Historic Moment: Bupati Morowali berpesan agar JCH jaga kebersamaan di Tanah Suci

Bupati Morowali Ingatkan Jamaah Calon Haji untuk Tetap Bersatu di Tanah Suci

Historic Moment – Di tengah persiapan untuk menghadiri ibadah haji tahunan 2026, Bupati Morowali, Sulawesi Tengah, Iksan Baharudin Abdul Rauf, memberikan pesan khusus kepada para jamaah calon haji (JCH) yang berasal dari wilayah ini. Ia menekankan pentingnya menjaga harmoni dan kerja sama selama menjalani ibadah di Tanah Suci, yaitu Arab Saudi. “Saya berharap jamaah calon haji bisa saling mendukung, karena di sana tidak ada yang bisa bekerja sendirian. Setiap orang harus berperan aktif dan menjaga kebersamaan,” ujarnya dalam acara pelepasan JCH Kabupaten Morowali, Selasa.

Perjalanan Haji sebagai Ujian Kekompakan

Bupati Morowali menjelaskan bahwa perjalanan haji bukan hanya ujian fisik, tetapi juga menguji kemampuan untuk bekerja sama dan saling menghargai. “Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kekuatan persatuan masyarakat Morowali, baik di dalam maupun luar negeri,” katanya. Ia menyatakan bahwa kondisi di Tanah Suci yang dinamis membutuhkan sikap kolaboratif dari semua jamaah, termasuk dalam menghadapi tantangan seperti cuaca, logistik, dan pengelolaan waktu selama ibadah. “Kebersamaan menjadi kunci kelancaran seluruh proses ibadah,” tambahnya.

“Jamaah calon haji wajib hukumnya untuk saling peduli dan membangun ikatan persaudaraan. Walaupun bukan keluarga, kita satu kampung apalagi menyebut nama Morowali,” ungkap Iksan Baharudin Abdul Rauf.

Angka Peningkatan Jamaah Calon Haji

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga membahas kenaikan jumlah jamaah calon haji dari tahun ke tahun. Tahun 2025, Morowali mengirimkan 86 orang, namun pada 2026 jumlahnya meningkat menjadi 104 orang, atau setara dengan 1447 Hijriah. “Ini menunjukkan peningkatan signifikan yang mencerminkan kemajuan daerah,” katanya. Ia menambahkan bahwa angka 104 orang tersebut bisa bertambah menjadi 112 jika menerima tambahan dari Kabupaten Bahodopi.

Bupati mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah jamaah calon haji bukan sekadar perubahan angka, tetapi juga simbol transformasi positif di Morowali. “Kenaikan ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin berani dan bersemangat mengikuti ibadah haji, yang menjadi bagian dari identitas budaya dan agama kita,” jelasnya. Menurutnya, pertumbuhan jumlah jamaah sejalan dengan peningkatan ekonomi lokal, yang berdampak pada kemampuan warga untuk mengambil kesempatan ibadah tersebut.

Keberangkatan Jamaah Calon Haji dalam Lima Kelompok

Pada musim haji 2026, Sulawesi Tengah akan mengirimkan total 1.751 jamaah calon haji, yang terbagi dalam lima kelompok terbang (kloter). Kloter pertama dijadwalkan tiba di Asrama Haji pada 7 Mei, kemudian diberangkatkan ke Embarkasi Balikpapan pada 8 Mei. “Kloter akan berangkat secara bertahap, agar semua jamaah dapat menyesuaikan diri dan mempersiapkan diri secara maksimal,” kata Iksan Baharudin Abdul Rauf.

Ia menekankan bahwa kelancaran keberangkatan tergantung pada kesiapan logistik dan koordinasi yang baik. “Setiap kloter akan ditemani oleh pemandu yang berpengalaman, serta diberikan pelatihan khusus sebelum berangkat,” tambahnya. Selain itu, Bupati berharap para jamaah menjaga sikap sopan dan menjunjung nilai-nilai keagamaan selama berada di luar negeri. “Jamaah haji adalah representasi daerah kita, jadi harus selalu menunjukkan citra yang baik,” jelasnya.

“Seluruh jamaah calon haji adalah saudara sedarah yang wajib saling bantu, baik dalam perjalanan maupun saat menjalani ibadah di Tanah Suci,” ucap Iksan Baharudin Abdul Rauf.

Harapan untuk Menjaga Kebersamaan dan Keberhasilan Ibadah

Bupati Morowali menyampaikan harapan agar setiap jamaah mampu pulang dengan aman dan menjadi haji yang mabrur, atau sempurna. “Kita berdoa agar semua jamaah dapat menyelesaikan ibadah tanpa hambatan dan membawa kebahagiaan bagi keluarga serta masyarakat,” tuturnya. Ia juga mengingatkan bahwa kebersamaan dan solidaritas harus dijaga sepanjang perjalanan, baik saat berada di Indonesia maupun di Arab Saudi.

Menurut Iksan Baharudin Abdul Rauf, keberhasilan pelaksanaan haji tergantung pada kerja sama yang solid. “Selama ibadah, jamaah akan menghadapi berbagai tantangan, dan kebersamaan menjadi pelindung terbaik dari segala hal,” katanya. Ia menilai bahwa pesan yang disampaikan ini juga merupakan bagian dari program pemerintah daerah untuk memperkuat semangat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Dalam menjelaskan latar belakang kenaikan jumlah jamaah, Bupati menyebut bahwa perubahan ini dipicu oleh peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ibadah haji sebagai bagian dari kehidupan spiritual. “Selain keberangkatan, warga Morowali juga aktif dalam membantu persiapan para jamaah, seperti memberikan dukungan finansial dan bimbingan teknis,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa tuntutan ekonomi masyarakat yang semakin stabil menjadi faktor penting dalam meningkatkan partisipasi jamaah haji.

Di sisi lain, Bupati Morowali berharap para jamaah mampu memanfaatkan kesempatan ini untuk menyebarluaskan nilai-nilai keagamaan dan budaya. “Jamaah haji bukan hanya menjalani ibadah, tetapi juga menjadi duta Morowali ke berbagai daerah,” jelasnya. Ia menyatakan bahwa keberangkatan jamaah haji tahun ini menjadi momen penting untuk memperkuat kembali hubungan antar komunitas, terutama dalam konteks masyarakat yang terus berkembang.

Pesan Bupati juga mengingatkan para jamaah untuk tetap menjaga kebersihan dan etika selama berada di Tanah Suci. “Kita harus menjadi contoh bagi orang-orang di sekitar kita, baik dalam beribadah maupun dalam interaksi sosial,” katanya. Ia menekankan bahwa setiap aksi jamaah di Arab Saudi akan berdampak langsung pada citra Morowali di tingkat internasional.

Kesimpulan dan Harapan Masa Depan

Dalam kesimpulannya, Iksan Baharudin Abdul Rauf menyampaikan apresiasi terhadap peran seluruh pihak, termasuk masyarakat, pemerintah, dan ulama, dalam menyukseskan program haji tahun ini. “Ini adalah hasil kolaborasi yang luar biasa, dan kita berharap keberhasilan ini dapat terus berlanjut di