritas penerbangan nasional menerbitkan pemberitahuan resmi penutupan sementara ruang udara di sekitar salah satu bandara utama di kawasan itu.

Dua Bandara Ditutup, Empat Penerbangan Dibatalkan

Dua titik yang terdampak langsung adalah Bandar Udara Wunopito (kode IATA: LWE) yang melayani Lewoleba, ibu kota Kabupaten Lembata, serta Bandar Udara Gewayantana yang melayani Larantuka, ibu kota Kabupaten Flores Timur. Keduanya merupakan gerbang udara utama bagi masyarakat di dua kabupaten kepulauan yang ketergantungannya terhadap transportasi udara sangat tinggi mengingat keterbatasan jalur darat dan laut di wilayah tersebut.

Penutupan Bandar Udara Wunopito berlaku mulai pukul 07.01 WIB pada 8 September hingga perkiraan pukul 06.00 WIB pada 9 September 2026, sebagaimana tertuang dalam NOTAM C1134/26 yang menggantikan NOTAM C1106/26. NOTAM, atau Notice to Airmen, merupakan instrumen komunikasi standar internasional yang digunakan otoritas penerbangan untuk menyampaikan informasi operasional darurat kepada seluruh operator dan awak pesawat.

Empat penerbangan Wings Air yang dijadwalkan pada Selasa pagi menjadi korban langsung dari penutupan tersebut. Penerbangan IW1995 rute Kupang–Lewoleba yang seharusnya berangkat pukul 08.30 Wita dan IW1994 rute Lewoleba–Kupang pukul 09.50 Wita dibatalkan. Demikian pula IW1929 rute Kupang–Larantuka (jadwal keberangkatan 09.30 Wita) dan IW1928 rute Larantuka–Kupang (jadwal keberangkatan 10.50 Wita) tidak dapat dilaksanakan.

Penjelasan Teknis: Mengapa Abu Vulkanik Berbahaya bagi Pesawat

Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic Wings Air, menjelaskan bahwa pembatalan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan. Ia menekankan bahwa partikel abu vulkanik memiliki karakteristik yang sangat berbeda dari awan biasa. Ukurannya yang sangat halus memungkinkan partikel terbawa angin pada jarak jauh dan masuk ke jalur penerbangan aktif.

“Jika abu vulkanik berada di wilayah penerbangan, kondisi tersebut dapat mengurangi jarak pandang, mengganggu kinerja mesin dan sistem pesawat, serta berpotensi menyebabkan kerusakan pada komponen pesawat.”

Penjelasan ini merujuk pada mekanisme yang telah dipahami dunia penerbangan sejak peristiwa erupsi Gunung Pinatubo pada 1991 dan letusan Eyjafjallajökull di Islandia pada 2010, yang masing-masing melumpuhkan lalu lintas udara di berbagai benua selama berhari-hari. Partikel silika dalam abu vulkanik dapat meleleh di dalam ruang bakar mesin jet pada suhu tinggi, membentuk lapisan kaca yang mengikis bilah turbin dan komponen kritis lainnya.

Koordinasi dan Pemantauan Berkelanjutan

Wings Air menyatakan terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Lewotolok serta sebaran abu vulkanik secara real-time. Pemantauan dilakukan melalui koordinasi dengan AirNav Indonesia selaku penyedia jasa navigasi penerbangan, pengelola bandar udara setempat, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta pihak-pihak terkait lainnya. Penerbangan baru akan diaktifkan kembali setelah kondisi bandar udara dan ruang udara dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan keselamatan operasional.

“Penerbangan akan kembali dilayani setelah kondisi bandar udara dan ruang udara dinyatakan aman untuk operasional penerbangan.”

Implikasi bagi Masyarakat dan Opsi bagi Penumpang

Bagi warga Lembata dan Flores Timur, pembatalan penerbangan berarti terputusnya sementara akses udara ke dan dari kedua kabupaten tersebut. Dalam konteks geografis NTT yang terdiri dari ratusan pulau, ketergantungan pada penerbangan untuk mobilitas harian, distribusi logistik, dan layanan kesehatan menjadikan setiap gangguan operasional sebagai persoalan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

Wings Air telah menghubungi seluruh pelanggan yang terdampak dan menawarkan dua opsi: perubahan jadwal penerbangan ke waktu yang tersedia, atau pengembalian dana tiket sesuai ketentuan yang berlaku. Maskapai mengimbau penumpang untuk memantau informasi terkini melalui kanal resmi perusahaan guna memperoleh pembaruan status penerbangan.

Gunung Ile Lewotolok sendiri merupakan salah satu gunung api aktif di kawasan Lembata yang secara periodik mengeluarkan aktivitas vulkanik. Erupsi yang terjadi pada awal September 2026 ini menghasilkan kolom abu yang cukup untuk mengganggu operasi penerbangan di radius yang melampaui batas administratif kabupaten, sehingga berdampak pula pada bandara di Flores Timur yang secara geografis berdekatan dengan jalur sebaran abu.

Frequently Asked Questions

What is Wings Air batal terbang ke dua bandara?

Wings Air batal terbang ke dua bandara is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Wings Air batal terbang ke dua bandara matter?

Wings Air batal terbang ke dua bandara matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

More from this category