Rencana Khusus: TKA mandiri kolaboratif di PKBM wujudkan model ujian yang adaptif

TKA Mandiri Kolaboratif di PKBM Wujudkan Model Ujian yang Adaptif

Jakarta – Menurut Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), penyelenggaraan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang mandiri serta kolaboratif di berbagai Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) mencerminkan model ujian adaptif sesuai kebutuhan peserta. Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menekankan bahwa perbedaan cara pelaksanaan TKA antara PKBM mandiri dan kolaboratif menunjukkan kebijakan ini tidak hanya menekankan standarisasi, tetapi juga memberikan ruang adaptasi bagi satuan pendidikan nonformal.

“Pendekatan ini dinilai efektif dalam menjawab tantangan khas PKBM, seperti heterogenitas usia, kesibukan pekerjaan, serta keterbatasan sarana dan prasarana,” kata Dirjen Tatang di Jakarta pada Rabu.

Tatang juga menegaskan bahwa pelaksanaan TKA yang semakin tertib dan terstruktur menandai pergeseran penting dalam sistem evaluasi pendidikan nonformal. Sebelumnya, fleksibilitas dianggap sebagai ciri utama, namun kini keseimbangan antara fleksibilitas dan standar menjadi fokus utama. “Hal ini memperkuat posisi PKBM sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional,” imbuhnya.

Dengan pelaksanaan yang semakin matang, Tatang mengatakan bahwa TKA tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan kredibilitas lulusan pendidikan nonformal. Contoh nyata implementasi TKA Mandiri dapat dilihat di PKBM Bina Cipta Ujungberung, Bandung, Jawa Barat. Di sana, ujian Paket B (setara SMP) yang diadakan 11–12 April 2026 berjalan lancar dengan kehadiran peserta mencapai 100 persen.

“Dari jauh hari kami sudah membangun komitmen dengan warga belajar agar hadir di setiap sesi. Ujian dilaksanakan Sabtu dan Minggu karena karakteristik mereka berbeda, banyak yang bekerja dan memiliki keterbatasan waktu,” ujarnya.