Venezuela Umumkan Pengunduran Diri dari Mahkamah Pidana Internasional
Langkah Bersejarah dalam Diplomasi Internasional
Fukushimask.com – Caracas — Venezuela umumkan pengunduran diri dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) pada hari Jumat, 24 Juli 2025. Pengumuman resmi ini menandai berakhirnya keanggotaan negara Amerika Selatan tersebut dalam sistem peradilan internasional yang berbasis di Den Haag, Belanda. Langkah strategis ini diambil setelah melalui proses deliberasi panjang yang melibatkan berbagai pertimbangan hukum, politik, dan hubungan diplomatik dalam negeri Venezuela.
Menteri Luar Negeri Venezuela, Felix Plasencia, menyampaikan keputusan penting ini melalui unggahan di platform media sosial X. Dalam pernyataannya, Plasencia menjelaskan bahwa negaranya telah mengirimkan notifikasi resmi kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres. Keputusan yang diambil oleh Venezuela ini digambarkan sebagai langkah tegas dan final, menandai akhir dari keikutsertaan negara tersebut dalam Statuta Roma sejak tahun 2000. Proses pengunduran diri ini akan dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam Pasal 127 dari perjanjian internasional tersebut.
Akar Kritik Terhadap ICC
Plasencia menyampaikan kritik mendalam terhadap kinerja ICC selama ini. Menurut Menlu Venezuela, pengadilan internasional tersebut telah secara tidak proporsional memfokuskan pekerjaannya untuk merugikan negara-negara Global South. Selain itu, ICC juga dianggap melanggengkan apa yang disebutnya sebagai persekusi terhadap rakyat Venezuela, sekaligus memperparah ketimpangan yang ada di tingkat global.
Tindakan pengadilan ini telah memperlihatkan bagaimana sebuah sistem peradilan internasional digunakan untuk memperdalam ketimpangan di antara bangsa-bangsa serta mengabaikan hak mereka atas penentuan nasib sendiri dan kedaulatan. — Felix Plasencia, Menteri Luar Negeri Venezuela
Pernyataan ini mencerminkan kekecewaan panjang Venezuela terhadap mekanisme peradilan internasional yang dianggap tidak adil. Venezuela merasa bahwa negara-negara berkembang sering kali menjadi target utama tanpa mendapatkan perlakuan yang setara dibandingkan dengan negara-negara maju. Kritik ini juga sejalan dengan tren negara-negara Afrika yang mulai mempertimbangkan keluar dari ICC dalam beberapa tahun terakhir.
Latar Belakang Investigasi ICC Terhadap Venezuela
Menurut berbagai laporan media internasional, ICC pada tahun 2021 telah mengumumkan bahwa mereka akan menyelidiki kemungkinan terjadinya kejahatan terhadap kemanusiaan oleh pemerintah Venezuela. Investigasi ini berkaitan dengan penindakan yang dilakukan selama demonstrasi antipemerintah yang terjadi pada tahun 2017. Peristiwa tersebut menandai awal dari ketegangan antara Venezuela dan lembaga peradilan internasional.
Majelis Nasional Venezuela kemudian mengambil langkah lebih lanjut dengan memutuskan melalui pemungutan suara pada Desember 2025 untuk menarik diri dari komitmennya dalam Statuta Roma. Keputusan ini merupakan hasil dari diskusi panjang di kalangan legislatif Venezuela mengenai masa depan hubungan negara dengan ICC. Untuk informasi lebih lanjut tentang perkembangan terbaru, pembaca dapat mengunjungi [berita internasional terbaru di Antaranews](https://www.antaranews.com/berita/internasional).
Komitmen Terhadap Keadilan Sejati
Sementara proses pengunduran diri sedang berlangsung, Menlu Plasencia menegaskan kembali komitmen negaranya terhadap apa yang dia sebut sebagai keadilan sejati dan setara. Keadilan tersebut harus menghormati kedaulatan dan hak bangsa-bangsa untuk menentukan nasib sendiri. Venezuela berharap langkah ini akan membuka jalan bagi hubungan internasional yang lebih seimbang dan adil bagi semua negara, terutama yang berasal dari kawasan berkembang.
Pengunduran diri Venezuela dari ICC ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi negara-negara lain yang merasa tidak puas dengan sistem peradilan internasional yang ada. Langkah ini juga menunjukkan bahwa negara-negara Global South tidak lagi menerima perlakuan yang dianggap tidak adil dari lembaga-lembaga internasional yang selama ini dianggap mewakili kepentingan negara-negara Barat.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pengunduran Diri Venezuela
Apa dampak pengunduran diri Venezuela terhadap warga negaranya? Warga Venezuela yang telah menjadi tersangka atau terdakwa dalam kasus ICC akan tetap tunduk pada yurisdiksi pengadilan hingga proses pengunduran diri selesai sepenuhnya. Namun, tidak ada kasus baru yang dapat diajukan terhadap Venezuela setelah notifikasi resmi diterima.
Berapa lama proses pengunduran diri Venezuela dari ICC? Berdasarkan Pasal 127 Statuta Roma, proses pengunduran diri memerlukan waktu satu tahun setelah notifikasi resmi dikirimkan kepada Sekretaris Jenderal PBB. Venezuela telah mengirimkan notifikasi pada Juli 2025, sehingga proses akan selesai pada Juli 2026.
Apakah Venezuela akan bergabung kembali dengan ICC di masa depan? Venezuela tetap memiliki hak untuk bergabung kembali dengan ICC kapan saja sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Namun, pemerintah saat ini menyatakan bahwa keputusan ini bersifat permanen selama periode keanggotaan saat ini.
Bagaimana reaksi internasional terhadap langkah Venezuela? Reaksi internasional bervariasi, dengan beberapa negara Barat mengecam keputusan tersebut sementara negara-negara Global South menyambut positif. Venezuela berharap langkah ini akan membuka jalan bagi hubungan internasional yang lebih seimbang dan adil bagi semua negara, terutama yang berasal dari kawasan berkembang.

