Lima Kodam Baru Disiapkan untuk Flores hingga Kepulauan Riau
Fukushimask.com – TNI Angkatan Darat menyiapkan pembentukan lima komando daerah militer baru di sejumlah wilayah Indonesia. Lokasinya mencakup Flores di Nusa Tenggara Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Maluku Utara, Papua Tengah, serta Kepulauan Riau. Rencana peresmian satuan kewilayahan tersebut disebut akan dilakukan dalam waktu dekat.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, mengungkapkan rincian daerah yang akan menjadi wilayah penempatan kodam baru saat menghadiri TNI Fair di Silang Monas, Jakarta Pusat, pada Sabtu. Ia belum memaparkan nama resmi maupun susunan organisasi masing-masing kodam yang akan dibentuk.
“Nanti ada yang baru (kodam) di Flores (NTT), DI Yogyakarta, Maluku Utara, Papua Tengah, dan Kepulauan Riau,”
Pembentukan kodam di lima daerah itu menambah perhatian pada peran satuan teritorial TNI AD di tingkat wilayah. Kodam merupakan komando kewilayahan yang menjalankan tugas pembinaan teritorial, termasuk mendukung keamanan masyarakat, melakukan pendataan kondisi wilayah, dan membantu penanganan fasilitas umum yang mengalami kerusakan.
Fungsi Teritorial dan Kesiapsiagaan Wilayah
Maruli menjelaskan bahwa tugas kodam baru nantinya tidak berbeda dengan kodam yang sudah beroperasi. Dalam kondisi sehari-hari, unsur kewilayahan berperan mendukung aktivitas teritorial di daerah masing-masing. Kegiatan tersebut dapat berkaitan dengan pemetaan kondisi wilayah, komunikasi dengan unsur masyarakat, hingga keterlibatan dalam upaya membantu perbaikan sarana umum yang rusak.
Keberadaan struktur komando wilayah juga disiapkan untuk menghadapi situasi darurat. Dalam keadaan yang memerlukan pertahanan wilayah, kodam akan memiliki peran kepemimpinan dalam mengoordinasikan perlawanan terhadap musuh. Maruli menyebut konsep itu sebagai perlawanan rakyat semesta.
“Tetapi jika kondisi darurat, kodam ini lah nanti yang memimpin untuk melakukan perlawanan terhadap musuh. Itu dibilangnya perlawanan rakyat semesta,”
Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa pembentukan kodam tidak hanya dipahami sebagai penambahan struktur organisasi. Satuan ini dirancang untuk menjalankan fungsi kewilayahan, sekaligus menjadi bagian dari kesiapan pertahanan ketika kondisi keamanan berubah. Dalam praktiknya, tugas teritorial tetap menempatkan perhatian pada kebutuhan dan keadaan daerah yang menjadi tanggung jawabnya.
Penanganan Papua Tengah Tetap Melalui Satgas
Salah satu wilayah yang akan memiliki kodam baru adalah Papua Tengah. Maruli menegaskan bahwa keberadaan kodam di wilayah itu tidak berarti satuan tersebut akan langsung mengambil alih penanganan konflik dengan Organisasi Papua Merdeka atau OPM.
Penanganan terhadap OPM tetap dijalankan oleh Satgas Habema, yang juga berada dalam unsur TNI. Kodam baru di Papua Tengah akan menjalankan kegiatan teritorial setelah suatu wilayah dinilai telah dikuasai dan berada dalam kondisi aman oleh satuan yang menangani operasi tersebut.
“Kalau untuk OPM ini satgas yang mengurus. Setelah mereka memastikan sebuah daerah berhasil dikuasai dan aman, barulah kodam masuk ke situ untuk kegiatan teritorial,”
Pembagian peran itu membedakan tugas satuan yang menangani operasi tertentu dengan fungsi komando teritorial di wilayah. Setelah kondisi memungkinkan, kegiatan kodam dapat diarahkan pada pembinaan wilayah dan dukungan terhadap kebutuhan masyarakat serta sarana umum. Dengan demikian, tugas pengamanan khusus dan pembinaan teritorial berjalan dalam jalur yang berbeda, meski sama-sama berada dalam lingkungan TNI.
Direncanakan Diresmikan Saat HUT Ke-81 TNI
Sebelumnya, TNI telah menyampaikan rencana meresmikan lima kodam baru pada puncak peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas, Jakarta Pusat, Senin, 5 Oktober. Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menyatakan rencana tersebut ketika pembukaan TNI Fair di Silang Monas.
“Rencananya demikian,”
Pada kesempatan itu, Nas belum menjelaskan lokasi pembentukan kodam yang dimaksud. Rincian mengenai wilayah kemudian disampaikan oleh KSAD. Informasi terkait penamaan kodam, cakupan wilayah komando, dan unsur organisasi di dalamnya belum diuraikan dalam keterangan yang tersedia.
Bagi masyarakat di lima wilayah tersebut, pembentukan kodam baru berarti hadirnya struktur komando TNI AD pada tingkat daerah militer. Namun, fungsi utamanya tetap berlandaskan pada tugas teritorial sebagaimana kodam lain: menjaga kesiapsiagaan wilayah, membantu pelaksanaan kegiatan kemasyarakatan yang berkaitan dengan tugas TNI, serta mendukung penanganan kondisi darurat apabila diperlukan.
Rencana peresmian ini juga menegaskan bahwa pembentukan satuan baru harus dipahami bersama pembagian tugas yang telah dijelaskan TNI. Pada wilayah Papua Tengah, misalnya, kodam tidak diposisikan sebagai pengganti Satgas Habema dalam penanganan OPM. Satuan tersebut baru menjalankan fungsi teritorial setelah kondisi keamanan di suatu daerah dinyatakan terkendali.
Detail lanjutan mengenai lima kodam baru masih akan disampaikan kemudian. Untuk saat ini, Flores, DI Yogyakarta, Maluku Utara, Papua Tengah, dan Kepulauan Riau menjadi lima lokasi yang telah disebut sebagai wilayah pembangunan komando daerah militer baru.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is KSAD jelaskan lokasi pembangunan lima kodam?
KSAD jelaskan lokasi pembangunan lima kodam is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does KSAD jelaskan lokasi pembangunan lima kodam matter?
KSAD jelaskan lokasi pembangunan lima kodam matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

