Humaniora

Latest Program: Kemendes PDT inisiasi desa bebas sampah, melalui Program Sehati

Kemendes PDT Luncurkan Program Sehati untuk Desa Bebas Sampah Latest Program - Dalam upaya mengatasi dampak perubahan iklim di tingkat masyarakat desa

Desk Humaniora
Published June 30, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Kemendes PDT Luncurkan Program Sehati untuk Desa Bebas Sampah

Latest Program – Dalam upaya mengatasi dampak perubahan iklim di tingkat masyarakat desa, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bekerja sama dengan Bank Dunia melalui program Sehati. Program ini bertujuan menginisiasi pembentukan desa yang resilien terhadap isu lingkungan serta membangun komunitas bebas sampah. Sebagai bagian dari kegiatan sosialisasi, program tersebut diluncurkan secara resmi di Kabupaten Serang, Banten, Selasa (tanggal).

Kemitraan dengan Bank Dunia dan Inisiatif Lingkungan

Kemendes PDT menggandeng lembaga internasional Bank Dunia untuk memberikan pendanaan dan bimbingan teknis dalam pergerakan menuju desa berkelanjutan. Perubahan iklim, yang sering kali dipengaruhi oleh tata kelola lingkungan yang kurang optimal, menjadi fokus utama program ini. Selain itu, Kemendes PDT juga ingin mengubah kebiasaan masyarakat desa dalam mengelola sampah, termasuk mengatasi masalah pembuangan limbah secara sembarangan.

“Karena mungkin masih ada kebiasaan keluarga di desa yang membuang sampah sembarangan. Nah, ini yang mau kita ubah melalui pemberdayaan masyarakat,” ujar Menteri Desa PDT, Yandri Susanto, saat menghadiri acara peluncuran program Sehati.

Dalam pidatonya, Yandri menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam menghadapi tantangan lingkungan. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada perubahan perilaku masyarakat dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat desa. “Kita perlu mengubah cara berpikir dan cara bertindak, agar setiap keluarga terlibat langsung dalam menjaga kebersihan lingkungan,” tambahnya.

Supervisi dan Teknologi Tepat Gunakan BRIN

Untuk memastikan program Sehati berjalan efektif, Kemendes PDT mengajak Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memberikan supervisi dan bantuan teknis. BRIN akan menjadi mitra strategis dalam mengembangkan inovasi serta penerapan teknologi yang ramah lingkungan dan sesuai dengan kondisi lokal desa. Hal ini bertujuan agar pengelolaan sampah tidak hanya berjalan secara mandiri, tetapi juga didukung oleh solusi yang bisa diakses oleh masyarakat.

Kemendes PDT juga menyatakan bahwa program ini tidak terlepas dari komponen ekonomi hijau dan ketahanan pangan. Desa bebas sampah diharapkan menjadi bagian dari transformasi ekonomi desa yang lebih berkelanjutan. Melalui program Sehati, inisiatif lingkungan tidak hanya diarahkan pada pengurangan limbah, tetapi juga pada pengembangan produk unggulan desa yang lebih ramah lingkungan dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Kolaborasi Multisektor untuk Kebijakan yang Efektif

Implementasi program Sehati dirancang dengan skema kolaborasi antarlembaga, termasuk delapan pihak strategis yang terlibat langsung. Kolaborasi ini melibatkan pemerintah daerah, baik dari tingkat gubernur hingga bupati, serta berbagai organisasi seperti asosiasi pemerintahan desa. Yandri menyebutkan, partisipasi aktif dari pihak-pihak terkait adalah kunci keberhasilan program ini.

Dalam konteks ini, 10 asosiasi nasional yang tergabung dalam program Sehati juga berperan penting. Asosiasi seperti PAPSI, PAPDSI, dan APDSI menjadi mitra dalam memastikan kebijakan yang diusulkan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. “Kita perlu memastikan bahwa setiap langkah yang dilakukan oleh Kemendes PDT bisa diadopsi secara tepat oleh masyarakat desa, karena keberhasilannya bergantung pada kesadaran dan partisipasi aktif,” jelas Yandri.

Harapan untuk Ekonomi dan Pangan Lokal

Menurut Yandri, setelah desa berkelanjutan dan lingkungan bersih tercapai, program ini akan berkontribusi pada peningkatan taraf ekonomi warga desa. Ia menambahkan bahwa desa dengan ketahanan iklim akan menjadi basis untuk mendukung hilirisasi produk unggulan, seperti pertanian organik atau industri kecil berbasis lingkungan. “Desa bebas sampah bukan hanya tentang lingkungan, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal dan kebutuhan pangan,” tegasnya.

Program Sehati juga diharapkan mendorong visi swasembada pangan hingga protein yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Dengan mendorong penggunaan sumber daya lokal secara optimal, program ini ingin memastikan bahwa setiap desa memiliki kemampuan mandiri dalam menghasilkan makanan sehat dan berkelanjutan. Selain itu, kemajuan lingkungan akan memberikan dampak positif pada kualitas hidup masyarakat, termasuk menurunkan risiko bencana alam yang sering terjadi di daerah pedesaan.

Kick-Off di Banten dan Partisipasi Massif

Provinsi Banten dipilih sebagai lokasi peluncuran program Sehati karena memiliki potensi dan kesiapan yang baik dalam menerapkan inisiatif lingkungan. Acara peluncuran tersebut dihadiri oleh sekitar 600 peserta, yang terdiri dari para kepala desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta jajaran camat se-Kabupaten Serang. Hadirnya berbagai pemangku kepentingan menunjukkan komitmen yang kuat dalam menghadapi tantangan lingkungan dan perubahan iklim.

Yandri menyebutkan bahwa program Sehati dirancang sebagai bagian dari peningkatan kapasitas masyarakat desa. Dengan pendekatan berbasis komunitas, setiap desa diharapkan bisa menjadi model pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. “Kita perlu membangun desa yang mampu menjaga ekosistem secara mandiri, sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga,” jelasnya.

Dalam rangka memastikan program ini bisa berjalan dengan baik, Kemendes PDT akan melakukan pendampingan secara intensif. Pemantauan dan evaluasi berkelanjutan akan menjadi aspek penting, agar setiap langkah yang diambil memiliki dampak nyata. Program ini juga diharapkan menjadi wadah untuk membangun ekosistem kerja sama antarlembaga, baik pemerintah, swasta, maupun lembaga-lembaga nirlaba.

Dengan latar belakang tantangan lingkungan yang semakin kompleks, program Sehati menjadi solusi strategis yang diharapkan mampu mengubah paradigma pengelolaan sampah di desa. Yandri menyatakan, pembentukan desa bebas sampah akan menjadi bagian dari upaya nasional dalam menghadapi isu iklim. “Ini adalah langkah awal, tetapi kita harus terus berinovasi dan berkembang,” pungkasnya.

Kemendes PDT menegaskan bahwa program Sehati akan menjadi salah satu inisiatif utama dalam mewujudkan visi pembangunan desa yang berkelanjutan. Dengan partisipasi pihak-pihak strategis, diharapkan desa-desa di Indonesia bisa menjadi contoh nyata dalam pengurangan sampah dan pengelolaan sumber daya lingkungan secara efektif. Program ini tidak hanya memberikan solusi

Leave a Comment