FH Unhas dan UNODC kolaborasi penguatan penegakan hukum

17 hours ago  ·  4 min read
By Matthew Taylor - fukushimask.com
IMG-20260916-WA0026

FH Unhas Buka Peluang Kemitraan dengan UNODC untuk Penguatan Penegakan Hukum

Fukushimask.com – Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin membuka pembicaraan kerja sama dengan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) serta Regional Office for Southeast Asia and the Pacific. Inisiatif ini diarahkan untuk memperkuat keterhubungan antara pendidikan dan riset hukum dengan kebutuhan nyata lembaga penegak hukum.

Pembahasan peluang kemitraan tersebut berlangsung dalam pertemuan di Bangkok, Thailand, pada Rabu. Dekan Fakultas Hukum Unhas Hamzah Halim menyampaikan bahwa kerja sama internasional dapat memperluas jaringan akademik sekaligus menghadirkan kegiatan yang lebih relevan bagi pengembangan kapasitas di bidang hukum.

“Kami melihat banyak ruang yang dapat dikembangkan bersama, terutama pada pendidikan, penelitian, dan pengembangan kapasitas yang memiliki relevansi langsung dengan persoalan penegakan hukum,” ujarnya.

Magang, pelatihan, hingga riset bersama

Dalam pertemuan itu, Fakultas Hukum Unhas menawarkan beberapa bentuk kolaborasi. Ruang kerja sama yang dibicarakan meliputi program magang bagi mahasiswa, pelatihan profesional, riset kolaboratif, seminar, dan pertukaran akademik.

Skema tersebut dapat mempertemukan mahasiswa, dosen, serta peneliti dengan isu-isu penegakan hukum yang menjadi perhatian internasional. Selain memperkaya kegiatan di lingkungan kampus, kolaborasi semacam ini juga berpotensi memperluas akses terhadap pengalaman akademik dan profesional lintas negara.

Fakultas Hukum Unhas juga membahas kemungkinan keterlibatan ahli maupun pejabat UNODC dalam kegiatan akademik. Mereka dapat hadir dalam peran sebagai dosen tamu, pembicara seminar, ataupun pelatih dalam program pengembangan kemampuan profesional.

Kehadiran praktisi dan pakar dari organisasi internasional dapat memberi sudut pandang tambahan bagi civitas akademika. Diskusi hukum tidak hanya berada pada tataran teori, tetapi juga dapat dikaitkan dengan tantangan penanganan perkara, penguatan institusi, serta perkembangan isu kejahatan di tingkat regional dan global.

Pusat riset penuntutan dan kepolisian diperkenalkan

Dalam agenda tersebut, Fakultas Hukum Unhas memperkenalkan Research Center for Prosecution yang telah berdiri selama lebih dari satu dekade. Pusat kajian ini menjadi salah satu wadah pengembangan penelitian mengenai penuntutan dan penegakan hukum.

Keberadaan Research Center for Prosecution dipandang dapat mendukung kerja sama di bidang penelitian dan kegiatan akademik. Pengembangan kajian mengenai penuntutan penting karena proses tersebut merupakan bagian penting dalam sistem peradilan pidana, yang melibatkan kebutuhan akan kapasitas, pengetahuan, dan koordinasi kelembagaan.

Selain pusat riset tersebut, FH Unhas turut memperkenalkan Research Center for Police Forces yang baru diresmikan. Pusat kajian baru ini menjadi bagian dari upaya memperkuat penelitian di bidang kepolisian.

Dengan dua pusat riset itu, kerja sama yang dijajaki tidak terbatas pada pertemuan seremonial. Fakultas Hukum Unhas menempatkan pendidikan, riset, dan pengembangan keahlian sebagai bidang yang dapat diterjemahkan menjadi kegiatan bersama secara lebih konkret.

“Yang kami harapkan bukan hanya membangun hubungan kelembagaan, tetapi menghasilkan kegiatan yang dapat memberi manfaat bagi mahasiswa, dosen, peneliti, dan institusi penegak hukum,” ujarnya.

UNODC dan fokus kerja di kawasan

UNODC merupakan badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang memiliki mandat membantu negara-negara anggota menghadapi persoalan narkotika, kejahatan, dan terorisme. Lembaga ini juga menangani isu kejahatan terorganisasi lintas negara, pemberantasan korupsi, pencegahan kejahatan, serta penguatan sistem peradilan pidana.

Kerja UNODC memiliki keterkaitan dengan berbagai aspek penegakan hukum, mulai dari pengembangan kebijakan hingga peningkatan kapasitas lembaga. Dalam konteks pendidikan tinggi hukum, pertukaran pengetahuan dengan organisasi yang bergerak pada isu tersebut dapat membuka ruang pembahasan yang lebih luas mengenai tantangan hukum kontemporer.

Untuk wilayah Asia Tenggara dan Pasifik, kantor regional UNODC berkedudukan di Bangkok. Posisi regional itu membuat kantor tersebut memiliki peran penting dalam membangun kerja sama dan program di kawasan yang menghadapi beragam isu kejahatan lintas batas.

Penjajakan oleh Fakultas Hukum Unhas menunjukkan perhatian terhadap pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga internasional, dan institusi penegak hukum. Bagi mahasiswa dan peneliti, kemitraan seperti ini dapat menjadi pintu masuk untuk memahami persoalan hukum melalui perspektif yang lebih luas, termasuk kaitan antara kondisi lokal, dinamika regional, dan standar internasional.

UNODC Diundang ke Makassar

Setelah pertemuan di Bangkok, Fakultas Hukum Unhas mengundang tim UNODC untuk datang ke Makassar. Kunjungan tersebut diharapkan menjadi tahap lanjutan untuk membicarakan bidang prioritas dan bentuk program yang dapat dikerjakan bersama.

Pembahasan lanjutan diperlukan agar setiap rencana kerja sama memiliki arah yang jelas serta manfaat yang dapat dirasakan oleh pihak-pihak yang terlibat. Fokusnya bukan sekadar memperluas relasi kelembagaan, melainkan membangun kegiatan pendidikan, penelitian, dan peningkatan kapasitas yang relevan bagi perkembangan penegakan hukum.

Melalui proses ini, Fakultas Hukum Unhas berupaya memperkuat perannya sebagai ruang akademik yang terhubung dengan kebutuhan praktik hukum. Kolaborasi dengan UNODC dapat menjadi peluang untuk mempertemukan keilmuan hukum, pengalaman profesional, dan isu-isu strategis yang memerlukan perhatian berkelanjutan.

Frequently Asked Questions

What is FH Unhas dan UNODC kolaborasi penguatan?

FH Unhas dan UNODC kolaborasi penguatan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does FH Unhas dan UNODC kolaborasi penguatan matter?

FH Unhas dan UNODC kolaborasi penguatan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

More from this category

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *