Kemdikti minta kampus perkuat layanan konseling, cegah krisis mental

1 hour ago  ·  2 min read
By Sandra Jones - fukushimask.com
khrisna-edit-1788521459-5419d8b897

Fukushimask.com – Jakarta – Direktur Pembelajaran dan Mahasiswa (Belmawa) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Beny Bandanadjaja meminta kepada seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk memperkuat layanan bimbingan konseling di masing-masing kampus demi mencegah krisis mental mahasiswa. Beny menekankan bahwa layanan bimbingan dan konseling di perguruan tinggi bukan lagi sekadar fasilitas pelengkap, melainkan bagian krusial yang harus mudah dijangkau oleh mahasiswa. "Di balik capaian akademik yang kita lihat, tidak sedikit mahasiswa yang mengalami tekanan, kesulitan beradaptasi, persoalan keluarga, hingga masalah kesehatan mental.

Karena itu, layanan bimbingan dan konseling bukan lagi pelengkap, melainkan menjadi bagian yang penting dari layanan kemahasiswaan," katanya dalam kegiatan Sosialisasi Panduan Bimbingan dan Konseling di Perguruan Tinggi Tahun 2026 yang digelar secara daring di Jakarta, Jumat. Beny menggarisbawahi bahwa tanggung jawab perguruan tinggi jauh lebih besar daripada sekadar mencetak lulusan yang cerdas secara akademik. Menurutnya, kampus harus benar-benar hadir sebagai ruang yang aman bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus berkembang Ia mengingatkan bahwa layanan bimbingan konseling yang tidak dipelihara dan berjalan optimal dapat memicu masalah yang jauh lebih fatal di kemudian hari.

Beny menilai problem psikologis awal yang tidak segera ditangani dapat berujung pada hilangnya semangat belajar, putus studi, menjadi korban kekerasan, hingga berujung pada tragedi hilangnya nyawa mahasiswa. "Pencegahan selalu lebih baik daripada penanganan setelah terjadi masalah yang lebih besar. Oleh karena itu, penguatan layanan ini memerlukan komitmen bersama," ujar Beny.

Lebih jauh, Beny menyoroti pentingnya relasi kuasa yang sehat antara sivitas akademika. Ia mengimbau para pimpinan kampus, pimpinan kemahasiswaan, dosen, hingga tenaga kependidikan agar tidak menggunakan wewenang, ucapan, maupun sikap mereka sebagai sumber tekanan dan ketakutan bagi para mahasiswa. "Mahasiswa harus berani mencari bantuan ketika menghadapi persoalan, bukan justru takut karena merasa tidak akan didengar atau khawatir terhadap konsekuensi yang akan diterimanya," ucap dia melanjutkan.

Guna mewujudkan ekosistem kampus yang berpihak pada keselamatan dan kesejahteraan mahasiswa, Kemdiktisaintek terus mendorong kolaborasi penyediaan panduan bimbingan konseling yang melibatkan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) di masing-masing wilayah sebagai pendamping. Menyadari bahwa kapasitas layanan konseling di setiap perguruan tinggi berbeda-beda, Beny berharap forum sosialisasi ini dapat menjadi wadah berbagi praktik baik antarkampus, sehingga institusi yang belum memiliki layanan bimbingan konseling memadai tidak perlu merintis sistemnya dari awal.

Frequently Asked Questions

What is Kemdikti minta kampus perkuat layanan konseling?

Kemdikti minta kampus perkuat layanan konseling is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kemdikti minta kampus perkuat layanan konseling matter?

Kemdikti minta kampus perkuat layanan konseling matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

More from this category