Visit Agenda: Vina Panduwinata-Ardhito Pramono duet di konser Badai Pasti Berlalu

Vina Panduwinata-Ardhito Pramono duet di konser Badai Pasti Berlalu

Jakarta – Konser “Badai Pasti Berlalu” yang mengusung tema 52 tahun perjalanan karier musisi ternama Erros Djarot kembali dimeriahkan oleh kolaborasi antara penyanyi generasi berbeda, Vina Panduwinata dan Ardhito Pramono. Acara yang berlangsung di Balai Sarbini, Jakarta, pada hari Sabtu (25/4) malam ini menghadirkan kesenian dari berbagai era, termasuk lagu-lagu legendaris maestro yang telah mengukir sejarah dalam dunia musik Indonesia.

Kolaborasi generasi berbeda

Ardhito Pramono tampil membawakan lagu “Malam Pertama” dalam konser tersebut. Ia pun menyampaikan apresiasi terhadap para senior dalam dunia musik. “Saya berterima kasih sekali, bisa hadir di sini sebagai musisi dan penyanyi yang mengagumi musik dari tahun 70-an hingga 80-an. Tepuk tangan untuk para pendahulu kita,” ujarnya.

“Ini adalah lagu yang menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, jadi apalagi berduet bersama Mama Vina di sini,” tambah Ardhito Pramono, merujuk pada Vina Panduwinata yang ia anggap sebagai figur musik yang memberi inspirasi.

Sementara itu, Vina Panduwinata juga membagikan pengalaman berduet dengan Ardhito. Setelah Ardhito menyelesaikan lagu “Malam Pertama”, ia mengundang sang penyanyi senior untuk bergabung di panggung dan membawakan “Hening” bersama. Penampilan Vina dilanjutkan dengan lagu “Matahari”, di mana ia menyampaikan rasa bangga terhadap peran Erros Djarot dalam membentuk identitas musik nasional.

Konser memperingati perjalanan panjang

Konser “Badai Pasti Berlalu” tidak hanya menghadirkan lagu dari album yang dirilis 1977, tetapi juga menampilkan karya-karya klasik Erros Djarot. Acara ini menarik partisipasi sejumlah musisi ternama, seperti Once Mekel, Titi DJ, Rio Febrian, Dirly Dave, Monita Tahalea, Adi Adrian, hingga Mia Ismi. Semua peserta konser turut membawakan lagu-lagu ikonik, antara lain “Badai Pasti Berlalu”, “Semusim”, “Pelangi”, dan “Serasa”.

Sebagai bagian dari rangkaian perayaan, Erros Djarot sendiri menjadi pusat perhatian. Dengan dukungan musisi dan penyanyi lain, konser ini menjadi kesempatan untuk mengenang kontribusi luar biasa sang maestro terhadap seni musik Indonesia.