KNMP perkuat penjaminan mutu ikan dari kapal hingga cold storage

17 hours ago  ·  4 min read
By Patricia Hernandez - fukushimask.com
1001638563

KNMP Dorong Penanganan Ikan Bermutu Sejak dari Laut

Fukushimask.com – Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) memperluas penguatan mutu hasil perikanan dengan menata proses penanganan ikan sejak masih berada di kapal penangkap hingga masuk ke fasilitas penyimpanan berpendingin. Pendekatan ini diarahkan agar kualitas ikan tetap terjaga sepanjang rantai pasok, sekaligus membantu nelayan memenuhi persyaratan sertifikasi yang dibutuhkan.

Di Badung, Bali, Sabtu, Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP), Ir. Ishartini, menjelaskan bahwa pengendalian mutu tidak berhenti pada tahap pengolahan. Penanganan awal di laut menjadi bagian penting karena kondisi ikan setelah ditangkap sangat menentukan kualitasnya saat tiba di darat.

Melalui KNMP, pemerintah membangun ekosistem perikanan yang saling terhubung. Nelayan, awak kapal, fasilitas penyimpanan, lokasi pendaratan, hingga unit pengolahan didorong menerapkan standar yang selaras. Dengan demikian, ikan tidak sekadar dipindahkan dari kapal ke daratan, tetapi diperlakukan dengan prosedur yang menjaga kesegaran dan keamanan produk.

Awak Kapal Dibekali Cara Menangani Tangkapan

Salah satu fokus pendampingan adalah meningkatkan pemahaman anak buah kapal mengenai penanganan hasil tangkapan. Ikan yang baru diperoleh perlu segera ditempatkan dalam media pendingin, bukan dibiarkan begitu saja di atas kapal. Penggunaan cool box menjadi bagian dari praktik yang disiapkan agar suhu ikan dapat lebih terjaga selama perjalanan kembali ke darat.

“Semua ABK (anak buah kapal)-nya tahu bagaimana menangani ikan di atas kapal, enggak boleh ditaruh aja, tapi ikan harus taruh di cool box,” katanya.

BPPMHKP mendampingi nelayan agar kapal mereka dapat memenuhi ketentuan sertifikasi penanganan ikan yang baik. Pendampingan tersebut mencakup perubahan praktik di kapal, termasuk cara menyimpan tangkapan setelah ikan dinaikkan dari laut. Langkah ini penting untuk memastikan mutu tidak menurun sebelum ikan mencapai pelabuhan, tempat pelelangan, atau fasilitas berikutnya.

Pembenahan turut didukung penyediaan es curah bagi nelayan yang melaut. Es jenis ini memiliki tekstur lebih lembut sehingga dapat mengisi ruang di antara ikan tanpa merusak dagingnya. Ketersediaan es yang sesuai kebutuhan penanganan ikan membantu menjaga kondisi tangkapan selama berada dalam perjalanan.

“Kita memperbaiki cara-cara para nelayan itu menangani hasil perikanannya, hasil tangkapannya sejak di atas kapal. Habis itu ada cool box -nya, jadi tidak ditaruh saja di kapal,” ujarnya.

Cold Storage Juga Masuk Rantai Sertifikasi

Pengawasan mutu tidak hanya ditujukan kepada kapal penangkap. Fasilitas cold storage juga melalui proses sertifikasi untuk memastikan standar suhu, sarana, dan prasarana penyimpanan telah terpenuhi. Tahap ini menjaga agar ikan yang sudah ditangani dengan baik sejak di laut tidak kehilangan kualitas akibat penyimpanan yang tidak sesuai.

Rantai pengendalian mutu KNMP mencakup lebih dari satu titik kegiatan. Pendampingan dilakukan pula di pelabuhan perikanan, tempat pelelangan ikan (TPI), serta area tempat kapal nelayan bersandar. Setiap titik tersebut memiliki peran dalam menjaga alur produk, dari saat ikan didaratkan hingga masuk ke proses distribusi atau pengolahan.

Bagi perikanan tangkap, proses penjaminan kualitas dimulai sejak ikan ditangani di atas kapal. Polanya berbeda pada perikanan budidaya. Pada sektor budidaya, penerapan standar dimulai dari lokasi pemeliharaan ikan melalui cara budidaya ikan yang baik. Perbedaan titik awal ini mencerminkan karakter masing-masing kegiatan perikanan, namun keduanya tetap bermuara pada produk yang memenuhi persyaratan mutu.

Setelah tahap produksi dan penanganan awal, pengendalian berlanjut ke unit pengolahan ikan. Di sana, pelaku usaha didorong memenuhi sertifikasi kelayakan pengolahan serta menerapkan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP). Sistem HACCP digunakan untuk mengenali dan mengendalikan titik-titik penting yang dapat memengaruhi keamanan pangan selama proses pengolahan.

Pendampingan Berjalan Sejak Pembangunan KNMP

Pendampingan nelayan di lokasi KNMP telah berlangsung sejak program mulai dibangun pada 2025. Dari target 100 KNMP, sebanyak 65 lokasi telah rampung dan memperoleh pendampingan dari unit pelaksana teknis BPPMHKP yang tersebar di berbagai provinsi.

Program ini memberi arti penting bagi nelayan karena kualitas produk tidak hanya ditentukan oleh jumlah tangkapan. Cara ikan disimpan, didinginkan, dipindahkan, dan diolah ikut menentukan apakah produk dapat memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas. Penanganan yang tertib sejak awal juga membuat setiap pelaku dalam rantai perikanan memiliki acuan kerja yang lebih jelas.

Penguatan mutu tersebut turut menopang kesiapan produk perikanan untuk pasar ekspor. Asal bahan baku dapat ditelusuri melalui sistem ketertelusuran atau traceability. Kemampuan menelusuri perjalanan bahan baku membantu menunjukkan keterhubungan antara ikan, lokasi penanganan, proses pengolahan, dan produk yang akhirnya dipasarkan.

BPPMHKP juga tengah menuntaskan digitalisasi layanan agar data cukup dimasukkan satu kali dan dapat dimanfaatkan oleh instansi terkait dalam ekosistem ekspor. Pengembangan sistem itu melibatkan Kementerian Perdagangan, Bea Cukai, serta Lembaga National Single Window (LNSW).

Integrasi digital tersebut diharapkan mempercepat layanan dan menyatukan proses ekspor produk kelautan maupun perikanan. Bagi pelaku usaha, penyederhanaan aliran data dapat mendukung proses administrasi yang lebih terhubung dengan kebutuhan pengawasan mutu dan ketelusuran produk.

Frequently Asked Questions

What is KNMP perkuat penjaminan mutu ikan?

KNMP perkuat penjaminan mutu ikan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does KNMP perkuat penjaminan mutu ikan matter?

KNMP perkuat penjaminan mutu ikan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

More from this category

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *