Humaniora

Visit Agenda: Wamendikti: Vaksin dengue mRNA RI-China bukti komitmen majukan riset

Visit Agenda: Kolaborasi Vaksin Dengue mRNA RI-China Visit Agenda - Jakarta kembali menjadi pusat perhatian dunia sains ketika Wakil Menteri Pendidikan

Desk Humaniora
Published July 8, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Visit Agenda: Kolaborasi Vaksin Dengue mRNA RI-China

Visit Agenda – Jakarta kembali menjadi pusat perhatian dunia sains ketika Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Stella Christie, mengumumkan bahwa kerja sama strategis antara Universitas Indonesia bersama Tsinghua University dalam pengembangan vaksin dengue berbasis mRNA mencerminkan tekad kuat pemerintah Indonesia. Pernyataan penting ini disampaikan di Jakarta pada hari Rabu, menandai momen bersejarah dalam peta sains dan teknologi tanah air yang sedang berkembang pesat.

Menurut Stella, di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, kementerian yang dipimpinnya kini berdiri sebagai entitas mandiri dengan fokus utama pada pengembangan sains dan teknologi. Langkah ini merupakan respons terhadap tren global di mana negara-negara maju terus mendorong riset melalui institusi pendidikan tinggi mereka. Tidak hanya itu, alokasi pendanaan riset untuk tahun 2025 juga mengalami peningkatan signifikan menjadi dua kali lipat dari sebelumnya, menunjukkan komitmen nyata pemerintah.

Kami punya banyak harapan, dan kami mendukung keputusan Presiden Prabowo untuk membuat Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, agar lanskap sains dan teknologi di Indonesia benar-benar berubah. Usaha seperti inilah yang menunjukkan hasil dalam waktu pendek, satu setengah tahun.

Visit Agenda: Peran Strategis Tsinghua University dan Universitas Indonesia

Stella menjelaskan bahwa Tsinghua University dikenal sangat selektif dalam memilih mitra kolaborasi internasional. Oleh karena itu, ketika universitas yang dianggap sebagai yang terbaik di Asia ini sepakat untuk bekerja sama dengan Universitas Indonesia sebagai institusi pendidikan tinggi terdepan di Indonesia, hal tersebut menjadi pencapaian yang sangat bermakna. Kerja sama dalam pengembangan vaksin ini telah dimulai sejak tahun 2023, menunjukkan konsistensi dan komitmen jangka panjang kedua belah pihak dalam memajukan riset nasional.

Meskipun Stella sendiri merupakan ilmuwan bidang kognitif dan bukan spesialis vaksin, ia aktif menjembatani kebutuhan kedua belah pihak. Sebagai dosen di Tsinghua University sekaligus wakil menteri Indonesia, ia berupaya memastikan bahwa kepentingan kedua negara terakomodasi dengan baik dalam proyek ini. Kehadirannya dalam Visit Agenda ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia tidak hanya menjadi penerima teknologi, tetapi juga mitra aktif dalam pengembangan inovasi global.

Ini adalah platform yang menakjubkan. Dan saya percaya bahwa ini akan benar-benar mengubah lanskap kesehatan yang didukung data, sains, dan teknologi.

Visit Agenda: Dukungan Pemerintah dan Industri untuk Riset Nasional

Beberapa waktu lalu, Presiden Prabowo menghadiri dua konferensi bertema sains dan teknologi yang diselenggarakan di Indonesia. Kehadirannya menunjukkan komitmen nyata untuk memajukan bangsa melalui pendekatan berbasis sains dan teknologi. Selain itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga dikenal responsif dan terbuka untuk belajar dari para ilmuwan mengenai data guna memperkuat sistem kesehatan nasional. Visit Agenda ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menunjukkan kemajuan di bidang kesehatan.

Sekarang saya di posisi Wakil Menteri sendiri, saya mengapresiasi Menteri Budi atas perhatiannya untuk data dan sains. Jadi yang kita lihat hari ini adalah benar-benar sebuah pencapaian.

Stella juga menyampaikan apresiasi kepada Etana yang telah mendukung kolaborasi ini sejak awal inisiasi. Sebagai Wakil Menteri, ia menekankan pentingnya kehadiran sektor industri untuk mendorong riset agar dapat dikonversi menjadi produk jadi yang bermanfaat bagi masyarakat. Dalam Visit Agenda ini, ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan industri.

Di Tsinghua University, sekitar 40 hingga 60 persen dana riset bersumber dari industri. Stella mendorong agar Indonesia dapat mencapai kondisi serupa melalui kolaborasi yang lebih sistematis dengan pelaku industri dalam negeri. Menurutnya, ini merupakan komitmen dari Presiden, dan akan ada banyak lagi hal-hal positif seperti ini yang akan datang ke depan. Visit Agenda ini menjadi langkah awal menuju Indonesia yang lebih maju dalam sains dan teknologi.

Leave a Comment