Bisnis

Important Visit: Dirut Bulog bersama anak yatim doakan ketahanan pangan RI di Jayapura

Dirut Bulog Bersama Anak Yatim Doakan Ketahanan Pangan Nasional di Jayapura Important Visit - Jayapura, Papua (ANTARA) - Sebagai bentuk penghargaan atas peran

Desk Bisnis
Published July 7, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Dirut Bulog Bersama Anak Yatim Doakan Ketahanan Pangan Nasional di Jayapura

Important Visit – Jayapura, Papua (ANTARA) – Sebagai bentuk penghargaan atas peran anak-anak yatim dalam memperkuat semangat kebersamaan, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengadakan doa bersama di kota Jayapura, Papua, Senin malam. Acara tersebut menjadi sarana untuk memohon kelancaran dalam menjalankan tugas pemerintah, khususnya dalam upaya menjaga stabilitas pangan nasional. Rizal menegaskan bahwa keberhasilan Bulog dalam mewujudkan target pemerintah bukan hanya bergantung pada kemampuan manusia, tetapi juga memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk kekuatan spiritual.

Doa Bersama sebagai Bentuk Rasa Syukur

Dalam kegiatan yang diadakan di Kantor Bulog Wilayah Papua, Rizal menyampaikan bahwa doa bersama dengan anak yatim piatu merupakan bentuk rasa syukur serta permintaan keberkahan bagi seluruh jajaran perusahaan. “Dengan doa ini, kami berharap semangat kerja dan dedikasi para insan Bulog bisa tetap terjaga, sehingga mampu menjalankan tugas-tugas pemerintah secara optimal,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk meminta doa restu dari para anak yatim agar upaya perusahaan dalam mewujudkan swasembada pangan tetap berjalan lancar.

“Kami berharap doa adik-adik yatim piatu dapat menjadi bakti yang menemani Bulog dalam menjalankan tugas mendukung swasembada pangan dan mencapai target yang ditetapkan pemerintah,” ujarnya.

Rizal menyebutkan bahwa doa anak-anak yatim dari Panti Asuhan Hidayatullah Jayapura menjadi penyemangat bagi tim kerja Bulog. “Dengan kehadiran mereka, kami merasa lebih termotivasi untuk terus bekerja maksimal, karena doa dari generasi muda yang penuh harapan ini memberi energi baru,” tambahnya. Ia menjelaskan bahwa doa bersama ini diadakan sebagai bagian dari upaya memperkuat komitmen perusahaan dalam menjaga ketahanan pangan nasional, yang menjadi prioritas utama pemerintah saat ini.

Target Serapan Beras Petani Capai 80 Persen

Sampai awal Juli 2026, Bulog telah mencapai serapan beras sebesar 3,2 juta ton, yang hampir mencapai 80 persen dari total target nasional yang ditetapkan pemerintah. Target penyerapan beras petani sebanyak 4 juta ton dianggap sebagai salah satu komponen penting dalam upaya memperkuat cadangan pangan nasional. Rizal menjelaskan bahwa tinggal sekitar 20 persen lagi yang perlu dicapai, dan dengan dukungan pemangku kepentingan serta kerja keras seluruh jajaran, target tersebut diperkirakan bisa tercapai dalam satu atau dua bulan ke depan.

“Ini tinggal sekitar 20 persen lagi yang sudah terselesaikan. Mudah-mudahan dalam waktu satu atau dua bulan ini, target 4 juta ton bisa terwujud,” kata Rizal di hadapan anak yatim piatu. Ia menekankan bahwa keberhasilan serapan beras tidak hanya bergantung pada pengelolaan logistik, tetapi juga pada kolaborasi yang solid antara pemerintah, petani, dan mitra lainnya. Rizal berharap kegiatan doa bersama ini bisa menjadi tradisi yang berkelanjutan, sebagai bentuk rasa syukur dan keberkahan bagi semua pihak yang terlibat.

Santunan sebagai Bentuk Kepedulian Sosial

Di samping doa bersama, Rizal juga memberikan bantuan santunan kepada para anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan. “Santunan ini diberikan sebagai wujud perhatian Bulog terhadap masyarakat sekitar wilayah kerja kami,” ujarnya. Ia menyatakan bahwa langkah tersebut bertujuan mempererat hubungan antara perusahaan dan masyarakat, sekaligus mendorong kesejahteraan anak-anak yang kurang beruntung.

Rizal menekankan bahwa keberhasilan dalam menjalankan tugas pemerintah tidak bisa terlepas dari doa dan pertolongan Tuhan. “Kami percaya, keberhasilan yang diraih Bulog tidak hanya didasari usaha manusia, tetapi juga bantuan dari-Nya,” katanya. Ia menjelaskan bahwa doa bersama dengan anak yatim akan dilakukan secara rutin dalam setiap kunjungan kerja, sebagai bagian dari komitmen spiritual perusahaan.

Di tengah tantangan yang dihadapi oleh sektor pertanian dan distribusi di wilayah Papua, Rizal optimistis bahwa kegiatan seperti ini bisa memperkuat semangat masyarakat dan para pekerja Bulog. “Dengan kombinasi usaha nyata dan doa bersama, kami yakin target penyerapan beras 4 juta ton bisa tercapai,” imbuhnya. Ia menambahkan bahwa keberlanjutan ketahanan pangan nasional memerlukan kerja sama yang konsisten, serta semangat kebersamaan yang terus dipupuk melalui berbagai kegiatan seperti ini.

Bulog, sebagai pelaku strategis dalam pengelolaan pangan nasional, berkomitmen untuk terus berupaya menjaga ketersediaan bahan pangan di tengah dinamika perekonomian yang berubah cepat. Rizal menyatakan bahwa doa bersama dan santunan kepada anak yatim bukan hanya tindakan simbolis, tetapi juga bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan. “Kami berharap masyarakat bisa merasakan manfaat dari keberhasilan Bulog dalam mengamankan pangan,” katanya.

Acara tersebut juga menjadi momen untuk menegaskan peran Bulog sebagai penghubung antara petani dan konsumen. Dengan menggandeng anak yatim, Rizal ingin menunjukkan bahwa upaya menjaga ketahanan pangan tidak hanya melibatkan pihak-pihak formal, tetapi juga masyarakat luas. “Semangat doa dari adik-adik yatim bisa menjadi inspirasi bagi kita semua, agar tetap berjuang untuk kesejahteraan bersama,” pungkasnya.

Leave a Comment