All Sport

Latest Program: PBPI fokus siapkan timnas untuk Asian Games dan Piala Dunia Padel 2026

PBPI Fokus Siapkan Timnas untuk Asian Games dan Piala Dunia Padel 2026 Latest Program - Jakarta menjadi pusat perhatian bagi pengurus olahraga padel Indonesia

Desk All Sport
Published July 6, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

PBPI Fokus Siapkan Timnas untuk Asian Games dan Piala Dunia Padel 2026

Latest Program – Jakarta menjadi pusat perhatian bagi pengurus olahraga padel Indonesia setelah Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) mengumumkan prioritas utama mereka, yakni memperkuat persiapan tim nasional (timnas) untuk menghadapi Asian Games 2026 serta kualifikasi menuju Piala Dunia Padel 2026. Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum PBPI, Mochtar Sarman, yang menjelaskan bahwa program pembinaan atlet telah dijalankan secara berkelanjutan melalui pendekatan yang lebih terstruktur. Dukungan dari pelatih asing dan tim ahli menjadi faktor penting dalam memastikan kesiapan timnas untuk dua even besar tersebut.

Persiapan Timnas Padel dengan Pelatih Internasional

Mochtar menekankan bahwa PBPI telah mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kualitas timnas. Program pemusatan latihan nasional (pelatnas) diterapkan sebagai inti dari proses pembinaan. Dengan menghadirkan pelatih dari luar negeri, harapannya adalah membawa pengalaman dan metode pengajaran yang lebih modern ke dalam pelatihan. “Kami ingin menjadi yang terbaik di Asia setidaknya dalam beberapa tahun ke depan,” ujar Mochtar seusai konferensi pers penyelenggaraan FIP Bronze-Promises Jakarta 2026 di Rana Grounds, Jakarta Selatan, pada 6-12 Juli.

“Kalau bicara target, kami ingin menjadi nomor satu setidaknya di Asia,”

Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, PBPI memilih pendekatan yang teratur dan berkelanjutan. Seluruh atlet yang tergabung dalam program pelatnas diharapkan bisa berkembang secara optimal, baik dalam teknik maupun taktik. Program ini juga melibatkan kompetisi yang memicu semangat juang, sekaligus menjadi sarana evaluasi kinerja para pemain.

Seleksi Atlet untuk Asian Games dan Piala Dunia

Sebagai bagian dari persiapan, PBPI telah menetapkan 10 atlet putra dan 10 atlet putri sebagai komponen utama skuad pelatnas. Dari jumlah tersebut, nantinya akan dipilih masing-masing empat atlet untuk mewakili Indonesia dalam Asian Games 2026, yang berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang, pada September tahun depan. Sementara itu, untuk Kualifikasi Piala Dunia Padel 2026, timnas juga akan diberi kesempatan untuk berpartisipasi pada Oktober.

Mochtar menjelaskan bahwa keikutsertaan dalam event multi-olahraga se-Asia ini menjadi langkah penting untuk memperluas pengalaman para atlet. “Jadi targetnya adalah membawa Indonesia lolos ke FIP World Cup 2026,” tambahnya. Meskipun lokasi Piala Dunia Padel 2026 belum diumumkan oleh Federasi Padel Internasional (FIP), jadwal telah ditentukan secara pasti, yakni 1-7 November. PBPI optimis bahwa dengan persiapan yang matang, timnas bisa memenuhi ambisi tersebut.

Upaya Jangka Panjang untuk Pembinaan Atlet

Setelah fokus pada Asian Games dan kualifikasi Piala Dunia, PBPI juga memiliki rencana untuk mengikutsertakan timnas dalam berbagai ajang di Asia. Tujuan dari upaya ini adalah menjaga kesinambungan pembinaan, sekaligus memperkaya pengalaman kompetitif atlet di level internasional. Dengan demikian, PBPI tidak hanya mempersiapkan timnas untuk event besar, tetapi juga memastikan pembinaan yang berkelanjutan.

Para atlet yang terpilih dalam pelatnas akan mengikuti program latihan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi masing-masing. Selain itu, PBPI juga mengadakan program khusus untuk atlet muda, agar mereka bisa menunjukkan kemampuan sebelum diberikan kesempatan lebih besar di masa depan. Pemusatan latihan ini diharapkan menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas timnas secara keseluruhan.

FIP Bronze-Promises Jakarta 2026: Penyelenggaraan yang Memperkuat Kinerja Timnas

Dalam waktu dekat, PBPI dipercaya oleh FIP untuk menjadi penyelenggara turnamen FIP Bronze-Promises Jakarta 2026. Acara ini digelar di Rana Grounds, Jakarta Selatan, pada 6-12 Juli, dan dihadiri oleh total 510 peserta dari 31 negara, termasuk Spanyol, Meksiko, Argentina, dan Indonesia. Turnamen ini memiliki dua kategori utama, yaitu Bronze untuk atlet dewasa dan Promises untuk peserta kelompok umur (KU) 14, KU-16, dan KU-18.

Mochtar menuturkan bahwa penyelenggaraan event ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk memantau perkembangan atlet muda. Dengan partisipasi dalam ajang seperti ini, PBPI bisa mengidentifikasi bakat yang potensial untuk dikembangkan lebih lanjut. Selain itu, turnamen ini juga memberikan pengalaman langsung bagi atlet dalam lingkungan kompetitif yang mendekati standar internasional.

Strategi PBPI untuk Masa Depan Padel Indonesia

Persiapan untuk Asian Games 2026 dan Piala Dunia Padel 2026 menjadi proyek besar bagi PBPI. Setelah berhasil menyelesaikan beberapa tahap latihan dan seleksi, timnas akan menghadapi tantangan dalam mengikuti kompetisi bergengsi. Namun, Mochtar yakin bahwa pengalaman yang diperoleh selama pelatnas akan menjadi bekal yang cukup untuk memperkuat performa dalam ajang besar.

Adapun kualifikasi Piala Dunia Padel 2026, PBPI menargetkan agar Indonesia bisa mendapatkan tiket ke babak final. Dengan menghadirkan pelatih berkualitas dan sistem pembinaan yang terstruktur, PBPI yakin bisa menciptakan timnas yang siap bersaing di tingkat global. Selain itu, turnamen FIP Bronze-Promises Jakarta 2026 juga menjadi pengujian awal untuk mengevaluasi efektivitas program pelatnas.

Persiapan PBPI tidak hanya terpusat pada event besar, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas fasilitas pelatihan, serta kerja sama dengan lembaga internasional. Dengan dukungan dari berbagai pihak, PBPI berharap bisa menorehkan prestasi yang signifikan dalam beberapa tahun ke depan, sekaligus menanamkan fondasi kuat bagi olahraga padel di Indonesia.

Komitmen untuk Masa Depan Padel Nasional

Mochtar menegaskan bahwa PBPI tidak hanya memikirkan target jangka pendek, tetapi juga menyiapkan langkah strategis untuk masa depan. Kehadiran pelatih asing dan sistem pembinaan yang lebih profesional akan menjadi kunci dalam membangun kekuatan timnas secara berkelanjutan. “Kami percaya bahwa dengan pengelolaan yang baik, padel Indonesia bisa menyaingi negara-negara lain di Asia,” ujarnya.

Selain itu, PBPI juga memperhatikan keberlanjutan olahraga padel di tanah air. Dengan melibatkan atlet muda dan memberikan kesempatan mereka untuk berkiprah di tingkat internasional, PBPI berharap bisa menciptakan duta padel Indonesia yang berkualitas.

Leave a Comment