Seskab Teddy: Prabowo bawa tiga pesan utama di KTT BRICS

9 hours ago  ·  4 min read
By Sandra Jones - fukushimask.com
WhatsApp-Image-2026-09-13-at-14.47.39-1

Prabowo Tekankan Kemandirian dan Solidaritas Global South di Forum BRICS

Fukushimask.com – Presiden RI Prabowo Subianto membawa agenda kemandirian nasional, penguatan solidaritas negara-negara Global South, serta kerja sama BRICS yang lebih nyata dalam KTT BRICS 2026. Tiga penekanan itu disampaikan saat Presiden menghadiri sesi terbatas bertajuk “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism” pada Sabtu, 12 September.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa pesan Indonesia di forum tersebut berangkat dari pandangan bahwa ketahanan sebuah negara harus dibangun dari pemenuhan kebutuhan mendasar masyarakat. Pangan, energi, dan pendidikan ditempatkan sebagai fondasi utama agar arah pembangunan nasional dapat ditentukan secara mandiri.

Kebutuhan dasar sebagai fondasi negara

Pesan pertama Presiden menyoroti pentingnya kemampuan negara dalam mencukupi kebutuhan rakyat. Ketahanan pada sektor pangan, energi, dan pendidikan tidak hanya berhubungan dengan kesejahteraan di dalam negeri, tetapi juga menentukan daya tawar suatu bangsa ketika menghadapi dinamika internasional.

“Kekuatan sebuah negara bermula dari kemampuannya memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya, pangan, energi, dan pendidikan. Dengan fondasi yang kuat, Indonesia tidak akan bergantung atau mudah didikte oleh kekuatan tertentu,” kata Teddy.

Dalam konteks tersebut, kemandirian nasional dipandang sebagai kemampuan untuk menjaga kepentingan sendiri tanpa mudah terpengaruh tekanan dari kekuatan eksternal. Ketahanan domestik memberi ruang lebih besar bagi Indonesia untuk menetapkan prioritas pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tujuan nasional.

Pangan menyangkut keberlanjutan pasokan bagi rakyat, energi berkaitan dengan aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari, sedangkan pendidikan menjadi modal penting untuk membangun kapasitas sumber daya manusia. Ketiganya saling terhubung dalam membentuk negara yang lebih tangguh menghadapi perubahan global.

Menghidupkan kembali semangat kebersamaan

Pesan kedua yang dibawa Prabowo berfokus pada persatuan negara-negara Global South. Di tengah tantangan dunia yang beragam, Presiden menggarisbawahi arti penting kebersamaan bagi negara berkembang dalam memperjuangkan kepentingan serta masa depan mereka.

“Mengutip pepatah ‘Bersatu kita teguh, terpecah kita runtuh’, Presiden mengingatkan kembali pentingnya spirit Konferensi Asia-Afrika. Negara-negara Global South kini berdiri setara untuk memperjuangkan kepentingan dan masa depannya sendiri,” ungkap Teddy.

Semangat Konferensi Asia-Afrika kembali relevan seiring meningkatnya peran negara berkembang dalam ekonomi dan geopolitik dunia. Persatuan tidak sekadar menjadi gagasan diplomatik, melainkan kebutuhan untuk membangun posisi bersama dalam menghadapi persoalan lintas negara, termasuk akses terhadap pasar, pembiayaan, teknologi, energi, dan pangan.

Global South mencakup banyak negara dengan kebutuhan pembangunan yang berbeda-beda. Namun, terdapat kepentingan bersama untuk mendorong sistem internasional yang memberikan kesempatan lebih seimbang bagi setiap negara. Karena itu, kerja sama yang kuat dapat memperluas ruang bagi negara-negara berkembang untuk menyuarakan kepentingannya dalam forum global.

Potensi BRICS perlu diwujudkan melalui kerja sama

Pesan ketiga berkaitan dengan besarnya kapasitas BRICS, yang mewakili separuh populasi dunia. Skala tersebut dinilai perlu diarahkan menjadi program dan kemitraan yang membawa dampak langsung bagi negara-negara berkembang.

“BRICS mewakili separuh populasi dunia. Kekuatan ini harus diubah menjadi kerja sama yang nyata: memperkuat ketahanan pangan dan energi, menghubungkan pasar, modal, teknologi, sumber daya, dan pengetahuan, serta membuka peluang pembangunan yang lebih besar bagi negara-negara berkembang,” tutur Teddy.

Penekanan pada kerja sama konkret menunjukkan bahwa ukuran kelompok tidak cukup hanya tercermin dalam jumlah penduduk atau besarnya pasar. Manfaatnya perlu hadir dalam bentuk hubungan ekonomi, pertukaran pengetahuan, dukungan teknologi, serta peluang pembangunan yang dapat diakses lebih luas.

Bagi Indonesia, keterlibatan di BRICS menjadi salah satu ruang untuk memperjuangkan kolaborasi yang mendukung ketahanan nasional dan kepentingan negara berkembang. Penguatan konektivitas pasar, modal, teknologi, sumber daya, serta pengetahuan dapat membuka kemungkinan kerja sama yang lebih luas di masa depan.

Tata kelola global yang inklusif

Selain tiga agenda utama tersebut, Prabowo mendorong tata kelola global yang lebih adil dan inklusif. Dalam pandangan Indonesia, Perserikatan Bangsa-Bangsa tetap harus menjadi pusat sistem multilateral dunia, dengan penguatan agar lembaga itu semakin mewakili kepentingan banyak negara dan mampu merespons persoalan internasional secara efektif.

“PBB harus tetap menjadi pusat sistem multilateral, namun perlu diperkuat agar lebih representatif, responsif, dan mampu menghadirkan hasil konkret bagi masyarakat dunia,” lanjut Teddy.

Pesan tersebut menegaskan dorongan Indonesia terhadap tatanan internasional yang setara, damai, dan mampu menghasilkan manfaat nyata. Melalui keanggotaan BRICS, Indonesia terus aktif mengupayakan sistem dunia yang lebih adil bagi seluruh bangsa.

Frequently Asked Questions

What is Seskab Teddy?

Seskab Teddy is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Seskab Teddy matter?

Seskab Teddy matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

More from this category

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *