Menko AHY resmikan kawasan penataan permukiman kumuh di Gresik

6 hours ago  ·  3 min read
By Daniel Johnson - fukushimask.com
WhatsApp-Image-2026-08-01-at-20.37.12

Menko AHY Resmikan Kawasan Penataan Permukiman Kumuh di Gresik

Fukushimask.com – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, secara resmi meresmikan kawasan penataan permukiman kumuh yang berlokasi di Kabupaten Gresik. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat di seluruh Indonesia. Program penataan ini telah melalui proses panjang dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan hasil yang optimal bagi warga setempat.

Herzaky Mahendra Putra, Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Informasi Publik di Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, menjelaskan bahwa program ini memiliki tujuan strategis untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat, aman, dan layak huni. Melalui pendekatan komprehensif, pemerintah berharap dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan terhadap kesejahteraan masyarakat di kawasan tersebut.

Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas hunian, menciptakan lingkungan yang lebih sehat, aman, dan layak, sekaligus menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat.

Detail Lokasi dan Luas Kawasan

Program penataan kawasan ini merupakan bagian dari pelaksanaan DAK Tematik Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu atau yang dikenal dengan singkatan PPKT. Lokasi penataan berada di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik. Kawasan seluas 8,97 hektare tersebut telah ditata dengan melibatkan pembangunan dan peningkatan kualitas hunian, jalan lingkungan, sistem drainase, jaringan air minum, sanitasi, serta sistem pengelolaan persampahan secara terpadu.

Kawasan yang telah ditata ini mencakup total 246 unit rumah yang telah mengalami perbaikan dan peningkatan kualitas. Setiap aspek infrastruktur telah dirancang untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penghuni kawasan. Sistem pengelolaan persampahan yang terpadu menjadi salah satu keunggulan dari program ini, karena dapat mengurangi masalah lingkungan yang sering terjadi di kawasan permukiman padat.

Jadwal Kunjungan Kerja Menko AHY

Rangkaian kunjungan kerja Menko AHY di Jawa Timur dijadwalkan berlangsung pada tanggal 1 hingga 2 Agustus 2026. Tujuan utama dari kunjungan ini adalah memastikan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada aspek fisik semata, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat mendukung penguatan ekonomi daerah melalui peningkatan kualitas infrastruktur yang ada.

Selain agenda di Gresik, Menko AHY juga dijadwalkan menghadiri Surabaya Marathon yang akan diselenggarakan di Kota Surabaya pada hari Minggu, tanggal 2 Agustus 2026. Kunjungan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung berbagai kegiatan masyarakat yang dapat meningkatkan kualitas hidup warga.

Lebih lanjut, Menko AHY juga akan mengunjungi Pondok Pesantren Nurul Cholil yang berlokasi di Bangkalan. Kunjungan ke pesantren ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan kalangan pesantren. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di seluruh wilayah Jawa Timur.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Program Penataan

Apa itu Program PPKT? Program PPKT adalah singkatan dari Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu yang merupakan bagian dari DAK Tematik untuk meningkatkan kualitas permukiman kumuh di berbagai daerah.

Berapa luas kawasan yang ditata di Gresik? Kawasan penataan di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik memiliki luas 8,97 hektare dengan 246 unit rumah yang telah diperbaiki.

Kapan program ini dimulai? Program penataan ini merupakan bagian dari agenda pembangunan nasional yang terus dilaksanakan dengan dukungan kolaborasi lintas kementerian dan pemerintah daerah.

Apa manfaat utama program ini bagi masyarakat? Program ini memberikan manfaat berupa lingkungan yang lebih sehat, aman, dan layak huni dengan infrastruktur yang lengkap termasuk drainase, air minum, sanitasi, dan pengelolaan persampahan.

MORE FROM THIS CATEGORY