Hasil Pertemuan: Korban tewas penembakan sekolah di Turki naik jadi 9 orang
Korban Tewas Penembakan Sekolah di Turki Naik Jadi 9 Orang
Kahramanmaras, Turki – Serangan dengan senjata api di sebuah sekolah menengah di Kahramanmaras menelan korban jiwa sebanyak sembilan orang dan 13 lainnya terluka, termasuk enam yang dalam kondisi kritis. Informasi tersebut diungkapkan oleh Menteri Dalam Negeri Mustafa Ciftci. Gubernur Kahramanmaras Mukerrem Unluer menyatakan bahwa aksi tersebut dilakukan oleh seorang siswa laki-laki kelas 8 di Sekolah Menengah Ayser Calik, Rabu waktu setempat, dengan motivasi yang belum terungkap.
Pelaku membawa senjata api dalam ransel dan menembak tanpa pandang bulan setelah masuk ke dua ruang kelas, kata Unluer. Ia menambahkan bahwa senjata tersebut kemungkinan milik ayah pelaku, mantan petugas kepolisian. Sementara itu, Kepala Jaksa Kahramanmaras Ramazan Murat Tiryaki mengatakan penyelidikan masih berlangsung, dengan tiga wakil kepala jaksa dan empat jaksa terlibat.
“Kepala jaksa dan para jaksa yang ditugaskan terus bekerja di TKP,” tulis Menteri Kehakiman Akin Gurlek melalui media sosial Turki NSosyal.
Menteri Pendidikan Yusuf Tekin beserta pejabat terkait langsung datang ke lokasi kejadian setelah mendapat laporan. Direktur Komunikasi Turki Burhanettin Duran, melalui platform X, menegaskan bahwa pihak berwenang sedang menyelidiki semua aspek insiden secara mendalam. Ia juga menjamin informasi terkini akan disampaikan secara berkala.
Duran menyampaikan bahwa pembatasan peliputan media diterapkan untuk menjaga integritas penyelidikan. Media konvensional dan digital diminta menghindari penggunaan bahasa yang bisa memengaruhi proses hukum. Menurutnya, operasi terus diawasi oleh satuan kepolisian di seluruh 81 provinsi Turki, dengan koordinasi bersama 171 pengadilan pidana.
Kementerian Kehakiman juga mengumumkan tindakan hukum terhadap individu yang mendukung kekerasan, membenarkan aksi pelaku, menyebarkan kepanikan, serta membagikan berita menyesatkan di media sosial dan platform digital. Menangguhkan kegiatan belajar-mengajar di Kahramanmaras selama dua hari sebagai dampak dari peristiwa tersebut, kata Ciftci.
