Pemerintah bangun jembatan Krueng Pelang di Aceh Tengah

1 hour ago  ·  3 min read
By Daniel Johnson - fukushimask.com
1001119997

Pembangunan Jembatan Krueng Pelang Ditargetkan Berfungsi Akhir November 2026

Fukushimask.com – Pemulihan akses transportasi di Aceh Tengah terus dikebut melalui pembangunan kembali Jembatan Krueng Pelang. Infrastruktur yang rusak akibat bencana hidrometeorologi pada 2025 ini menghubungkan Kecamatan Silih Nara dan Kecamatan Rusip Antara, sekaligus menjadi bagian penting dari jalur yang mengarah dari Pameu, Aceh Tengah, ke Geumpang di Kabupaten Pidie.

Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh menargetkan jembatan tersebut sudah dapat dipakai masyarakat pada akhir November 2026. Hingga saat ini, pelaksanaan pembangunan telah mencapai sekitar 60 persen.

“Saat ini progres pembangunan jembatan ini telah mencapai 60 persen, ditargetkan dapat difungsikan pada akhir November 2026,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.2 BPJN Aceh Chandra di Aceh Tengah, Sabtu.

Rangka Baja Hampir Tersambung Seluruhnya

Tahapan pekerjaan yang sedang menjadi perhatian utama adalah pemasangan rangka baja. Struktur tersebut dibangun untuk menggantikan bagian jembatan yang terdampak peristiwa hidrometeorologi pada 25 November 2025.

Dari kebutuhan 11 segmen rangka dengan bentang 55 meter, sembilan segmen telah terpasang. Penyambungan seluruh bagian rangka diharapkan selesai pada pekan berikutnya. Setelah struktur baja terhubung, pekerjaan akan berlanjut pada pembangunan lantai jembatan.

Bagian lantai nantinya dikerjakan melalui beberapa tahapan, mulai dari pemasangan besi tulangan, pengecoran beton, hingga pelapisan aspal. Tahapan tersebut diperlukan agar jembatan memiliki permukaan yang siap dilalui dan mampu mendukung mobilitas warga di kawasan penghubung antarkecamatan tersebut.

Keberadaan jembatan ini memiliki arti penting karena jalur Silih Nara–Rusip Antara bukan sekadar akses lokal. Ruasnya masuk dalam jaringan perjalanan menuju wilayah lain di Aceh Tengah dan Pidie. Saat infrastruktur penghubung terganggu, perjalanan masyarakat serta pergerakan kebutuhan sehari-hari dapat terdampak oleh keterbatasan akses.

Hujan dan Perubahan Debit Sungai Jadi Tantangan

Pekerjaan konstruksi di sekitar aliran sungai menghadapi kondisi lapangan yang dinamis. Curah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan muka air sungai berubah-ubah. Situasi ini terutama memengaruhi proses pengerjaan fondasi dan abutmen, yaitu struktur penyangga pada kedua sisi jembatan.

Fondasi dan abutmen menjadi elemen penting dalam sebuah jembatan karena menopang struktur utama serta menghubungkan bangunan jembatan dengan badan jalan. Karena berada dekat aliran sungai, pelaksanaan pekerjaan di bagian ini harus menyesuaikan kondisi air dan keselamatan di lapangan.

Selain membangun kembali jembatan, BPJN Aceh juga melakukan penanganan aliran sungai atau river training. Progres pekerjaan pendukung tersebut berada di kisaran 30 persen. Penanganan dilakukan di area hulu dan hilir untuk membantu melindungi infrastruktur jembatan dari pengaruh aliran sungai.

River training merupakan bagian penting dalam perlindungan bangunan yang berdiri di sekitar sungai. Penataan aliran ini ditujukan untuk mendukung kestabilan kawasan di sekitar jembatan, sehingga struktur yang dibangun dapat memperoleh perlindungan tambahan terhadap kondisi sungai yang berubah saat hujan deras.

Pekerjaan Dua Shift Libatkan Sekitar 70 Pekerja

Untuk menjaga target penyelesaian, proyek ini dijalankan pada siang dan malam hari. Sistem dua shift diterapkan dengan keterlibatan sekitar 70 pekerja. Pengaturan kerja tersebut dilakukan agar tahapan konstruksi dapat terus berlangsung sesuai kebutuhan proyek.

“Pihaknya berharap pekan depan seluruh rangka dapat tersambung dan dilanjutkan dengan pemasangan lantai jembatan.”

Ketersediaan kebutuhan proyek juga telah membaik. Pasokan semen, bahan bangunan, serta bahan bakar minyak yang sempat mengalami hambatan kini kembali lancar. Kelancaran distribusi material menjadi faktor penting agar pemasangan struktur, pekerjaan beton, dan aktivitas alat di lokasi tidak mengalami penundaan tambahan.

Pembangunan Jembatan Krueng Pelang menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana di Aceh. Pemulihan infrastruktur tidak hanya berfokus pada penggantian struktur yang rusak, tetapi juga mencakup penanganan lingkungan sungai di sekitarnya agar akses yang dibangun kembali memiliki dukungan perlindungan yang memadai.

Bagi masyarakat yang menggunakan jalur tersebut, target pengoperasian pada akhir November 2026 menjadi titik penting dalam pemulihan konektivitas. Ketika seluruh pekerjaan rangka, lantai, pengaspalan, dan penanganan pendukung selesai, jembatan diharapkan kembali menjalankan fungsinya sebagai penghubung perjalanan antara Silih Nara, Rusip Antara, Aceh Tengah, hingga arah Geumpang di Pidie.

Frequently Asked Questions

What is Pemerintah bangun jembatan Krueng Pelang di Aceh?

Pemerintah bangun jembatan Krueng Pelang di Aceh is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pemerintah bangun jembatan Krueng Pelang di Aceh matter?

Pemerintah bangun jembatan Krueng Pelang di Aceh matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

More from this category

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *