Iran kecam pernyataan Trump soal penyitaan kapal Iran

Iran kecam pernyataan Trump soal penyitaan kapal Iran

Iran kecam pernyataan Trump soal penyitaan kapal Iran sebagai tindakan provokatif yang menggambarkan sikap agresif AS terhadap kepentingan negara-negara Timur Tengah. Esmaeil Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, menyatakan bahwa pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memakai istilah “perompakan” untuk menggambarkan penyitaan kapal Iran oleh militer AS, yang dianggapnya merusak kredibilitas tindakan AS dalam menjaga keadilan internasional. Baghaei menekankan bahwa penegakan hukum yang dilakukan AS harus didasarkan pada prinsip objektif, bukan sekadar upaya memperkuat dominasi politik atau ekonomi.

Presiden AS secara terbuka menyebut penyitaan kapal Iran oleh Angkatan Laut AS sebagai “perompakan,” sambil menegaskan bahwa “kami bertindak seperti perompak,”” kata Baghaei dalam unggahan di platform X. “Ini bukan hanya kesalahan pengucapan, tetapi juga pengakuan langsung terhadap kekuatan sewenang-wenang AS terhadap jalur laut internasional. Kritik ini dilayangkan sebagai respons terhadap pemberitaan yang menyebar di media global, yang dianggap mengabaikan konteks kemanusiaan dan hukum internasional dalam peristiwa tersebut.”

Pernyataan Trump, yang dibuat dalam sebuah acara di Florida, menyoroti bahwa militer AS melakukan penyitaan kapal Iran dengan cara yang dinilai “menguntungkan secara bisnis.” Menurutnya, tindakan tersebut menunjukkan dominasi AS dalam menciptakan ketegangan geopolitik, terutama di wilayah yang menjadi jalur vital bagi ekspor minyak. Pernyataan ini memicu reaksi tajam dari Iran, yang menganggap AS tidak hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga mengancam kemerdekaan negara-negara Timur Tengah dalam mengatur hubungan luar negeri mereka.

Konteks Blokade dan Ketegangan Pascagencatan Senjata

Konteks penyitaan kapal Iran oleh AS dapat dipahami dalam kerangka ketegangan pascagencatan senjata antara Iran, AS, dan Israel. Gencatan senjata ini mulai berlaku pada 8 April setelah 40 hari pertempuran yang memicu kerusakan infrastruktur dan korban di wilayah Timur Tengah. Namun, tindakan penyitaan yang dilakukan AS di Selat Hormuz pada 2 Mei menjadi titik klimaks dalam hubungan yang masih memanas. Baghaei menyoroti bahwa blokade tersebut adalah bagian dari upaya AS untuk mengendalikan alur distribusi minyak, yang dianggap sebagai bentuk pemaksaan terhadap kebebasan ekonomi Iran.

Ketegangan antara Iran dan AS juga terkait dengan perundingan di Islamabad yang berlangsung pada 11-12 April. Meski gencatan senjata berjalan, Iran tidak menyatakan keputusasaan. Sebaliknya, negara ini menegaskan komitmen untuk melindungi kepentingannya di laut. Baghaei mengingatkan bahwa pernyataan Trump justru memperkuat kesan bahwa AS menganggap penyitaan kapal Iran sebagai alat untuk menekan negara-negara lain dalam lingkaran geopolitik yang lebih luas.

Pernyataan Baghaei dan Pengaruh Internasional

Baghaei menyerukan masyarakat internasional untuk menolak normalisasi tindakan AS dalam penyitaan kapal Iran, termasuk negara-negara anggota PBB. “Pernyataan Trump mengakui bahwa tindakan penyitaan kapal Iran merupakan bentuk kekerasan yang tidak sah,” tamb