Internasional

Rusia desak IAEA ungkap pelaku serangan terhadap PLTN Zaporizhzhia

Rusia Desak IAEA Ungkap Pelaku Serangan terhadap PLTN Zaporizhzhia Rusia desak IAEA ungkap pelaku serangan - Moskow - Rusia kembali meminta Badan Energi Atom

Desk Internasional
Published May 25, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Rusia Desak IAEA Ungkap Pelaku Serangan terhadap PLTN Zaporizhzhia

Rusia desak IAEA ungkap pelaku serangan – Moskow – Rusia kembali meminta Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk secara terbuka mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas serangan terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia serta Kota Energodar. Permintaan ini disampaikan oleh Mikhail Ulyanov, Perwakilan Tetap IAEA di Moskow, dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan oleh RIA Novosti, Minggu (24/5). Menurut Ulyanov, IAEA harus memberikan penjelasan jelas mengenai pelaku serangan tersebut, karena menurutnya, informasi yang disampaikan hingga kini belum cukup memadai.

Permintaan untuk Transparansi

Dalam wawancara dengan RIA Novosti, Ulyanov menyatakan bahwa pihak Rusia tidak akan berhenti mendesak IAEA untuk memperjelas siapa yang melakukan serangan terhadap PLTN Zaporizhzhia dan Energodar. “Sangat penting bagi Sekretariat IAEA untuk menyebutkan pelaku serangan secara spesifik, terutama karena Ukraina dikabarkan tidak lagi menyembunyikan dampak tindakannya,” tambahnya. Ia menekankan bahwa klaim tentang ancaman keselamatan nuklir di sekitar PLTN Zaporizhzhia yang sempat diungkapkan oleh Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi masih memerlukan penjelasan lebih lanjut.

“Kami jelas akan terus mendesak pimpinan IAEA untuk mengungkapkan semua ini secara publik. Pernyataan umum yang telah diberikan belum cukup untuk menjamin keamanan fasilitas tersebut,” ujar Ulyanov.

Rusia berargumen bahwa peran IAEA dalam menjaga keamanan nuklir harus diimbangi dengan transparansi penuh terkait konflik terkini. Ulyanov menyatakan bahwa serangan terhadap PLTN Zaporizhzhia, yang berlokasi di wilayah yang kini dikuasai pasukan Rusia, adalah isu yang kritis karena berpotensi menimbulkan krisis besar jika tidak segera diatasi. Ia juga menyoroti bahwa kejadian tersebut menunjukkan kebutuhan untuk mengidentifikasi pihak yang secara langsung bertanggung jawab, baik dari sisi militer maupun politik.

Konteks Serangan di PLTN Zaporizhzhia

PLTN Zaporizhzhia, yang merupakan salah satu pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa, telah menjadi sasaran serangan sejak konflik antara Rusia dan Ukraina memasuki fase intens. Pada awal Mei 2024, sejumlah bom diluncurkan ke wilayah PLTN tersebut, menyebabkan kerusakan pada beberapa unit pembangkit. Serangan ini memicu kekhawatiran internasional mengenai risiko kecelakaan nuklir, terutama karena posisi PLTN berdekatan dengan kota Energodar, yang juga menjadi lokasi pertempuran.

Ulyanov menegaskan bahwa pasukan Rusia tidak pernah menyerang PLTN Zaporizhzhia. Ia menyebut bahwa serangan tersebut dilakukan oleh pihak tertentu yang seharusnya bertanggung jawab secara langsung. “Kami memastikan bahwa tindakan militer Rusia selama ini tidak menyasar fasilitas nuklir, bahkan di wilayah yang sedang dihuni oleh pekerja dan keluarga mereka,” katanya. Permintaan ini menjadi bagian dari upaya Rusia untuk menegaskan keabsahan tindakannya dalam perang serta menuntut kejelasan dari IAEA.

