Indonesia Tertinggal Dua Poin dari Rumania di Piala Davis 2026
Fukushimask.com – Tim tenis Indonesia mengawali perjuangan di Grup Dunia II Piala Davis 2026 dengan posisi tertinggal 0-2 dari Rumania. Dua laga tunggal yang berlangsung di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat, belum menghasilkan poin bagi tuan rumah, sehingga pertandingan hari kedua menjadi sangat menentukan.
Gunawan Trismuwantara dan Rafalentino Ali da Costa sama-sama menghadapi lawan dengan peringkat ATP yang jauh lebih tinggi. Meski demikian, keduanya sempat menunjukkan perlawanan dan memberi gambaran bahwa Indonesia masih memiliki peluang untuk menjaga persaingan hingga rangkaian pertandingan selesai.
Gunawan Kalah dari Cretu setelah Berjuang 97 Menit
Poin pertama Rumania diraih melalui kemenangan Cezar Cretu atas Gunawan dengan skor 6-2, 6-4. Gunawan, yang menempati peringkat 2.202 dunia, bermain selama satu jam 37 menit melawan Cretu yang berada di posisi 271 ATP.
Set pertama berjalan sulit bagi wakil Indonesia. Namun, penampilan Gunawan membaik pada set kedua. Ia mulai dapat menyesuaikan diri dengan ritme pertandingan, membangun sejumlah reli, serta beberapa kali membuat Cretu berada dalam tekanan.
Kesempatan untuk membawa pertandingan ke set penentuan belum dapat dimanfaatkan. Sejumlah kesalahan sendiri menghambat upaya Gunawan saat momentum permainan mulai lebih seimbang. Situasi itu menjadi perhatian Sekretaris Jenderal PP Pelti, Andi Fajar Asti.
“Saya kira Gunawan sudah memberikan yang terbaik. Namun memang banyak yang mati sendiri, bukan lawannya yang spesial menurut saya. Tetapi memang kita masih banyak yang error,” kata Andi Fajar Asti.
Selain menghadapi tekanan permainan lawan, Gunawan mengalami gangguan pada pergelangan tangan ketika pertandingan memasuki set kedua. Ia tetap menuntaskan laga, tetapi kondisi tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi tim sebelum pertandingan berikutnya.
“Saya cuma berusaha main maksimal, tapi hasil belum memuaskan buat Indonesia,” ujar Gunawan.
Rafalentino Sempat Membuka Harapan
Pertandingan tunggal kedua sempat memberi optimisme ketika Rafalentino Ali da Costa merebut set pembuka dari Radu Mihai Papoe. Rafalentino memenangi set pertama dengan skor 7-6 setelah pertarungan ketat yang harus dituntaskan melalui tie-break.
Petenis peringkat 1.608 dunia itu mampu mengimbangi Papoe, pemain Rumania yang berada di peringkat 315 ATP. Dalam set pertama, Rafalentino dapat menjaga permainan tetap kompetitif dan tidak membiarkan lawannya leluasa membangun keunggulan.
Namun, Papoe berhasil mengubah arah laga pada dua set selanjutnya. Ia merebut set kedua 6-1, lalu menutup pertandingan dengan kemenangan 6-2 pada set ketiga. Kekalahan tersebut membuat Indonesia harus mengejar dua poin pada hari kedua untuk mempertahankan peluang.
Kesenjangan peringkat dunia memang menjadi salah satu tantangan bagi tim Indonesia dalam duel ini. Meski begitu, set pertama yang dimenangi Rafalentino serta perlawanan Gunawan pada set kedua memperlihatkan bahwa pertandingan tidak berjalan tanpa perlawanan dari pemain tuan rumah.
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, yang hadir menyaksikan pertandingan, menilai petenis-petenis muda Indonesia telah berusaha menghadapi lawan dengan posisi peringkat yang lebih tinggi.
Partai Ganda Menjadi Kunci pada Sabtu
Indonesia kini membutuhkan kemenangan pada nomor ganda, Sabtu, untuk tetap berada dalam persaingan. Rafalentino akan berpasangan dengan Ethan David Zapp menghadapi Stefan Horia Haita dan Radu David Trucanu.
Laga ganda memiliki arti penting karena hasilnya akan menentukan arah dua pertandingan tunggal berikutnya. Jika Indonesia berhasil memperkecil ketertinggalan, tekanan akan berpindah kepada Rumania dalam dua partai penutup.
Sesudah pertandingan ganda, Rafalentino dijadwalkan berhadapan dengan Cretu. Gunawan kemudian akan melawan Papoe dalam laga tunggal terakhir. Susunan pemain untuk pertandingan tunggal masih mempertimbangkan kondisi fisik Gunawan setelah keluhan di pergelangan tangannya.
“Saya kira saya akan koordinasi dengan coach, seperti apa formulasi yang akan kita turunkan besok. Khususnya di tunggal, soalnya saya melihat ada kondisi fisik dari Gunawan yang sedikit terganggu,” kata Andi.
Dengan format pertandingan yang masih menyisakan tiga partai, Indonesia belum tertutup dari peluang membalikkan keadaan. Akan tetapi, kemenangan di nomor ganda menjadi kebutuhan utama agar perjuangan tim tuan rumah dapat berlanjut hingga laga-laga tunggal terakhir.
Hari kedua akan menguji ketahanan fisik, kesiapan strategi, dan kemampuan para pemain Indonesia untuk merespons hasil pembuka. Dukungan publik di Stadion Tenis Gelora Bung Karno juga dapat menjadi dorongan tambahan bagi tim yang berupaya mengejar ketertinggalan dari Rumania.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Indonesia tertinggal 0 2 dari Rumania?
Indonesia tertinggal 0 2 dari Rumania is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Indonesia tertinggal 0 2 dari Rumania matter?
Indonesia tertinggal 0 2 dari Rumania matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

