Ada kegiatan lari – 13 rute Transjakarta beroperasi mulai pukul 10.00
Ada kegiatan lari, 13 rute Transjakarta beroperasi mulai pukul 10.00
Ada kegiatan lari – Jakarta, Minggu – Perusahaan layanan transportasi umum PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melakukan penyesuaian jadwal operasional untuk 13 jalur transportasi umum. Perubahan ini diatur sebagai respons terhadap kegiatan lari yang diadakan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Kepala Departemen Hubungan Masyarakat dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, mengatakan bahwa rute-rute tersebut tidak melayani penumpang pada jam 05.00 hingga 10.00 WIB sesuai dengan pola operasi Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB).
Rute yang Mengalami Penyesuaian
Sejumlah 13 jalur yang diubah mencakup antara lain 1B (Stasiun Palmerah – Transport Hub Dukuh Atas), 1F (Stasiun Palmerah – Bundaran Senayan), 3F (Kalideres – Senayan Bank Jakarta), serta rute lainnya seperti 6B (Ragunan – Balai Kota via Semanggi), 6M (Stasiun Manggarai – Blok M), 9C (Pinang Ranti – Bundaran Senayan), dan 10H (Tanjung Priok – Bundaran Senayan). Perubahan jadwal berlaku di seluruh jalur ini sejak pukul 10.00 WIB. Selain itu, beberapa rute lainnya juga mengalami penyesuaian lintasan selama periode waktu tertentu.
“Rute-rute ini tidak melayani penumpang pada jam 05.00 hingga 10.00 WIB sesuai dengan pola operasi Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB),” kata Ayu.
Di antara rute yang terdampak adalah Koridor 1 (Blok M – Kota), yang dialihkan melalui Koridor 9 dan Koridor 13 pada jam 04.30 hingga 09.00 WIB. Perubahan ini memengaruhi arah perjalanan ke Kota dan Blok M. Untuk arah Kota, jalur diubah menjadi ASEAN – Monumen Nasional, sementara arah Blok M menjadi Monumen Nasional – Masjid Agung. Modifikasi serupa juga berlaku untuk Koridor 9 (Pinang Ranti – Pluit via tol), di mana pada arah Pluit, Halte Cikoko – Gerbang Pemuda tidak dilayani. Dalam arah Pinang Ranti, Halte Gerbang Pemuda – Pancoran Tugu juga terbatas pada jam 04.30 hingga 09.00 WIB.
Transjakarta juga menyesuaikan jadwal untuk rute 1W (Blok M – Ancol). Pada jam 05.00 hingga 10.00 WIB, rute ini diperpendek menjadi Ancol – Petamburan. Perubahan serupa terjadi pada Koridor 6D (Stasiun Tebet – Bundaran Senayan), di mana jalur hanya sampai Karet via underpass. Untuk arah Stasiun Tebet, Halte Bundaran Senayan 1 – Jln. Karet Pasar Baru Timur 5 dan Sahid Sudirman Center tidak tersedia, sedangkan arah Bundaran Senayan tidak melayani Halte Plaza Sentral – Bundaran Senayan 1.
Detail Kegiatan Lari di GBK
Kegiatan lari yang diadakan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta menarik partisipasi sekitar 12.500 peserta. Acara ini dimulai pukul 05.00 hingga 09.00 WIB, dengan titik awal di GBK Pintu 7 dan titik akhir di GBK Pintu 10. Rute lari mengalir melalui sejumlah jalan utama yang menjadi jalur utama transportasi umum, sehingga memicu perubahan pola operasi Transjakarta.
Sejumlah ruas jalan yang terdampak oleh kegiatan lari antara lain Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Gatot Subroto, Jalan Asia Afrika, Jalan Gerbang Pemuda, Jalan Sisingamangaraja, serta area sekitar GBK. Kebijakan penyesuaian jadwal bertujuan meminimalkan hambatan lalu lintas dan memastikan keamanan peserta lari serta penumpang Transjakarta. Pengaturan ini juga memfasilitasi aliran kendaraan dan pejalan kaki yang melintasi jalur tersebut.
Rute SH2 (Blok M – Bandara Soekarno-Hatta) juga mengalami perubahan, dengan jalur diperpendek sampai Petamburan. Di arah Blok M, Halte Gelora Bung Karno 1 – Bundaran Senayan 1 tidak tersedia, sementara arah Bandara Soekarno-Hatta tidak melayani Halte Bundaran Senayan 2 – Gelora Bung Karno 2 pada jam 05.00 hingga 10.00 WIB. Modifikasi serupa berlaku untuk Rute T31 (PIK 2 – Blok M) dan Rute S61 (Alam Sutera – Blok M), yang sementara tidak melayani Halte Gerbang Pemuda – Blok M.
Pengaruh pada Pengguna Jasa
Perubahan jadwal ini memengaruhi pengguna Transjakarta yang biasanya memanfaatkan rute-rute tersebut. Penyesuaian operasional mengharuskan penumpang lebih awal atau menyesuaikan rencana perjalanan mereka. Ayu Wardhani menjelaskan bahwa pengaturan ini merupakan langkah rutin dalam menyambut acara besar di GBK. Ia menambahkan bahwa kegiatan lari ini diharapkan meningkatkan kegiatan fisik masyarakat dan memperkaya budaya olahraga di Jakarta.
Dalam konteks lalu lintas, rute-rute yang diubah memberikan ruang bagi peserta lari untuk bergerak bebas tanpa hambatan kendaraan bermotor. Dengan mengikuti pola HBKB, Transjakarta berupaya memastikan jalur untuk peserta lari tidak terganggu, sekaligus mengurangi kemacetan di sekitar GBK. Kebijakan ini juga mengoptimalkan penggunaan ruang jalan, karena kegiatan lari membutuhkan jalur utama yang biasanya digunakan oleh kendaraan umum.
Pengaruh dari kegiatan lari ini tidak hanya terbatas pada sektor transportasi. Masyarakat sekitar GBK, terutama yang tinggal di dekat titik awal dan akhir acara, diperkirakan mengalami perubahan pola keberangkatan dan keberadaan. Ayu Wardhani menekankan bahwa perusahaan tetap berkomitmen menjaga kenyamanan dan keselamatan para pengguna jasa, meskipun ada penyesuaian jadwal.
Sebagai tambahan, Transjakarta mengimbau masyarakat untuk memperhatikan pengumuman terkini terkait jadwal operasional mereka. Pengguna yang membutuhkan informasi terkait rute bisa mengakses pusat informasi resmi atau menggunakan aplik
