Pembahasan Penting: Terungkap, Cara AS-Israel Temukan & Bunuh Ayatollah Khamenei

AS dan Israel Bongkar Strategi Pembunuhan Ayatollah Khamenei

Jakarta, CNBC Indonesia – Minggu pagi, Presiden AS dan PM Israel Benjamin Netanyahu secara mendadak mengumumkan kematian Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran. Pengumuman ini memukul Teheran setelah serangan gabungan kedua negara diluncurkan pada hari Sabtu. Segera setelah itu, stasiun TV Iran memberikan konfirmasi mengenai kabar tersebut. Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan yang menargetkan ibu kota Iran. Tidak hanya dirinya, keluarga dekat seperti anak, menantu, dan cucu, serta para pengawal, juga dikabarkan gugur dalam serangan itu.

Kepemimpinan Iran Berubah Setelah Serangan

Pemerintah Iran mengumumkan bahwa setelah kematian Khamenei, Presiden Masoud Pezeshkian dan dua pejabat tinggi lainnya akan mengambil alih pemerintahan sementara. Penyesuaian rencana operasi terjadi berdasarkan informasi intelijen dari CIA, yang telah mengawasi Khamenei selama beberapa bulan. New York Times melaporkan bahwa CIA mengidentifikasi Khamenei akan menghadiri pertemuan para pejabat Iran untuk memimpin serangan terhadap AS dan Israel.

“AS memberikan informasi tersebut kepada Israel, yang berencana melakukan serangan terhadap kepemimpinan Iran,” lapor surat kabar tersebut.

Menurut laporan Times, operasi dimulai sekitar pukul 06.00 pagi di Israel, dengan rudal jarak jauh menghantam kompleks kepemimpinan Iran sekitar pukul 09.40 pagi. Para pejabat Iran yang senior berada di satu gedung, sementara Khamenei berada di bangunan terdekat. Selain Khamenei, dua tokoh militer Iran lainnya, Jenderal Mohammad Pakpour dan Ali Shamkhani, juga tewas dalam serangan tersebut.

Iran Balas Serangan dengan Operasi Retaliatif

Selang beberapa hari, Iran melancarkan serangan balik ke wilayah Teluk, termasuk Abu Dhabi, ibu kota Uni Emirat Arab, dan area dekat pangkalan militer AS. Langkah ini dilakukan untuk menunjukkan ancaman konflik regional yang semakin meningkat. Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa operasi militer terhadap Iran akan terus berlangsung “selama diperlukan”.

Sumber: sef/sef | [Gambas:Video CNBC] | Next Article: Arab Makin Ngeri! Khamenei Warning AS: Perang Regional