Gekrafs jajaki kerja sama dengan industri kreatif AS

4 hours ago  ·  4 min read
By Robert Davis - fukushimask.com
WhatsApp-Image-2026-10-15-at-14.39.29-2

Gekrafs membuka peluang kolaborasi kreatif Indonesia-AS di Los Angeles

Fukushimask.com – Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) membawa agenda pengembangan kemitraan lintas negara ke Los Angeles, Amerika Serikat, melalui forum teknologi digital yang berlangsung pada 5–8 Oktober 2026. Fokus pembicaraan mencakup peluang kerja sama pada museum interaktif, pembuatan maket perkotaan, pertunjukan, hingga wisata yang terhubung dengan industri film.

Dalam agenda tersebut, Wakil Ketua Harian DPP Gekrafs Mohamad Amin Ahlun Nazar hadir mewakili organisasi bersama PT Pola Raya Studio. Pertemuan itu diarahkan untuk mempertemukan jejaring pelaku ekonomi kreatif Indonesia dengan calon mitra dari Amerika Serikat serta membuka akses terhadap kebutuhan pasar internasional.

“Kami membawa tawaran kerja sama yang menghubungkan jejaring pelaku ekonomi kreatif Indonesia dengan kemampuan desain dan produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional,” kata Mohamad Amin Ahlun Nazar.

Miniatur dan maket kota menjadi tawaran utama

Salah satu bidang yang ditawarkan melalui PT Pola Raya Studio adalah jasa desain serta produksi miniatur. Keahlian ini diproyeksikan mendukung pembangunan museum interaktif dan penyusunan maket kota yang dapat digunakan oleh Pemerintah Kota Los Angeles.

Maket dan miniatur memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar benda pajangan. Dalam konteks pendidikan, pameran, maupun komunikasi proyek pembangunan, bentuk visual tiga dimensi dapat membantu masyarakat memahami rancangan ruang, bangunan, dan perubahan kawasan secara lebih mudah. Ketelitian skala, pembacaan gambar teknis, serta pengerjaan detail menjadi unsur penting dalam proses produksi tersebut.

“Kemampuan membaca gambar, menjaga ketepatan skala, dan menghasilkan detail menjadi keunggulan produksi untuk kebutuhan pendidikan, pameran, serta komunikasi pembangunan,” ujar Amin.

Kerja sama yang dijajaki juga berada dalam kerangka penguatan hubungan ekonomi kreatif antara Indonesia dan Amerika Serikat. Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Los Angeles memfasilitasi upaya tersebut, termasuk pembukaan ruang dialog bagi pelaku usaha dan industri yang memiliki kebutuhan produksi kreatif.

Mendorong talenta Indonesia masuk pasar global

Ketua Umum DPP Gekrafs Kawendra Lukistian menilai perluasan jejaring internasional penting agar keterampilan kreatif dari Indonesia memperoleh panggung dan peluang bisnis yang lebih besar. Industri kreatif mencakup banyak bentuk karya, dari desain, seni pertunjukan, film, animasi, hingga produk berbasis kekayaan intelektual.

“Indonesia memiliki talenta, budaya, dan kreativitas luar biasa yang harus hadir dan bersaing di panggung global,” kata Kawendra.

Ia menekankan bahwa peluang tidak berhenti pada pengakuan terhadap kualitas karya. Tantangan yang lebih nyata adalah mempertemukan kemampuan kreatif dengan kebutuhan konsumen, lembaga, atau perusahaan yang benar-benar memerlukan jasa dan produk tersebut. Pertemuan antara keterampilan dan pasar dapat menciptakan dampak ekonomi yang langsung dirasakan oleh pekerja kreatif serta keluarganya.

“Ketika keterampilan bertemu pelanggan, sebuah karya tidak hanya mengangkat nama Indonesia, tetapi juga menambah penghasilan keluarga dan mendorong generasi berikutnya menekuni keahlian tersebut,” ujar Kawendra.

Di Los Angeles, delegasi Indonesia juga mendapat sambutan dari Presiden sekaligus CEO Hollywood Chamber of Commerce Ron Frierson. Ia berharap kesamaan semangat dalam kreativitas dan kewirausahaan dapat berkembang menjadi kemitraan yang konkret, terutama pada sektor hiburan, pariwisata, dan bisnis.

Los Angeles memiliki posisi penting dalam percakapan mengenai industri kreatif global karena kuatnya ekosistem hiburan dan audiovisual di kota tersebut. Bagi pelaku kreatif Indonesia, pembicaraan mengenai desain, produksi, pameran, pengalaman wisata, dan pertunjukan dapat membuka jalan bagi kolaborasi yang tidak hanya bersifat promosi, melainkan juga berbasis proyek dan kebutuhan industri.

Ekosistem kreatif dan pemanfaatan kekayaan intelektual

Langkah Gekrafs berlangsung ketika pengembangan karya berbasis kekayaan intelektual semakin menjadi perhatian di Indonesia. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, saat membuka LITERAIA 2026 di Museum Nasional pada Minggu, 11 Oktober, mendorong agar karya sastra dapat diadaptasi ke dalam film, animasi, gim, dan pertunjukan.

Adaptasi lintas media memberi peluang sebuah karya menjangkau khalayak yang lebih luas sekaligus menciptakan nilai ekonomi bagi penciptanya. Cerita yang semula hadir dalam bentuk buku, misalnya, dapat berkembang menjadi pengalaman audiovisual, produk hiburan interaktif, atau materi pertunjukan. Namun, proses tersebut membutuhkan perencanaan, kemampuan produksi, dan mitra yang memahami pasar masing-masing medium.

Potensi ekonomi dari karya berbasis kekayaan intelektual juga terlihat dalam kegiatan Jakarta Futura Connectiva pada 3–4 Oktober. Kementerian Perdagangan mencatat potensi transaksi senilai Rp3,51 miliar dari 38 pelaku usaha yang berpartisipasi dalam kegiatan itu.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa karya kreatif dapat bergerak dari gagasan menuju aktivitas usaha ketika didukung jaringan, akses pasar, dan kapasitas produksi. Penjajakan yang dilakukan Gekrafs di Amerika Serikat pun menjadi bagian dari upaya memperluas ruang pertemuan antara keahlian kreatif Indonesia dengan peluang kerja sama internasional.

Ke depan, keberhasilan kemitraan semacam ini akan bergantung pada kemampuan pelaku industri untuk menerjemahkan kreativitas menjadi penawaran yang relevan, terukur, dan siap dikerjakan. Museum interaktif, maket kota, pertunjukan, serta wisata berbasis film menjadi contoh bidang yang memadukan nilai budaya, pengalaman publik, teknologi, dan potensi bisnis dalam satu ekosistem kreatif.

Frequently Asked Questions

What is Gekrafs jajaki kerja sama dengan industri?

Gekrafs jajaki kerja sama dengan industri is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Gekrafs jajaki kerja sama dengan industri matter?

Gekrafs jajaki kerja sama dengan industri matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

More from this category

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *