Politik

Topics Covered: Bahlil siap terbitkan aturan harga khusus BBM nelayan

Topics Covered: Regulasi Harga BBM Nelayan Segera Diterbitkan Topics Covered - Jakarta – Dalam sebuah rapat terbatas yang diselenggarakan di Hambalang, Bogor

Desk Politik
Published July 14, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Topics Covered: Regulasi Harga BBM Nelayan Segera Diterbitkan

Topics Covered – Jakarta – Dalam sebuah rapat terbatas yang diselenggarakan di Hambalang, Bogor, Jawa Barat pada hari Senin, Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan penting terkait dukungan biaya operasional bagi para pelaku usaha perikanan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, hadir dalam pertemuan tersebut dan menyatakan kesiapan kementeriannya untuk segera menerbitkan surat keputusan yang mengatur pemberian harga khusus bahan bakar minyak (BBM) kepada pengusaha nelayan. Kebijakan ini secara khusus ditujukan bagi nelayan yang mengoperasikan kapal dengan kapasitas antara 30 hingga 200 gross ton (GT).

Topics Covered – Bahlil menjelaskan bahwa mekanisme pendanaan untuk program ini tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal ini menjadi poin penting agar pemerintah dapat memberikan bantuan tanpa membebani anggaran negara secara langsung. Selain itu, kementerian juga berkomitmen untuk memastikan bahwa pelaksanaan kebijakan ini tepat sasaran dan tidak terjadi penyalahgunaan. Titik penyaluran BBM akan ditentukan melalui koordinasi intensif dengan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono.

“Koordinasi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan dilakukan agar niat baik pemerintah membantu nelayan tidak disalahgunakan,” ujar Bahlil.

Topics Covered: Mekanisme Pendanaan Melalui BPDP

Kebijakan ini hadir sebagai respons terhadap kondisi pasar yang saat ini mengalami kenaikan harga BBM secara signifikan. Bahlil menyoroti bahwa para pelaku usaha di sektor perikanan merasakan dampak langsung dari tingginya biaya bahan bakar. Dengan penetapan harga khusus sebesar Rp15.000 per liter, diharapkan beban operasional nelayan dengan kapal berukuran 30 GT ke atas dapat berkurang secara signifikan. Hal ini akan memberikan rasa kepastian bagi mereka dalam menjalankan kegiatan usaha.

“Ini semua dalam rangka bagaimana memberikan rasa kepastian bagi saudara-saudara kita pelaku usaha di sektor perikanan karena memang kan harganya agak tinggi sekarang. Nah dengan harga Rp15 ribu ini diharapkan dapat membantu proses operasional bagi nilai yang 30 GT ke atas,” ujar Bahlil.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan penjelasan lebih rinci mengenai latar belakang penetapan harga tersebut. Ia menyebutkan bahwa harga BBM non-subsidi sempat melonjak mencapai Rp21.300 per liter. Di sisi lain, nelayan yang memiliki kapal berukuran di bawah 30 GT sudah mendapatkan BBM bersubsidi dengan harga Rp6.800 per liter. Melihat adanya kesenjangan tersebut, Presiden Prabowo menginstruksikan agar nelayan dengan kapal berukuran 30-200 GT juga memperoleh perlakuan khusus melalui harga yang disepakati sebesar Rp15.000 per liter.

Airlangga menambahkan bahwa harga Rp15.000 per liter tersebut dihitung berdasarkan rata-rata biaya produksi solar dalam negeri yang mencapai Rp18.600 per liter. Selisih sebesar Rp3.600 per liter akan ditanggung melalui dana Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), bukan dari APBN. Oleh karena itu, Menteri ESDM akan segera mengeluarkan regulasi yang mengatur mekanisme subsidi tersebut dengan sumber pendanaan dari BPDP. Topics Covered – Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memberikan solusi berkelanjutan tanpa menambah beban anggaran negara.

Rapat terbatas ini dihadiri oleh sejumlah menteri dan pejabat tinggi pemerintah. Selain Airlangga dan Bahlil, hadir juga Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani. Para menteri lain yang turut serta antara lain Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Beberapa menteri lainnya yang juga mengikuti pertemuan tersebut meliputi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Kehadiran para menteri ini menunjukkan bahwa kebijakan harga khusus BBM bagi nelayan merupakan langkah strategis yang melibatkan berbagai kementerian terkait untuk memastikan keberhasilan implementasi program ini di seluruh Indonesia. Topics Covered – Dengan koordinasi yang baik, diharapkan program ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan nelayan Indonesia.

Leave a Comment