Peran IAEA dalam Konflik

Sebagai lembaga internasional yang menangani masalah energi nuklir, IAEA memiliki tanggung jawab untuk memastikan keselamatan dan keamanan fasilitas nuklir di seluruh dunia. Namun, dalam kasus PLTN Zaporizhzhia, keputusan IAEA untuk tidak secara eksplisit menyebut pelaku serangan dikritik oleh pihak Rusia. Ulyanov menilai bahwa upaya IAEA untuk menjaga netralitasnya justru membuat ketidakjelasan bertambah, terutama di tengah konflik yang memasuki tahun ketiga.

Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, sebelumnya menyatakan bahwa keamanan PLTN Zaporizhzhia terancam akibat serangan-serangan yang terus dilakukan oleh pihak tertentu. Namun, Ulyanov menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak memadai. “Kami membutuhkan penjelasan yang lebih spesifik, bukan hanya ancaman umum,” kata diplomat Rusia itu. Ia menilai bahwa IAEA harus memanfaatkan kesempatan untuk mengungkap fakta-fakta yang relevan, terutama mengingat dampak serangan tersebut sangat signifikan bagi kehidupan ratusan ribu orang di sekitar lokasi PLTN.

Kontroversi dan Tindakan Terkini

Kontroversi mengenai serangan terhadap PLTN Zaporizhzhia semakin memanas setelah beberapa sumber mengungkap bahwa pihak Ukraina dilaporkan menyerang fasilitas tersebut sejak awal perang. Ulyanov menilai bahwa kejadian ini menunjukkan bahwa Ukraina berusaha memperlihatkan dampak serangan Rusia, sementara mereka sendiri tidak lagi bersikap diam mengenai kebenaran situasi di lapangan.

Menurut Ulyanov, IAEA perlu mengambil langkah tegas untuk memastikan bahwa semua pihak yang terlibat dalam konflik diperiksa secara menyeluruh. “Jika IAEA tidak memberikan penjelasan yang jelas, maka masyarakat internasional akan sulit memahami realitas di lapangan,” ujarnya. Ia juga menyoroti bahwa pasukan Rusia telah bekerja sama dengan pihak lokal untuk menjaga kestabilan PLTN dan mencegah kerusakan lebih parah.

Keselamatan Nuklir dan Pertimbangan Internasional

Keselamatan nuklir menjadi isu utama dalam konflik ini. Serangan terhadap PLTN Zaporizhzhia tidak hanya berdampak pada kehidupan masyarakat sekitar, tetapi juga berpotensi mengancam kestabilan regional. Ulyanov menegaskan bahwa IAEA harus menjadi mitra utama dalam mengungkap siapa yang bertanggung jawab, karena lembaga tersebut dianggap sebagai penjaga standar keselamatan nuklir global.

Ia juga menyoroti bahwa IAEA tidak hanya perlu memberikan laporan teknis, tetapi juga menggali fakta-fakta politik di balik serangan-serangan tersebut. “Kami percaya bahwa IAEA harus mengambil sisi yang objektif dan transparan, bukan hanya menjadi pengamat netral,” tambahnya. Ulyanov menilai bahwa dengan mengetahui siapa yang melakukan serangan, IAEA bisa membangun kepercayaan masyarakat internasional terhadap kebijaksanannya dalam menangani konflik nuklir.

Sementara itu, Rusia menekankan bahwa mereka tidak hanya berupaya melindungi PLTN, tetapi juga memastikan bahwa keamanan nuklir di wilayah yang mereka kuasai tetap terjaga. Pernyataan Ulyanov menjadi bagian dari upaya Rusia untuk menegaskan bahwa mereka aktif dalam menjaga kestabilan fasilitas nuklir, sementara pihak Ukraina disebut tidak lagi menyembunyikan fakta bahwa serangan mereka mengancam risiko besar.

Dengan demikian, Rusia meminta IAEA untuk segera memberikan jawaban atas pertanyaan yang muncul, terutama mengenai pelaku serangan terhadap PLTN Zaporizhzhia. Ia menyatakan bahwa kejelasan ini sangat penting untuk menjamin keamanan internasional dan menghindari kesalahpahaman yang bisa memicu konsekuensi lebih luas. “Kami yakin IAEA mampu memberikan informasi yang akurat dan relevan, karena itu adalah tugas utamanya,” tutup Ulyanov.

Leave a Comment